banner 728x250

Dony Oskaria Buka Opsi Pengembalian Dana bagi Konsumen LRT City

Dony Oskaria Buka Opsi Pengembalian Dana bagi Konsumen LRT City
banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memberikan keleluasaan kepada konsumen proyek hunian LRT City yang merasa ragu untuk menarik kembali dana mereka. Pelanggan tetap memiliki pilihan untuk mengajukan pengembalian dana atau refund apabila tidak lagi yakin melanjutkan pembelian hunian tersebut. Opsi tersebut disampaikan sebagai bentuk kebebasan bagi konsumen dalam menentukan keputusan terkait dana dan rencana kepemilikan mereka di proyek LRT City.

Meski demikian, Dony mengimbau konsumen agar mempertimbangkan keputusan itu secara matang. Menurutnya, harga hunian berpotensi meningkat pada masa mendatang. Karena itu, konsumen perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan harga sebelum memutuskan untuk mengembalikan dana yang telah disetorkan. Pilihan refund memang tetap tersedia, tetapi keputusan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi apabila harga properti mengalami kenaikan.

banner 325x300

Dony mengingatkan bahwa konsumen yang sebelumnya membeli hunian dengan harga lebih rendah dapat berada dalam posisi yang merugikan jika memilih mengembalikan dana. Apabila pada kemudian hari mereka membutuhkan hunian lain, konsumen tersebut berpotensi harus membeli dengan harga yang lebih mahal. Dengan demikian, pengembalian dana dapat membuat konsumen kehilangan kesempatan memperoleh hunian pada harga pembelian sebelumnya dan menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk mendapatkan pilihan lain.

Hal tersebut disampaikan Dony kepada wartawan di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski pada Kamis, 8 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa konsumen tetap diberi keleluasaan untuk memilih, termasuk mengajukan refund, namun keputusan itu sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kenaikan harga hunian pada waktu mendatang. Peringatan tersebut berfokus pada risiko finansial yang mungkin muncul apabila dana dikembalikan dan konsumen kemudian perlu membeli hunian lain dengan harga yang lebih tinggi.

Imbauan mengenai opsi pengembalian dana bagi konsumen LRT City disampaikan setelah Danantara menyatakan komitmennya untuk turun tangan langsung dalam penyelesaian proyek hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal tersebut. Pernyataan ini menjadi penanda bahwa penyelesaian proyek kembali mendapat perhatian langsung dari pihak yang berkomitmen untuk memastikan keberlanjutannya.

Sebelumnya, pembangunan LRT City berada dalam ketidakpastian. Dalam perkembangan terbaru, Dony Oskaria menyampaikan kepastian bahwa pembangunan proyek tersebut akan dimulai kembali pada 1 Oktober 2026. Tanggal itu menjadi acuan yang disampaikan kepada konsumen terkait rencana kelanjutan pembangunan LRT City, setelah adanya komitmen Danantara untuk terlibat langsung dalam penyelesaiannya.

Meski pembangunan dijanjikan kembali berjalan, Dony menegaskan bahwa konsumen tetap memiliki pilihan. Konsumen dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan kepesertaan dalam proyek sesuai rencana pembangunan yang telah disampaikan, atau memilih opsi pengembalian dana. Dengan demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing konsumen, berdasarkan pertimbangan mereka terhadap kepastian yang diberikan.

Di sisi lain, Dony menegaskan komitmen pihaknya untuk tetap mengembangkan LRT City sesuai rencana dan tanggal pembangunan yang telah disebutkan. Komitmen tersebut berjalan bersamaan dengan pemberian ruang bagi konsumen untuk menentukan pilihan. Artinya, penyampaian opsi refund tidak serta-merta mengubah komitmen pengembangan proyek, melainkan menjadi bagian dari sikap terbuka kepada konsumen setelah adanya kepastian mengenai waktu pembangunan kembali.

