banner 728x250

‎Limbah Program MBG di Liprak Kidul Dikeluhkan Bau Busuk, Resahkan Warga

‎Limbah Program MBG di Liprak Kidul Dikeluhkan Bau Busuk, Resahkan Warga
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, kini tengah menjadi sorotan. Bukan karena menu gizinya, melainkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Aliran selokan di sekitar lokasi operasional dilaporkan mengeluarkan aroma busuk menyengat yang mengganggu warga serta pelaku usaha setempat.

‎​Persoalan ini mencuat setelah rekaman video yang memperlihatkan kondisi selokan yang diduga tercemar limbah viral di berbagai grup WhatsApp. Berdasarkan kesaksian warga, penurunan kualitas lingkungan ini mulai dirasakan sejak fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi sekitar tiga bulan lalu.

‎​Meiru Adivonata, seorang karyawan ekspedisi yang kantornya berada tepat di depan titik pencemaran, mengaku produktivitas kerjanya terganggu akibat aroma tidak sedap tersebut.

‎​”Sangat bau dan mengganggu. Saya sudah dua tahun beraktivitas di sini dan sebelumnya tidak pernah ada masalah. Kondisi berubah drastis sejak aktivitas MBG dimulai tiga bulan terakhir,” keluh Meiru kepada awak media.
‎​
‎​Menanggapi keluhan yang meluas, pihak pengelola melalui Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Farah, memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya kendala teknis pada sistem pembuangan sisa produksi.

‎​Pihak SPPG menyatakan telah melakukan pengecekan lapangan, namun mengakui bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia belum berfungsi secara maksimal.

‎​Status IPAL Dalam tahap penyesuaian teknis. ​Kendala Proses penyerapan bakteri dan netralisasi limbah membutuhkan waktu untuk mencapai titik optimal. Pihak pengelola berjanji akan terus melakukan perbaikan prosedur pembuangan.

‎​Dampak lingkungan ini memicu kritik keras dari tokoh masyarakat setempat. Barrel, warga Liprak Kidul, menilai bahwa program strategis nasional yang didanai anggaran besar seharusnya sudah melalui perencanaan matang, termasuk aspek amdal (analisis mengenai dampak lingkungan).

‎​”Sangat disayangkan jika hal mendasar seperti pengolahan limbah belum siap. Jangan dipaksakan beroperasi jika pada akhirnya merugikan masyarakat sekitar. Negara sudah mengucurkan anggaran besar, kualitas operasional harus sebanding,” tegas Barrel.

‎​Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Liprak Kidul masih mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui dinas terkait untuk turun tangan. Warga menuntut adanya, Pemeriksaan sampel air selokan secara transparan. Perbaikan sistem drainase agar limbah sisa makanan tidak langsung mencemari pemukiman. Dan memastikan program nasional tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan lingkungan warga lokal.

‎​Warga berharap langkah konkret segera diambil agar niat mulia program Makan Bergizi Gratis tidak tercoreng oleh masalah sanitasi yang buruk. ( Bambang )

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *