banner 728x250

SLB Negeri Kraksaan Perkuat Kemandirian Alumni Lewat Program Pelatihan Keterampilan Menjahit

SLB Negeri Kraksaan Perkuat Kemandirian Alumni Lewat Program Pelatihan Keterampilan Menjahit
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – SLB Negeri Kraksaan terus berupaya meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas melalui program pelatihan keterampilan menjahit yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Jari Jelita. Program ini merupakan hasil kerja sama antara SLB Negeri Kraksaan dengan PT POMI-Paiton Energy melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membekali siswa dan alumni dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan menjahit tersebut telah berlangsung sejak awal Januari 2026 dan diikuti oleh siswa serta alumni penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu. Kegiatan menghadirkan narasumber profesional dari Surabaya yang memberikan pembelajaran mulai dari teknik dasar menjahit hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

banner 325x300

Peserta terlebih dahulu diajarkan membuat pola pada kain, mengukur pola secara tepat, kemudian menyusun desain produk. Salah satu hasil karya yang dikembangkan adalah totebag ramah lingkungan dengan desain gambar hasil lukisan siswa berkebutuhan khusus SLB Negeri Kraksaan. Desain tersebut dicetak menggunakan teknik printing khusus sebelum dipasang pada totebag yang telah dijahit sehingga menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai jual.

Selain totebag, peserta juga dilatih membuat berbagai jenis produk seperti tas belanja lipat, tas yang dapat dilipat menjadi dompet, tas laptop hingga berbagai produk suvenir lainnya sesuai kebutuhan pasar.

Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko mengatakan pembentukan KUBE Jari Jelita bertujuan memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu hidup mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program KUBE Jari Jelita ini kami laksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi menjahit bagi anak-anak disabilitas, khususnya tuna rungu. Kami bekerja sama dengan CSR PT POMI-Paiton Energy dengan menghadirkan narasumber dari Surabaya agar peserta mendapatkan pelatihan secara profesional. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan anak-anak sangat antusias mengikuti setiap proses pembelajaran,” katanya.

Menurut Wulandoko, pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga membentuk jiwa kewirausahaan sehingga para peserta nantinya mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasaran.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga siap menerima berbagai pesanan dan bekerja sama dalam pemasaran. Dengan demikian, keterampilan yang mereka miliki benar-benar dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan dan hidup lebih mandiri,” jelasnya.

Lebih lanjut Wulandoko menjelaskan KUBE Jari Jelita menjadi wadah bagi siswa maupun alumni SLB Negeri Kraksaan serta alumni SLB lainnya yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang menjahit dan kewirausahaan.

“Harapan kami, anak-anak yang masih sekolah maupun yang sudah lulus dapat bergabung dalam KUBE Jari Jelita sehingga mereka memiliki daya kompetisi, jiwa usaha serta keterampilan yang terus berkembang. Melalui keterampilan tangan yang mereka miliki, mereka mampu menghasilkan produk yang bernilai jual dan bermanfaat bagi kehidupan mereka,” terangnya.

Wulandoko menegaskan pendidikan bagi penyandang disabilitas tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu membekali peserta didik dengan life skill yang dibutuhkan ketika terjun ke masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memberikan bekal keterampilan hidup kepada anak-anak disabilitas. Setelah lulus nanti mereka diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja, berwirausaha dan hidup mandiri di tengah masyarakat. Inilah yang menjadi komitmen kami dalam menciptakan lulusan yang produktif, kreatif dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(Bambang)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *