PROBOLINGGO – Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo, Letkol Arh Iwan Hermaya, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo turun langsung ke lokasi terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Tiris dan Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (13/12).
Kehadiran Dandim bersama Forkopimda tersebut diwujudkan melalui kegiatan karya bakti penanganan bencana, sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Di sela kegiatan, Letkol Arh Iwan Hermaya menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama bagi warga yang sempat terisolasi akibat rusaknya akses penghubung.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan masyarakat yang terdampak dan sempat terisolasi bisa mendapatkan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, termasuk perhatian bagi anak sekolah serta ibu hamil,” ujar Letkol Arh Iwan Hermaya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kodim 0820/Probolinggo bersama unsur terkait telah menyiapkan jembatan darurat, mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan, pakan ternak, serta kebutuhan pokok lainnya guna menjaga keberlangsungan hidup warga pascabencana.
Terkait penyebab banjir, Dandim menjelaskan bahwa tingginya debit air menjadi faktor dominan terjadinya bencana. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memperparah kondisi.
“Debit air memang sangat besar. Kami berharap tidak ada aktivitas ilegal logging atau penyebab lain. Sementara ini tidak ditemukan gelondongan kayu, meskipun ada beberapa pohon yang tercabut dan terbawa arus,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dandim memastikan akan dilakukan pengecekan lanjutan di wilayah hulu sungai untuk memastikan tidak terjadi perubahan geometri sungai yang berpotensi memicu banjir susulan.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arh Iwan Hermaya juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang dinilai telah sigap dan mandiri dalam melakukan evakuasi saat air mulai naik.
“Yang membuat kami bangga, masyarakat desa sudah semakin siap menghadapi kondisi darurat. Begitu air naik, evakuasi langsung dilakukan. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang tercatat, kecuali satu korban di Dusun Puncaksari yang telah mendapatkan penanganan,” ungkapnya.
Didampingi Bupati Probolinggo dan jajaran Forkopimda, Dandim 0820/Probolinggo memastikan bahwa seluruh jembatan yang terdampak banjir akan dibangun kembali dengan standar yang lebih tinggi dan lebih tangguh, guna meminimalkan risiko kerusakan serupa di masa mendatang.
“Semua jembatan harus dibangun lebih tinggi dan lebih kuat agar tidak mudah terdampak banjir. Ini menjadi evaluasi penting untuk pembangunan infrastruktur ke depan,” tegasnya.
Adapun sasaran utama kegiatan karya bakti meliputi pembersihan material longsor yang menutup akses jalan di sejumlah titik sepanjang jalur Desa Tiris dan Desa Andungbiru. Selain itu, personel TNI bersama unsur terkait juga membantu membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga, melakukan perbaikan sementara rumah yang tergerus air, serta pembangunan jembatan darurat sebagai akses penghubung antarwilayah.
Tak hanya itu, bantuan berupa paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral agar warga dapat segera bangkit dari dampak bencana.
Karya bakti tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan bencana, sekaligus menegaskan komitmen Kodim 0820/Probolinggo dalam hadir dan membantu warga di saat kondisi darurat.
(Bambang/Pendim0820)






