PROBOLINGGO – Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat kembali ditunjukkan Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif. Ia memimpin langsung pengamanan aksi damai dua kelompok masyarakat di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (5/1/2026), guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi damai tersebut berkaitan dengan proses seleksi Direktur Utama Perumdam Tirta Argopuro Kabupaten Probolinggo. Dua kelompok masyarakat hadir dengan pandangan yang berbeda, namun sama-sama menyampaikan aspirasi secara terbuka di ruang publik.
Kelompok Koalisi Masyarakat Independen Probolinggo, yang berjumlah sekitar 100 orang, menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Daerah dan Panitia Seleksi Calon Direktur Utama Perumdam Tirta Argopuro. Sementara itu, Aliansi L3GAM Probolinggo Raya yang terdiri dari sejumlah LSM, dengan jumlah massa sekitar 14 orang, menyampaikan sikap kritis terhadap proses seleksi yang tengah berjalan.
Menyikapi potensi perbedaan pandangan tersebut, Polres Probolinggo menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Sejumlah personel disiagakan untuk melakukan pengaturan arus massa, penyekatan, serta pengamanan di titik-titik strategis guna mencegah terjadinya gesekan antar kelompok.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum adalah untuk menjamin keamanan seluruh pihak tanpa memihak kepentingan tertentu.
“Polri hadir sebagai pelayan masyarakat. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, hak tersebut harus dilaksanakan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas AKBP Latif di sela-sela pengamanan.
Ia juga menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, serta tidak mudah terpancing provokasi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Saya tekankan kepada seluruh anggota agar bertindak profesional, humanis, dan sesuai prosedur. Jangan terpancing emosi atau provokasi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Probolinggo juga mengikuti audiensi bersama perwakilan Koalisi Masyarakat Independen Kabupaten Probolinggo yang digelar di Ruang Argopuro 1 Kantor Bupati Probolinggo. Pada forum itu, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi utama bagi pembangunan daerah dan iklim investasi.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting agar roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Kondusivitas wilayah adalah modal utama pembangunan. Jika situasi aman dan tertib, maka pelayanan publik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan berjalan optimal,” kata AKBP Latif.
Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan melaporkan setiap dugaan tindak pidana secara resmi kepada kepolisian. Ia menegaskan, Polres Probolinggo tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme dan pungutan liar.
“Silakan laporkan secara resmi apabila menemukan dugaan tindak pidana, dengan disertai bukti dan saksi yang jelas. Kami pastikan setiap laporan akan kami tindaklanjuti secara profesional dan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga seluruh rangkaian aksi damai selesai, situasi di sekitar Kantor Bupati Probolinggo terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak terdapat insiden menonjol, dan seluruh massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi cerminan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat, aman, dan beradab di Kabupaten Probolinggo.
(Bambang)






