banner 728x250

Harlah ke-68 Yayasan Raudlatul Ulum Ar Rosyidiah Angkat Tema Budaya Nusantara, Kenang Jasa Pendiri dan Perkuat Nilai Keislaman

Harlah ke-68 Yayasan Raudlatul Ulum Ar Rosyidiah Angkat Tema Budaya Nusantara, Kenang Jasa Pendiri dan Perkuat Nilai Keislaman
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Yayasan Raudlatul Ulum Ar Rosyidiah yang berlokasi di Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-68 pada Senin hingga Selasa, 8-9 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para pendiri yayasan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Budaya Nusantara”, peringatan Harlah ke-68 ini diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang menghadirkan sejumlah muballigh terkemuka. Mereka di antaranya KH. M. Amin Qhutbi dari Sentong, Kecamatan Krejengan, KH. Akhsan Hasan Malik atau yang akrab disapa Gus Alek dari Pondok Pesantren Genggong, Kecamatan Pajarakan, serta Habib Taufiq Abdurrahman Ba’aly.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi ajang silaturahmi antara keluarga besar yayasan, para alumni, santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya.

Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa peringatan Harlah ke-68 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri yayasan sejak puluhan tahun lalu.

“Momentum harlah ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar yayasan agar senantiasa menjaga amanah para pendiri dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, para muballigh mengajak jamaah untuk terus menjaga persatuan umat, memperkuat akhlak generasi muda, serta melestarikan budaya Nusantara yang selaras dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Tema Budaya Nusantara dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia. Selain itu, tema tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya yang diwariskan para leluhur tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam.

Peringatan Harlah ke-68 Yayasan Raudlatul Ulum Ar Rosyidiah diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen seluruh elemen yayasan dalam melanjutkan perjuangan para pendiri yang telah meletakkan fondasi pendidikan dan dakwah bagi generasi penerus.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Raudlatul Ulum Ar Rosyidiah menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang berkontribusi dalam mencetak generasi berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjaga nilai-nilai budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman. (Bambang/**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *