banner 728x250

Pemakaian AI di Indonesia Lebih Banyak untuk Kreasi Gambar Pribadi

Pemakaian AI di Indonesia Lebih Banyak untuk Kreasi Gambar Pribadi
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh bisnis di Indonesia masih sangat rendah. Temuan ini menjadi salah satu gambaran penting dalam laporan Economy SEA 2026, yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain. Dengan demikian, perkembangan AI di Indonesia tidak serta-merta berarti teknologi tersebut telah digunakan secara luas dalam kegiatan usaha. Adopsi di lingkungan bisnis masih terbatas, sehingga pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan, layanan, atau proses operasional belum menjadi kebiasaan umum. Gambaran tersebut memberi konteks bagi pembahasan mengenai bagaimana masyarakat Indonesia berinteraksi dengan teknologi AI saat ini.

Di tengah rendahnya pemakaian AI oleh bisnis, perhatian juga tertuju pada penggunaan yang lebih personal, termasuk kreasi gambar. Membuat atau mengubah gambar dengan bantuan AI merupakan salah satu bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan untuk kebutuhan individu, tanpa harus menjadi bagian dari sistem kerja perusahaan. Perbedaan konteks ini penting: penggunaan oleh seseorang untuk menghasilkan konten pribadi tidak sama dengan penerapan teknologi secara terencana di sebuah organisasi. Karena itu, tingkat ketertarikan masyarakat pada fitur kreatif tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa dunia usaha telah mengadopsi AI secara luas.

banner 325x300

Laporan Economy SEA 2026 menyediakan landasan untuk melihat kondisi tersebut secara lebih terukur, tetapi temuan tentang rendahnya penggunaan AI oleh bisnis perlu dibaca sesuai cakupannya. Temuan itu tidak menjelaskan bahwa seluruh perusahaan sama sekali tidak memakai AI, ataupun bahwa setiap bentuk penggunaan personal lebih dominan pada semua kelompok masyarakat. Yang dapat disampaikan dari gambaran yang tersedia ialah bahwa adopsi bisnis masih sangat rendah, sementara pemakaian AI untuk kreasi gambar pribadi menjadi sorotan dalam pembahasan tentang penggunaan AI di Indonesia. Pemisahan kedua ranah ini membantu pembaca memahami bahwa popularitas fitur tertentu dan integrasi teknologi di lingkungan bisnis merupakan hal yang berbeda.

Penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia lebih banyak tercermin dalam aktivitas individual daripada kegiatan bisnis. Sebagian besar token AI yang digunakan di Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan perorangan, termasuk membuat atau mengolah gambar untuk kepentingan pribadi. Pola ini menunjukkan bahwa interaksi masyarakat dengan berbagai layanan AI banyak berlangsung di luar proses kerja perusahaan. Penggunaan token menggambarkan aktivitas pemrosesan yang dilakukan melalui layanan tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan tujuan setiap permintaan. Karena itu, gambaran umum tentang dominasi penggunaan individual perlu dibedakan dari rincian pemanfaatan pada tiap pengguna.

Kecenderungan tersebut berbeda dari tingkat pemakaian AI di lingkungan bisnis, yang relatif rendah dibandingkan penggunaan oleh individu. Dengan kata lain, banyaknya aktivitas AI secara keseluruhan tidak berarti bahwa teknologi itu telah menjadi bagian umum dari operasional perusahaan di Indonesia. Kontribusi pemakaian perorangan lebih besar dalam penggunaan token, sementara pemakaian untuk aktivitas bisnis masih terbatas dalam perbandingan ini. Perbedaan itu penting ketika menilai perkembangan adopsi AI: angka penggunaan yang besar dapat menggambarkan antusiasme pengguna individu, tetapi belum tentu menandakan penerapan yang luas pada kegiatan komersial atau proses kerja organisasi.

Gambaran ini juga membantu memisahkan dua ranah pemanfaatan yang kadang disatukan dalam pembahasan tentang AI. Di satu sisi, individu memakai layanan untuk menghasilkan konten dan memenuhi kebutuhan personal, termasuk kreasi gambar. Di sisi lain, perusahaan dapat menggunakan AI sebagai bagian dari aktivitas bisnis, namun pemakaiannya di Indonesia masih lebih rendah. Informasi tersebut menunjukkan perbedaan pola penggunaan, bukan penjelasan mengenai alasan di baliknya. Tanpa data tambahan, tidak tepat untuk menyimpulkan faktor yang membuat penggunaan bisnis lebih rendah, atau menganggap setiap token individual berkaitan dengan jenis tugas tertentu. Yang dapat dinyatakan adalah bahwa penggunaan token AI saat ini lebih banyak terkonsentrasi pada aktivitas perorangan daripada pada aktivitas bisnis.

