BOJONEGORO, – Senyum bahagia terpancar dari wajah Wagini (72), warga RT.010 RW.004, Desa <a href="https://investigasi88.com/jejak-pengabdian-tmmd-129-bojonegoro-berakhir-warga-kesongo-kedungadem-tetap-rindukan-kehadiran-tni/”>Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya yang menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD ke-120 Kodim 0813 Bojonegoro kini telah rampung 100 persen dan siap huni.
Rumah yang sebelumnya memprihatinkan kini telah bersolek menjadi hunian yang kokoh, sehat, dan nyaman.
Dindingnya kini dicat rapi dengan paduan warna biru dan putih, dilengkapi lantai keramik yang bersih serta ventilasi udara yang memadai.
Penyelesaian pembangunan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di pelosok desa.
Wagini tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya saat melihat kondisi rumahnya yang baru. Baginya, bantuan ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan sebuah berkah besar yang memberikan rasa aman bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Rumah saya sekarang sudah selesai dan jauh lebih nyaman. Terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI dan semua pihak yang sudah membantu. Saya sangat senang dan tidak menyangka rumah saya bisa diperbaiki seperti ini,” ungkap Wagini dengan mata berkaca-kaca, Jumat (14/08/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Satgas TMMD, Kodim 0813/Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta warga sekitar yang bergotong-royong tanpa lelah menyelesaikan rumahnya.
Rampungnya RTLH milik Wagini menambah daftar kesuksesan sasaran fisik program TMMD ke-120 di Desa Kesongo.
Selain infrastruktur fasilitas umum, program lintas sektoral ini terbukti sukses meletakkan fondasi kesejahteraan langsung di tingkat keluarga.
Kini, rumah yang berdiri layak dan bersih tersebut menjadi hadiah paling berharga bagi Wagini. Ia berjanji akan merawat hunian baru ini dengan sebaik mungkin agar memberikan manfaat jangka panjang bagi anak cucunya.
Kisah Wagini menjadi refleksi bahwa kehadiran program TMMD di tengah masyarakat bukan sekadar membangun fisik desa, melainkan juga membangun kembali asa dan menghadirkan kebahagiaan nyata bagi warga yang membutuhkan.
- Jaga Warisan TMMD 129 Bojonegoro! Babinsa Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil Pembangunan
- BOJONEGORO, – Wajah bahagia terlihat jelas dari warga masyarakat yang berada di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Jum’at (14/8/2026). Pembangunan sumur bor lengkap dengan jaringan perpipaan instalasi air bersih dan flow meter melalui program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bojonegoro, kini mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat. Kehadiran fasilitas air bersih tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, air bersih dapat dialirkan langsung menuju rumah warga melalui jaringan perpipaan yang telah dibangun dengan rapi. Agus Yulianto, warga RT.015 RW.007 Dusun Bekatul, mengatakan dirinya sudah memanfaatkan aliran air bersih dari fasilitas sumur bor tersebut. Dia bersyukur karena kebutuhan air keluarganya kini menjadi jauh lebih mudah terpenuhi. “Alhamdulillah, sekarang sudah bisa memakai air dari jaringan ini. Kami sangat bersyukur karena sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” kata Agus. Hal senada disampaikan oleh Edi, warga setempat lainnya. Dirinya mengaku kini tidak lagi terlalu kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan perpipaan mulai berfungsi optimal. Menurut Edi, pemasangan meteran air di rumahnya juga membuat manajemen penggunaan air menjadi lebih tertata dan efisien. Ia mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program TMMD. “Sekarang meteran air sudah terpasang di rumah. Kami tidak lagi kesulitan air seperti sebelumnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu warga,” ujar Edi. Sementara itu, Kepala Dusun Bekatul, Waridi, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang paling krusial dan sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga yang harus mendapatkan perhatian utama. Menurut Waridi, fasilitas tersebut memberikan dampak dan manfaat yang sangat luas bagi masyarakat Dusun Bekatul. Dengan adanya sumber air dan jaringan distribusi yang memadai, warga kini memiliki akses yang jauh lebih mudah untuk menunjang aktivitas sanitasi dan konsumsi sehari-hari. “Pembangunan ini sangat membantu warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kami berterima kasih atas perhatian dan program TMMD yang hadir langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ungkap Waridi. Pembangunan sumur bor beserta jaringan perpipaan, instalasi air bersih, dan flow meter ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa jalan maupun fasilitas umum. Program lintas sektoral ini juga terbukti menyentuh aspek kebutuhan dasar kemanusiaan secara langsung. Bagi warga Bekatul, air yang kini mengalir lancar hingga ke rumah mereka menjadi sebuah perubahan sederhana namun memiliki arti yang sangat besar. Dari yang sebelumnya harus bersusah payah mencari air, kini masyarakat bisa menikmati akses air bersih dengan lebih mudah, higienis, dan teratur.
- Diperintah DPO, Pengedar Sabu di Tembalang Dibayar Rp500 Ribu dan Sabu Gratis Setiap 16 Paket Sabu Laku














Respon (2)