PROBOLINGGO — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus mengoptimalkan program pembinaan yang humanis dengan menggelar senam sehat bersama warga binaan. Kegiatan yang berlangsung di lapangan Rutan Kraksaan, Minggu (4/1/2026), ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran fisik sekaligus meningkatkan imunitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Sejak pagi hari, ratusan warga binaan tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur. Dengan pendampingan langsung dari petugas rutan, kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh semangat. Iringan musik senam dan gerakan yang dilakukan secara serempak menciptakan suasana kebersamaan yang positif di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa kesehatan fisik dan mental warga binaan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan seluruh program pembinaan. Oleh sebab itu, olahraga rutin seperti senam sehat menjadi agenda berkelanjutan yang terus dipertahankan.
“Senam sehat ini kami laksanakan secara rutin sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan warga binaan. Tubuh yang sehat dan bugar akan sangat berpengaruh terhadap semangat, kedisiplinan, serta efektivitas pembinaan yang kami jalankan,” ujar Galih.
Menurutnya, kegiatan olahraga tidak hanya berdampak pada kebugaran jasmani, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Aktivitas fisik bersama dinilai mampu mengurangi stres, kejenuhan, dan tekanan psikologis yang kerap dialami warga binaan selama berada di dalam rutan.
“Dengan kondisi fisik dan mental yang terjaga, suasana di dalam rutan akan lebih kondusif, aman, dan mendukung terciptanya pembinaan yang humanis serta bermartabat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin, menjelaskan bahwa senam sehat merupakan salah satu bentuk pembinaan jasmani yang terstruktur dan mudah diikuti oleh seluruh warga binaan. Kegiatan ini dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tubuh dan daya tahan fisik.
“Senam bersama ini bertujuan menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan imunitas warga binaan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan jasmani yang positif, rutin, dan terarah,” kata Yasin.
Ia menegaskan bahwa pembinaan di rutan tidak hanya berfokus pada aspek mental, spiritual, dan keterampilan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik. Dengan kondisi tubuh yang prima, warga binaan diharapkan dapat mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal.
Lebih lanjut, Yasin menyebut senam kebugaran juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarsesama warga binaan. Gerakan yang dilakukan secara bersama-sama menumbuhkan rasa disiplin, solidaritas, dan semangat saling mendukung.
“Nilai kebersamaan dan disiplin yang terbentuk dari kegiatan ini sangat penting dalam proses pembinaan. Ini menjadi bekal positif bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan senam sehat secara rutin, Rutan Kraksaan berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang sehat, aman, dan produktif. Dengan kesiapan fisik dan mental yang lebih baik, warga binaan diharapkan mampu menjalani masa pembinaan secara optimal dan siap beradaptasi secara positif setelah bebas nanti.
(Bambang)






