PROBOLINGGO – Konflik sosial yang diduga dipicu aktivitas pertambangan di aliran Sungai Pancarglagas, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, kembali memanas. Sebuah video yang memperlihatkan aksi adu jotos di lokasi tambang viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang terlibat perkelahian yang diduga terjadi di area operasional tambang milik PT Bahtera Kurnia Abadi. Peristiwa tersebut memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait dampak sosial dari aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Sejumlah pihak pun mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Selain berpotensi merusak lingkungan, aktivitas pertambangan di sepanjang aliran sungai tersebut dinilai kerap memicu konflik yang berujung pada tindakan kekerasan.
“Kami meminta pemerintah maupun aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap kegiatan pertambangan di sepanjang aliran Sungai Pancarglagas. Jika dibiarkan, kami khawatir konflik sosial ini bisa menelan korban jiwa,” ujar Didit Lakasa, pegiat lingkungan di Probolinggo, Minggu (12/4/2026).
Didit juga mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan tersebut. Ia bahkan menyinggung kasus tragis yang pernah terjadi di Lumajang.
“Kami tidak ingin peristiwa ‘Salim Kancil’ terulang di Probolinggo. Pemerintah harus segera bertindak sebelum situasi semakin tidak terkendali,” tegasnya.
Menurutnya, jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum, pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi damai di depan Mapolres dan DPRD Kabupaten Probolinggo dalam waktu dekat.
Menanggapi hal ini, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Bupati Probolinggo serta Direktur Utama PT Bahtera Kurnia Abadi guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi terkait insiden tersebut serta legalitas dan pengelolaan aktivitas tambang di lokasi dimaksud.
Namun hingga berita ini ditayangkan, baik pihak Pemerintah Kabupaten Probolinggo maupun manajemen PT Bahtera Kurnia Abadi belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat juga belum mendapat respons meskipun terpantau telah diterima (centang dua).
Situasi ini menambah sorotan publik terhadap penanganan konflik tambang di Sungai Pancarglagas, sekaligus menunggu langkah tegas dari pihak berwenang guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
(Tim investigasi gabungan media online Nusantara/**)






