<a href="https://investigasi88.com/pemkab-probolinggo-perbaiki-distribusi-mbg-prioritaskan-keamanan-siswa/”>PROBOLINGGO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo melaksanakan Pembinaan Lanjutan Fisik, Mental dan Disiplin (FMD) serta prosesi pembaretan bagi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan pemasyarakatan, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebelum para CASN resmi menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menjelaskan bahwa rangkaian pembinaan diawali dengan upacara pembukaan dan tes psikologi yang bertujuan mengukur kesiapan mental, karakter, serta kepribadian para peserta.
“Peserta mengikuti tes psikologi sebagai bagian dari upaya mengetahui kesiapan mental dan kepribadian mereka sebelum menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan,” ujar Galih.
Setelah itu, para peserta mengikuti sejumlah kegiatan fisik dan pembinaan kedisiplinan, di antaranya long march, latihan baris-berbaris, serta dinamika kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun ketahanan fisik, memperkuat mental, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan jiwa korsa di kalangan peserta.
Menurut Galih, pembinaan tersebut menjadi bekal penting bagi para CASN dalam menghadapi tantangan tugas di lingkungan pemasyarakatan yang menuntut profesionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab tinggi.
“Peserta akan mengikuti long march, pelatihan baris-berbaris serta dinamika kelompok yang bertujuan membangun ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan dan jiwa korsa sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” jelasnya.
Pada malam hari, kegiatan berlanjut dengan api unggun dan perenungan yang berlangsung dalam suasana khidmat. Momen tersebut dimanfaatkan peserta untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.
Galih menilai kegiatan perenungan memiliki nilai strategis dalam menanamkan semangat pengabdian, integritas, dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh oleh setiap insan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan kesempatan untuk memaknai arti pengabdian, tanggung jawab serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas kedinasan,” katanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara pembaretan sebagai simbol keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh tahapan pembinaan fisik, mental, dan disiplin. Prosesi tersebut juga menjadi penanda awal perjalanan para CASN memasuki dunia pengabdian sebagai insan pemasyarakatan.
Galih berharap pembinaan lanjutan FMD dan pembaretan mampu melahirkan sumber daya manusia pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, serta memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat dalam menjalankan tugas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mencetak insan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, tangguh secara fisik dan mental serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Pembinaan lanjutan FMD dan pembaretan menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan CASN sebelum resmi bertugas di lingkungan pemasyarakatan. Dengan bekal disiplin, integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian yang kuat, para calon petugas diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
(Bambang)
- Mediasi Gagal, Supplier Beras di Probolinggo Ancam Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penggelapan
- AWPR Soroti Dugaan Salah Tuduh Konsumen Lansia di Super Indo Kota Probolinggo, Bukti CCTV Dipertanyakan
- Monev Dana Desa Tahap I 2026, Pemdes Karanggeger dan Kecamatan Pajarakan Perkuat Tata Kelola Keuangan Desa














Respon (2)