banner 728x250

Kolaborasi Krom Bank dan Easycash Perluas Penyaluran Kredit dengan Prinsip Selektif

Kolaborasi Krom Bank dan Easycash Perluas Penyaluran Kredit dengan Prinsip Selektif
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Penguatan pendanaan institusional sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan non-bank menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung pertumbuhan kredit yang terukur. Dalam konteks ini, kerja sama bank dengan penyelenggara pinjaman daring (pindar) dapat mempertemukan kapasitas pendanaan perbankan dengan kemampuan platform digital dalam menjangkau calon peminjam. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi kedua pihak untuk berkontribusi sesuai fungsi dan keunggulannya, tanpa mengabaikan kebutuhan untuk menilai kelayakan pembiayaan secara cermat. Dengan demikian, perluasan akses tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan volume penyaluran, tetapi juga pada kualitas proses, kecocokan produk, dan pengendalian risiko sejak awal.

Bank dan pindar memiliki peran serta mekanisme operasional yang berbeda. Bank dapat menyediakan dukungan pendanaan institusional dan menerapkan tata kelola serta praktik pengelolaan risiko perbankan. Sementara itu, penyelenggara pindar dapat menggunakan kanal digital dan proses layanan yang dirancang untuk memudahkan calon nasabah mengakses pembiayaan. Pemanfaatan kemampuan masing-masing pihak berpotensi memperluas jangkauan layanan kepada segmen yang membutuhkan pembiayaan, termasuk mereka yang belum terlayani secara optimal oleh kanal konvensional. Namun, kemitraan bukan pengganti penilaian kredit yang memadai. Penyaluran tetap perlu didasarkan pada informasi yang relevan, pemahaman atas profil peminjam, dan ketentuan yang disepakati oleh pihak-pihak terkait.

banner 325x300

Prinsip selektif menjadi penting agar pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan pemeliharaan kualitas aset. Para pihak perlu menetapkan kriteria penerima pembiayaan, batas eksposur, serta tata cara pemantauan yang sesuai dengan karakteristik produk dan segmen sasaran. Pengelolaan risiko juga mencakup kejelasan tanggung jawab, pertukaran informasi yang memadai, dan mekanisme penanganan apabila terjadi keterlambatan atau gagal bayar. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku serta perlindungan konsumen perlu menjadi bagian dari pelaksanaan kerja sama. Dengan pendekatan kehati-hatian, kemitraan bank dan pindar dapat diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan secara bertanggung jawab, sambil menjaga disiplin dalam menilai risiko dan mempertahankan mutu portofolio kredit.

Kerja sama strategis PT Indonesia Fintopia Technology, pengelola platform pindar Easycash, dan PT Krom Bank Indonesia Tbk atau Krom Bank menggunakan skema loan channeling. Melalui skema ini, kedua institusi dapat berkolaborasi dalam penyaluran pendanaan dengan pembagian peran dan kewenangan yang disepakati. Kemitraan tersebut menghubungkan layanan pendanaan digital Easycash dengan kapasitas Krom Bank sebagai bank digital, dalam kerangka kerja sama yang tunduk pada ketentuan masing-masing pihak. Dengan demikian, penyaluran dana dilakukan berdasarkan kesepakatan dan tata kelola yang berlaku, bukan dengan mengaburkan tanggung jawab setiap institusi. Skema ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi penyedia layanan pindar dan perbankan untuk mendukung penyaluran kredit secara terukur.

Dalam loan channeling, institusi yang bekerja sama dapat berkontribusi sesuai fungsi, kewenangan, dan ketentuan yang telah ditetapkan bersama. Pengaturan tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak dalam menjalankan kerja sama pendanaan, termasuk memastikan bahwa aktivitas penyaluran berlangsung dalam batas tanggung jawab masing-masing. Rincian pelaksanaan mengikuti kesepakatan Easycash dan Krom Bank serta ketentuan yang relevan. Karena itu, skema ini tidak berarti seluruh fungsi atau keputusan berada pada satu pihak. Sebaliknya, kolaborasi dibangun melalui koordinasi sesuai peran yang disetujui, sehingga kontribusi masing-masing institusi tetap berada dalam kerangka kerja yang jelas. Pendekatan ini juga menempatkan kepatuhan pada aturan sebagai bagian penting dari kerja sama.