Dalam laporan mengenai pemakaian AI di Indonesia, penggunaan secara individual paling banyak berkaitan dengan pembuatan konten gambar. Temuan ini menempatkan kreasi visual sebagai bentuk pemanfaatan yang menonjol dalam gambaran penggunaan AI oleh perorangan. Dengan kata lain, ketika laporan membahas bagaimana individu menggunakan teknologi tersebut, aktivitas menghasilkan gambar menjadi fokus yang terlihat. Informasi ini memberi gambaran umum tentang arah pemakaian, tetapi tidak merinci praktik setiap orang. Karena itu, temuan tersebut sebaiknya dipahami sebagai keterangan mengenai kecenderungan dalam laporan, bukan sebagai uraian lengkap tentang seluruh kegiatan AI di Indonesia.

Penekanan pada konten gambar juga perlu dibaca sesuai batas informasi yang tersedia. Laporan tidak menyebut jenis gambar yang dibuat, sehingga tidak dapat dipastikan apakah hasilnya berupa ilustrasi, foto, desain, atau bentuk visual lainnya. Layanan atau aplikasi yang digunakan juga tidak dijelaskan. Demikian pula, tidak ada rincian tentang kelompok pengguna tertentu yang paling banyak melakukan kegiatan ini. Tanpa keterangan tersebut, tidak tepat untuk mengaitkan tren ini dengan kategori gambar, platform, atau demografi tertentu. Hal yang dapat dinyatakan secara terbatas adalah bahwa pembuatan gambar merupakan penggunaan AI individual yang paling menonjol dalam laporan.

Alasan orang membuat konten gambar pun tidak dipaparkan. Pengguna mungkin memiliki tujuan yang beragam, tetapi laporan tidak memberikan dasar untuk menentukan atau mengurutkan tujuan tersebut. Oleh sebab itu, pembahasan sebaiknya tidak menganggap bahwa kreasi gambar dilakukan untuk hiburan, pekerjaan, pendidikan, atau kebutuhan lain secara khusus. Temuan ini tetap relevan karena menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh individu tidak hanya dapat dibicarakan secara abstrak: dalam laporan ini, pembuatan konten gambar menjadi bentuk pemanfaatan yang disebut paling menonjol. Namun, untuk memahami lebih jauh bentuk karya, layanan, pengguna, dan motivasi di baliknya, diperlukan informasi tambahan yang tidak tersedia dalam laporan tersebut.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari informasi yang tersedia perlu tetap terbatas pada dua gambaran utama mengenai pemakaian kecerdasan buatan di Indonesia. Pertama, adopsi AI oleh kalangan bisnis masih sangat rendah. Kedua, mayoritas token AI digunakan oleh pengguna individual, terutama untuk membuat konten gambar. Kedua hal ini menunjukkan perbedaan penggunaan AI dalam kegiatan bisnis dan penggunaan untuk kebutuhan pribadi, tetapi informasi yang tersedia tidak cukup untuk menjelaskan lebih jauh penyebab perbedaan tersebut ataupun dampaknya.

Temuan itu tercantum dalam laporan Economy SEA 2026, yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company. Penyebutan laporan dan para penerbitnya memberi konteks mengenai asal informasi, tetapi tidak menggantikan rincian data yang tidak disertakan dalam bahan yang tersedia. Karena itu, tidak tepat untuk menambahkan angka, perbandingan antarnegara, perubahan dari tahun sebelumnya, atau penjelasan tentang kelompok pengguna tertentu jika hal-hal tersebut tidak tercantum dalam sumber yang dirujuk.

Dengan batas tersebut, gambaran paling jelas adalah bahwa pemanfaatan AI oleh bisnis di Indonesia masih sangat rendah, sedangkan sebagian besar token AI dipakai secara individual dan terutama untuk kreasi gambar. Pernyataan ini merangkum dua poin yang didukung sumber tanpa memperluasnya menjadi kesimpulan mengenai seluruh bentuk penggunaan AI, tingkat kematangan teknologi, atau arah perkembangannya. Pembaca sebaiknya memandangnya sebagai ringkasan temuan yang tersedia, bukan sebagai uraian lengkap tentang ekosistem AI nasional.

Oleh sebab itu, laporan Economy SEA 2026 dari Google, Temasek, dan Bain & Company dapat disebut sebagai sumber bagi kedua poin tersebut, sementara rincian lanjutan tidak dapat dipastikan dari informasi yang disediakan. Penegasan ini menjaga pembahasan tetap akurat: penggunaan AI oleh bisnis masih sangat rendah, dan mayoritas token AI digunakan secara individual, khususnya untuk membuat konten gambar.

banner 325x300