banner 728x250

Bantul Catat 161 Hari Tanpa Hujan, BMKG Soroti Kemunduran Musim Hujan DIY

Bantul Catat 161 Hari Tanpa Hujan, BMKG Soroti Kemunduran Musim Hujan DIY
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Bantul | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, mengalami 161 hari tanpa hujan berdasarkan pemutakhiran data hingga Dasarian I Oktober 2026. Catatan tersebut menempatkan Pajangan sebagai wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang di Indonesia selama El Niño 2026. Durasi itu menunjukkan betapa panjangnya kondisi kering yang dialami kawasan tersebut, sekaligus menjadi perhatian dalam pemantauan iklim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Yogyakarta, Mamenun, menjelaskan bahwa periode tanpa hujan di Pajangan berlangsung sejak musim kemarau dan terus berlanjut ketika El Niño berada pada level sangat kuat. Dengan demikian, panjangnya rentang kering tidak hanya berkaitan dengan karakter musim kemarau, tetapi juga berlangsung di tengah pengaruh kondisi iklim yang meningkatkan risiko kekeringan. Pemutakhiran data BMKG membantu menggambarkan perkembangan situasi dari waktu ke waktu.

banner 325x300

Di wilayah Bantul lainnya, pos SDA Pundong mencatat 159 hari tanpa hujan. Angka tersebut hanya terpaut dua hari dari catatan BPP Pajangan, sehingga Pundong juga termasuk lokasi dengan periode kering yang sangat panjang. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa kondisi tanpa hujan tidak terbatas pada satu titik pengamatan saja, meskipun lamanya berbeda satu lokasi dan lokasi lainnya.

BMKG juga mencatat pos-pos pengamatan lain di DIY telah mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. Durasi di setiap pos bervariasi, sehingga tingkat dan lamanya kondisi kering tidak seragam di seluruh wilayah. Data tersebut menjadi dasar penting untuk mengenali sebaran periode kering dan memahami bahwa sebagian lokasi menghadapi rentang tanpa hujan yang jauh lebih lama dibandingkan lokasi lain. Di catatan yang dihimpun hingga Dasarian I Oktober, Pajangan tetap menonjol dengan 161 hari, disusul Pundong dengan 159 hari. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi hujan dan perkembangan musim di wilayah DIY.

Meski Bantul telah mencatat 161 hari tanpa hujan, periode kering tersebut belum menyamai catatan terpanjang yang pernah terjadi di wilayah DIY. Pada 2015, sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan hingga 245 hari. Peristiwa itu berlangsung ketika El Niño juga terjadi dan berkontribusi terhadap kondisi kering yang berkepanjangan. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa catatan tahun ini masih berada di bawah rekor tersebut, tetapi lamanya periode tanpa hujan tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat dan sektor yang bergantung pada ketersediaan air.

BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 di DIY akan datang lebih lambat daripada rata-rata klimatologis periode 1991–2020. Kemunduran diperkirakan setidaknya tiga dasarian, atau sekitar 30 hari. Dasarian merupakan rentang waktu sepuluh hari yang digunakan dalam pemantauan dan prakiraan iklim. Dengan perkiraan itu, hujan yang menandai dimulainya musim hujan berpotensi baru terjadi sekitar satu bulan setelah waktu normal. Namun, waktu mulai hujan dapat berbeda antardaerah, sehingga perkembangan kondisi setempat tetap perlu dipantau.

Mamenun mengaitkan potensi mundurnya musim hujan tersebut dengan El Niño yang masih sangat kuat. Fenomena ini diprediksi bertahan hingga awal 2027, sehingga pengaruhnya terhadap pola hujan diperkirakan belum segera berakhir. Kondisi El Niño dapat mengurangi peluang hujan dan memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah, meskipun dampaknya tidak selalu sama pada setiap lokasi. Karena itu, perkiraan mundur sekitar 30 hari perlu dipahami sebagai gambaran untuk wilayah DIY berdasarkan kondisi iklim, bukan kepastian bahwa seluruh daerah akan mengalami awal musim hujan pada tanggal yang seragam.

