banner 728x250

Danramil 0820/08 Sukapura: Retret Guru Jadi Fondasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Danramil 0820/08 Sukapura: Retret Guru Jadi Fondasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO — Upaya penguatan karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan tenaga pendidik terus digalakkan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui kegiatan retret yang diikuti para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo, dengan fasilitasi dari Kodim 0820/Probolinggo melalui jajaran Koramil.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Danramil 0820-08/Sukapura, Kapten Arm Imam Wahyudi, yang menegaskan pentingnya peran strategis guru sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

banner 325x300

Menurut Kapten Imam, pelaksanaan retret bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik. Guru dituntut tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kedisiplinan di tengah masyarakat.

“Retret ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas para guru. Seluruh anggota PGRI harus siap memperkokoh peran organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah teritorial Kabupaten Probolinggo,” ujar Kapten Imam Wahyudi, Selasa (6/1).

Ia menekankan bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah profesi guru sekaligus memastikan kualitas pendidikan terus meningkat seiring tantangan zaman. Untuk itu, soliditas internal dan kesatuan visi menjadi kunci utama.

Kapten Imam juga mengaitkan penguatan karakter guru dengan arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Guru dinilai memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang adaptif, berdaya saing, dan berintegritas tinggi.

“Retret bukan hanya sekadar kegiatan tahunan. Ini adalah ruang jeda untuk membangun karakter profesional guru, karakter yang kuat, adaptif, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik maupun masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, perwira yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menyoroti pentingnya kolaborasi antarguru serta peningkatan kompetensi berkelanjutan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan ke depan membutuhkan tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki kecakapan sosial dan kepemimpinan yang mumpuni.

“Kami akan terus membuka ruang penguatan kapasitas tenaga pendidik. Kolaborasi antara TNI dan PGRI ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter,” kata Kapten Imam.

Ia menambahkan, keteladanan guru memiliki dampak luas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, integritas dan kedisiplinan guru harus terus dijaga dan ditumbuhkan melalui kegiatan-kegiatan pembinaan seperti retret.

Pemerintah, lanjut Kapten Imam, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PGRI Kabupaten Probolinggo dalam membangun karakter dan profesionalisme guru. Retret ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya tenaga pendidik yang lebih tangguh, kompak, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap akan lahir guru-guru yang memiliki integritas tinggi, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan demi masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. (Bambang/Pendim0820)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *