Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli mendukung penyediaan Gerai Cerdas Peka di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang edukasi dan diskusi mengenai keuangan digital bagi konsumen. Peresmian gerai berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair pada Jumat (2/10). Kehadiran fasilitas ini menempatkan kampus sebagai salah satu ruang bagi masyarakat, khususnya lingkungan akademik, untuk memperoleh informasi dan membahas persoalan yang berkaitan dengan layanan keuangan digital.
Nama Cerdas Peka merupakan singkatan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia—Peduli, Kenali, Adukan. Nama itu mencerminkan tiga unsur yang menjadi landasan gerai, yaitu edukasi, ruang dialog yang aman, serta dorongan agar konsumen memiliki kepedulian terhadap hak dan keamanan dalam menggunakan layanan keuangan. Melalui pemahaman yang lebih baik, konsumen diharapkan dapat mengenali informasi maupun risiko yang berkaitan dengan transaksi digital, serta mengetahui langkah yang dapat ditempuh apabila menghadapi masalah.
Dukungan BRI Peduli terhadap Gerai Cerdas Peka juga mempertemukan agenda edukasi konsumen dengan lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa dan komunitas kampus dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk berdiskusi dan memperluas pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan secara cermat. Unsur “Adukan” dalam konsep Cerdas Peka menegaskan pentingnya mengetahui saluran yang tepat untuk menyampaikan pengaduan ketika konsumen mengalami kendala. Dengan demikian, gerai ini tidak hanya memperkenalkan pengetahuan, tetapi juga mengangkat aspek perlindungan konsumen dan akses terhadap informasi. Peresmian di Unair menandai dukungan BRI melalui TJSL bagi hadirnya ruang edukasi keuangan digital yang mengedepankan pendekatan inklusif dan aman bagi semua konsumen Indonesia.
Gerai edukasi keuangan digital di Universitas Airlangga (Unair) merupakan bagian dari inisiatif Bank Indonesia dalam Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK). Gerakan ini dirancang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan digital sekaligus mendorong kesadaran terhadap hak dan tanggung jawab konsumen. Pengembangan gerai dilakukan melalui kolaborasi Bank Indonesia dengan Universitas Airlangga dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dengan dukungan BRI. Kehadiran berbagai pihak dalam inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan bersama untuk menyediakan ruang edukasi yang dekat dengan lingkungan kampus dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperoleh informasi mengenai penggunaan layanan keuangan secara bijak.
Peresmian gerai dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Unair Ardianto. Kehadiran perwakilan dari bank sentral, industri perbankan, dan perguruan tinggi menandai keterlibatan lintas lembaga dalam pelaksanaan Geber PK. Dalam kerangka kolaborasi ini, Bank Indonesia menginisiasi gerakan, sementara Unair dan Perbanas turut mengembangkan ruang edukasi tersebut bersama BRI sebagai pihak yang memberikan dukungan. Susunan kolaborasi itu menghubungkan edukasi konsumen dengan lingkungan akademik dan sektor jasa keuangan.
Ruang edukasi di kampus dapat menjadi titik temu bagi mahasiswa dan pengunjung yang ingin mengenali aspek penting dalam aktivitas keuangan digital. Materi edukasi pelindungan konsumen dapat membantu masyarakat memahami informasi layanan, mengenali risiko, serta mempertimbangkan langkah yang tepat sebelum bertransaksi. Melalui Geber PK, penyampaian pengetahuan diharapkan berlangsung secara lebih terarah dan mudah dijangkau. Dukungan BRI terhadap gerai di Unair menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam upaya kolaboratif tersebut. Sinergi Bank Indonesia, perguruan tinggi, Perbanas, dan BRI juga membuka ruang bagi edukasi yang berkesinambungan, sehingga konsumen dapat membangun pemahaman yang lebih baik ketika menggunakan produk dan layanan keuangan digital.