Easycash dan Krom Bank sama-sama memiliki pengalaman dalam layanan pendanaan digital serta memanfaatkan teknologi dalam kegiatan terkait. Secara umum, teknologi dapat mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana, sesuai dengan penerapan dan kewenangan masing-masing pihak. Pengalaman tersebut menjadi landasan bagi kolaborasi, tanpa mengubah kebutuhan untuk menjalankan penyaluran secara selektif dan sesuai ketentuan. Informasi mengenai kemitraan ini menegaskan kerja sama dalam pendanaan, tetapi tidak merinci tahapan teknis maupun parameter penilaian yang digunakan. Oleh sebab itu, penjelasan mengenai skema sebaiknya dipahami pada tingkat umum: kedua institusi bekerja bersama dalam menyalurkan pendanaan, dengan peran yang disepakati dan dukungan teknologi untuk layanan digital. Kerangka tersebut memungkinkan kolaborasi berlangsung terarah sekaligus menjaga pembagian tanggung jawab yang telah ditentukan.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyampaikan bahwa kemitraan dengan Easycash merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas jaringan mitra penyaluran kredit. Strategi tersebut ditempuh melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial, sehingga Krom Bank dapat mengembangkan jangkauan penyaluran kredit melalui kerja sama dengan mitra yang bergerak di ranah digital. Kemitraan ini menjadi salah satu upaya bank untuk memperkuat kanal distribusi kreditnya.

Menurut Anton, kerja sama dengan Easycash diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan. Harapan itu sejalan dengan upaya Krom Bank dalam mengembangkan bisnis kredit secara terukur, dengan tetap memperhatikan kualitas penyaluran. Kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial juga menjadi bagian dari pendekatan untuk mengembangkan jaringan bisnis, bukan sekadar menambah saluran penyaluran. Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat, 23 Oktober 2026, Anton menempatkan kolaborasi tersebut sebagai salah satu elemen strategi pertumbuhan bank.

Data laporan keuangan bulanan menunjukkan kredit Krom Bank tercatat sebesar Rp11,59 triliun per Agustus 2026. Nilai tersebut meningkat 50,4 persen secara tahunan dibandingkan posisi Rp7,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan kredit perseroan dalam rentang satu tahun. Data ini dapat dibaca bersama penjelasan Anton mengenai perkembangan bisnis kredit dan peran kemitraan, tanpa mengesampingkan pentingnya pertumbuhan yang sehat.

Anton menyatakan bahwa pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan perkembangan bisnis kredit Krom Bank. Ia juga mengaitkannya dengan peran strategis kemitraan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan bisnis. Dengan demikian, kerja sama bersama Easycash berada dalam kerangka strategi yang lebih luas untuk mengembangkan jaringan mitra penyaluran kredit melalui kolaborasi fintech. Krom Bank berharap kemitraan ini mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sementara capaian kredit hingga Agustus 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis yang disampaikan dalam konteks tersebut. Pernyataan bank menekankan hubungan pengembangan jaringan, kemitraan, dan arah pertumbuhan kreditnya.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, memandang kerja sama bank dan penyelenggara pinjaman daring sebagai bentuk sinergi yang memungkinkan kedua pihak memanfaatkan kapabilitas masing-masing. Dalam kolaborasi Krom Bank dan Easycash, pendekatan tersebut menjadi dasar untuk saling melengkapi dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat. Peran setiap institusi dapat berjalan berdampingan, dengan tetap memperhatikan prinsip penyaluran kredit yang selektif.

Menurut pandangan tersebut, sinergi tidak sekadar mempertemukan dua institusi, tetapi juga membuka ruang bagi pemanfaatan kemampuan yang berbeda dalam satu upaya pembiayaan. Bank dan penyelenggara pindar dapat membawa kapabilitas masing-masing ke dalam kerja sama, sehingga layanan yang disediakan dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hubungan saling melengkapi ini menjadi landasan kolaborasi, tanpa mengubah pentingnya kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.

Pandangan Nucky menempatkan kerja sama Krom Bank dan Easycash dalam tujuan yang lebih luas, yakni memperluas layanan pembiayaan melalui kolaborasi antarlembaga. Upaya tersebut bertumpu pada sinergi dan pemanfaatan kapabilitas yang saling melengkapi, sekaligus mengedepankan selektivitas dalam penyaluran kredit. Dengan kerangka itu, kedua institusi berupaya melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat melalui kerja sama, tanpa mengesampingkan pertimbangan dalam proses pemberian kredit. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kemitraan bank dan penyelenggara pindar dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan akses terhadap layanan pembiayaan.

Baca juga: Kolaborasi Strategis Bank BJB dan MNC Finance Beri Dampak Positif | Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras

banner 325x300