Jika periode kering berlanjut, dampaknya dapat dirasakan pada ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, serta kegiatan lain yang memerlukan pasokan air. Masyarakat dan pemerintah daerah dapat menggunakan informasi iklim BMKG sebagai dasar untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, termasuk dengan memperhatikan pengelolaan sumber air dan pembaruan prakiraan. Walaupun catatan 161 hari tanpa hujan belum melampaui rekor 2015, kombinasi hari kering yang panjang dan prediksi awal musim hujan yang mundur menjadi alasan untuk tetap . Pemantauan berkala diperlukan agar langkah penyesuaian dapat mengikuti perkembangan hujan aktual di masing-masing wilayah.

Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat suhu maksimum di wilayah DIY mencapai 35,2 derajat Celsius pada 3 Oktober 2026. Berdasarkan data yang disampaikan, angka tersebut merupakan suhu tertinggi sepanjang 2026 hingga waktu pencatatan. Kondisi ini terjadi ketika wilayah Bantul dan sejumlah daerah lain di DIY masih menghadapi periode kering, sementara potensi suhu panas pada Oktober diperkirakan tetap tinggi.

Tingginya suhu dipengaruhi beberapa faktor atmosfer dan kondisi musim. Pada periode ini, gerak semu matahari berada di selatan ekuator dan melintasi Pulau Jawa. Posisi tersebut membuat DIY menerima radiasi matahari secara maksimal. Energi matahari yang kuat dapat meningkatkan pemanasan permukaan, terutama ketika kondisi langit mendukung paparan sinar yang lebih lama.

Tutupan awan yang minim menjadi salah satu kondisi yang membuat sinar matahari lebih intens mencapai permukaan. Awan biasanya dapat mengurangi sebagian radiasi yang diterima tanah, sehingga ketika jumlahnya terbatas, pemanasan pada siang hari berlangsung lebih kuat. Pengaruh ini dapat terasa semakin jelas selama kemarau, ketika hujan jarang turun dan permukaan tidak mendapat pendinginan dari awan tebal maupun hujan.

Kemarau dan fenomena El Niño turut mengurangi peluang terjadinya hujan. Minimnya hujan memperpanjang kondisi kering dan dapat mendukung kenaikan suhu pada siang hari. Selain itu, kelembapan udara yang rendah membuat udara terasa lebih kering. Rangkaian faktor tersebut menjelaskan mengapa cuaca panas dapat bertahan meski nilai suhu harian bisa berbeda menurut lokasi dan waktu pengamatan.

Meski mencapai 35,2 derajat Celsius, suhu maksimum tahun ini belum melampaui catatan historis 36,8 derajat Celsius yang terjadi pada 12 Oktober 2024. Rekor itu tercatat dalam periode pengamatan 2015–2025. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa suhu tertinggi pada 2026 sejauh ini masih berada di bawah rekor sebelumnya, tetapi kondisi panas pada Oktober tetap perlu dicermati seiring berlanjutnya kemarau dan peluang hujan yang terbatas.

Di tengah periode kering dan suhu udara yang tinggi, BMKG mengingatkan bahwa cuaca dapat berubah secara lokal. Pada 13–19 Oktober 2026, sejumlah wilayah berpeluang mengalami hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini bisa terjadi meskipun sebagian daerah masih merasakan panas dan belum menerima hujan dalam waktu lama. Karena itu, warga perlu memperhatikan prakiraan dan peringatan cuaca setempat, terutama sebelum bepergian atau melakukan kegiatan di luar ruangan.

Paparan panas berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas. Sebisa mungkin, batasi kegiatan langsung di bawah terik matahari, khususnya pada siang hari ketika suhu biasanya terasa lebih tinggi. Jika aktivitas luar ruang tidak dapat dihindari, atur waktu kegiatan dan sisipkan jeda untuk beristirahat di tempat teduh. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi paparan panas, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang bekerja di luar ruangan.

Pastikan kebutuhan air tubuh tercukupi dengan minum secara berkala, tanpa menunggu hingga merasa sangat haus. Saat berada di luar, gunakan topi atau payung untuk mengurangi paparan sinar matahari, serta tabir surya sebagai perlindungan bagi kulit. Kenali pula tanda tubuh mulai terdampak panas, seperti rasa haus berlebihan, lemas, pusing, sakit kepala, atau tubuh terasa sangat tidak nyaman. Jika keluhan muncul setelah terpapar suhu tinggi, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk.

Baca juga: Empat Hari Tanpa Air Bersih, Warga Titi Manirah Soroti Distribusi PDAM Tirta Keumuning dan Minta Wali Kota Turun Tangan

banner 325x300