Gerai edukasi keuangan digital di Universitas Airlangga berfungsi sebagai ruang belajar yang membantu sivitas akademika memahami perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga membuka kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai penggunaan layanan secara bijak. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan dapat memanfaatkan gerai tersebut sebagai tempat bertanya, berbagi pengalaman, dan memperkuat pemahaman sebelum mengambil keputusan keuangan. Dengan akses bagi beragam kelompok di lingkungan kampus, edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang dan mendorong kebiasaan menggunakan layanan digital secara bertanggung jawab.
Materi yang diperkuat mencakup pemahaman atas produk dan layanan keuangan, termasuk karakteristik, manfaat, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang menggunakannya. Pengunjung juga dapat mempelajari pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta melindungi transaksi dari risiko penyalahgunaan. Pengetahuan mengenai hak dan kewajiban konsumen menjadi bagian penting agar pengguna memahami posisi dan tanggung jawabnya dalam hubungan dengan penyedia layanan. Pembelajaran tersebut relevan karena kemudahan transaksi digital perlu diimbangi dengan kecermatan membaca informasi, menilai kebutuhan, dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Pendekatan Peduli, Kenali, Adukan menjadi panduan praktis dalam membangun kewaspadaan. Peduli berarti menjaga data pribadi, seperti informasi identitas dan akses akun, serta tidak membagikannya secara sembarangan. Kenali mengajak pengguna memahami karakteristik layanan keuangan digital, memeriksa informasi yang tersedia, dan mempertimbangkan risiko sebelum menyetujui transaksi atau menggunakan produk. Sementara itu, Adukan menekankan pentingnya mengetahui jalur pengaduan yang dapat ditempuh ketika terjadi kendala, transaksi mencurigakan, atau dugaan penyalahgunaan. Dengan memahami langkah yang tepat, konsumen dapat merespons masalah secara lebih terarah. Melalui kegiatan belajar, diskusi, dan konsultasi, gerai ini diharapkan membantu warga kampus membangun literasi yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari. Penguatan tersebut mendukung penggunaan layanan keuangan digital yang lebih aman, kritis, dan sesuai kebutuhan.
BRI berharap kehadiran ruang edukasi keuangan digital di Universitas Airlangga dapat membantu mahasiswa membangun kecakapan finansial yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Melalui kegiatan belajar dan diskusi, mahasiswa diharapkan memahami cara mengelola uang, mengenali risiko transaksi digital, serta menilai berbagai pilihan keuangan secara lebih kritis. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan dengan cermat, baik ketika menggunakan layanan pembayaran maupun saat merencanakan kebutuhan dan tujuan finansial. Dengan pemahaman yang memadai, generasi muda juga diharapkan lebih siap menghadapi perubahan layanan keuangan yang berlangsung cepat.
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., menekankan bahwa gerai ini tidak hanya dimaksudkan sebagai fasilitas baru di lingkungan kampus. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan memperoleh perlindungan bagi generasi muda di tengah berkembangnya ekosistem keuangan serta transaksi digital. Pendekatan ini penting agar kemudahan layanan berjalan seiring dengan pemahaman mengenai keamanan, tanggung jawab, dan hak pengguna. Mahasiswa dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk bertanya, bertukar pandangan, dan memperluas wawasan sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Dengan begitu, edukasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi turut mendorong kebiasaan yang lebih bijak dan aman.
BRI juga berharap mahasiswa yang memperoleh manfaat dari program ini dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Mereka dapat membagikan pengetahuan kepada teman sebaya dan komunitas, termasuk mengenai penggunaan transaksi digital secara bertanggung jawab. Kontribusi ruang edukasi ini sejalan dengan upaya memperkuat inklusi keuangan dan membangun ekosistem pembayaran digital yang aman. Program tersebut juga dapat mendukung kewirausahaan mahasiswa melalui peningkatan kapasitas digital dan finansial sivitas akademika. Dalam cakupan yang lebih luas, inisiatif ini menghubungkan sektor pendidikan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif, pelindungan konsumen, dan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: Dukung program Ketahanan Pangan, Polsek Ngadiluwih Dampingi dan Edukasi Hama ke Kelompok Tani | Profil dan Karier Suahasil Nazara, Menteri Keuangan Terbaru Indonesia | Transformasi TPHP Cengkareng Menjadi Destinasi Edukasi