Dengan adanya pernyataan tersebut, konsumen memperoleh dua kepastian utama: proyek direncanakan kembali dimulai pada 1 Oktober 2026, dan pilihan pengembalian dana tetap tersedia. Dony menyampaikan posisi itu sebagai bentuk penghormatan terhadap keputusan konsumen, sekaligus menegaskan bahwa pengembangan LRT City tetap akan diupayakan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Dony Oskaria menyatakan bahwa Danantara tidak mempermasalahkan apabila banyak konsumen LRT City memilih mengajukan pengembalian dana. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hak konsumen dan tidak akan mengubah komitmen untuk melanjutkan pembangunan hunian. Proyek tetap dinilai memiliki prospek yang kuat karena berada di lokasi yang sangat strategis, didukung akses yang mudah, serta berpotensi menjadi kawasan terpadu. Danantara juga menyiapkan area komersial di sekitar proyek yang akan dikembangkan untuk melengkapi kebutuhan penghuni dan meningkatkan aktivitas kawasan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran konsumen yang muncul akibat berbagai hambatan sebelumnya. Sebagian pelanggan menilai pengalaman tersebut telah menimbulkan ketidakpastian, terutama terkait perkembangan proyek dan pemenuhan janji yang pernah disampaikan. Dony memastikan kendala yang mengecewakan pelanggan tidak boleh terulang. Karena itu, keberlanjutan pembangunan perlu disertai perbaikan pengelolaan, komunikasi yang lebih terbuka, dan kepastian informasi mengenai tahapan proyek. Langkah tersebut penting agar konsumen dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang jelas, baik ketika mempertahankan pembelian maupun saat mengajukan refund.

Dony menyebut persoalan pada masa lalu berkaitan dengan buruknya tata kelola BUMN yang gagal memenuhi janji kepada konsumen. Atribusi tersebut menjadi penjelasan mengenai sumber kekecewaan pelanggan, sekaligus dasar bagi upaya pembenahan yang kini diperlukan. Dengan tetap menjalankan pembangunan dan membuka ruang bagi pengajuan pengembalian dana, Danantara berupaya menunjukkan bahwa pilihan sebagian konsumen tidak akan menghentikan proyek. Lokasi strategis, kemudahan akses, serta rencana pengembangan area komersial menjadi alasan utama pembangunan tetap dipertahankan. Namun, kepercayaan konsumen akan sangat bergantung pada kemampuan pengelola memenuhi komitmen secara konsisten dan mencegah terulangnya hambatan yang sama.

Dony Oskaria menekankan bahwa persoalan yang muncul dalam kasus LRT City harus menjadi momentum untuk mempercepat transformasi BUMN. Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan melalui penyelesaian masalah yang terlihat di permukaan, tetapi juga harus menyentuh cara kerja, pengawasan, serta pengambilan keputusan di dalam institusi. Transformasi diperlukan agar kesalahan yang pernah terjadi tidak kembali berulang dan menimbulkan kekecewaan bagi konsumen.

Ia menyampaikan bahwa saat ini dirinya berfokus membenahi berbagai kesalahan masa lalu BUMN yang telah mengecewakan banyak konsumen. Proses tersebut mencakup peninjauan terhadap persoalan yang belum terselesaikan, peningkatan tanggung jawab setiap unit, serta perbaikan kualitas pelayanan. Langkah itu dipandang penting karena setiap keputusan dan layanan perusahaan milik negara berhubungan langsung dengan kepercayaan publik.

Dony juga meminta seluruh tim untuk menjaga kualitas dalam setiap tahapan pekerjaan. Ia mengingatkan bahwa persoalan yang terjadi bukan hanya berkaitan dengan satu proyek atau satu kelompok kerja, melainkan menyangkut nama baik institusi. Karena itu, setiap pihak dituntut bekerja lebih cermat, memastikan standar dipenuhi, dan tidak mengabaikan dampak keputusan terhadap konsumen.

Penekanannya menunjukkan bahwa kesalahan masa lalu harus diselesaikan secara bertanggung jawab. BUMN juga tidak boleh menjalankan pola kerja seperti sebelumnya apabila pola tersebut terbukti menimbulkan persoalan dan kekecewaan. Perubahan harus diterapkan secara konsisten melalui perbaikan proses, penguatan pengawasan, serta komitmen seluruh tim untuk mempertahankan kualitas. Dengan pendekatan tersebut, pembenahan institusi diarahkan pada upaya mencegah persoalan serupa kembali muncul, sekaligus menjaga amanah dan reputasi BUMN dalam melayani masyarakat.

banner 325x300