<a href="https://investigasi88.com/dinsos-kabupaten-<a href="https://investigasi88.com/dp3ap2kb-kabupaten-probolinggo-matangkan-sekber-sekolah-ramah-anak/”>probolinggo-monitoring-penyaluran-blt-dbhcht-buruh-rokok-lintas-domisili/”>Probolinggo – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan LSP PARESTA menggelar program kolaborasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan (SKKBK) Tahun 2026 dengan skema uji pemandu ekowisata muda di Wisma Utcik Sukapura Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten, profesional dan memiliki standar pelayanan yang baik guna mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
Acara ini dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata Frianty Kartika Widhi, Direktur LSP PARESTA Eko Mujiono, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Kabupaten Probolinggo Umi Subiyantiningsih dan para asesor sertifikasi.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari unsur Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan pelaku usaha wisata. Mereka mengikuti seluruh tahapan kegiatan mulai pra asesmen hingga proses asesmen bersama asesor sertifikasi.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Umi Subiyantiningsih menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, LSP Pariwisata Semesta Nusantara dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Namun pembangunan pariwisata tidak hanya cukup didukung oleh destinasi wisata yang menarik, tetapi juga harus ditopang oleh sumber daya manusia pariwisata yang unggul dan tersertifikasi,” ujarnya.
Umi menegaskan sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bentuk pengakuan atas kemampuan, keterampilan dan profesionalisme pelaku wisata dalam menjalankan tugasnya.
“Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan terhadap kemampuan dan profesionalisme pelaku pariwisata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.
Lebih lanjut Umi menjelaskan bahwa skema uji pemandu ekowisata muda sangat relevan dengan arah pembangunan pariwisata Kabupaten Probolinggo yang memiliki potensi wisata alam dan ekowisata cukup besar, mulai kawasan pegunungan, desa wisata hingga kawasan unggulan Bromo Tengger Semeru.
“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir lebih banyak pemandu ekowisata muda yang kompeten, tersertifikasi dan siap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepariwisataan di Kabupaten Probolinggo. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan pariwisata daerah agar semakin maju, profesional dan berdaya saing,” pungkasnya.(Bambang)













Respon (1)