SINTANG // Investigasi88.com – Tandan Kosong (Tankos) dan Solid Sawit merupakan limbah olahan memiliki kandungan alamiah yang bisa dijadikan alternatif solusi jangka panjang mitigasi Karhutla.
Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Senin (7/9/2026)
Diungkapkan Sapta, memasuki Minggu kedua, Satgas Karhutla TNI dipimpin Brigjen TNI Zamroni menyambangi Camat Kayan Hilir dalam rangka membahas persoalan yang dihadapi masyarakat serta rekomendasi penanganan Karhutla.
“Dalam pertemuan itu, Pak Seberius Matius Akon, selalu Camat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Satgas TNI baik dalam rangka penyuluhan kepada perangkat desa, tokoh adat, masyarakat bahkan di sekolah,”ujar Sapta.
“Selain itu, beliau juga apresiasi rekomendasi Satgas TNI dalam mencari fomulasi pemupukan tanah mineral yang digunakan peladang,”imbuhnya.
Penggunaan pupuk dari hasil pembakaran pohon yang selama ini dilakukan masyarakat, lanjutnya, merupakan upaya satu-satunya langkah yang dilakukan masyarakat untuk menyuburkan lahan sebelum ditanam padi.
“Untuk itu, dari beberapa kegiatan bersama masyarakat dan potensi yang ada di wilayah maka ada secercah harapan untuk menggunakan Tankos dan Solid Sawit sebagai alternatif pupuk.,”tegas Sapta.
Tandan kosong dan Solid Sawit dengan kandungannya dapat berfungsi menyuburkan tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta menurunkan ketergantungan pada pupuk anorganik.
“Limbah ini berlimpah, namun belum dipergunakan secara optimal dikalangan masyarakat, khususnya untuk ladang,”tegas Sapta.
Untuk itu, lanjut dia, Satgas mendorong kepada Pak Camat dan Penyuluh Pertanian Kayan Hilir untuk mencoba penerapan pupuk organik di lahan ladang.
“Dari pertemuan itu, akan dicoba Tankos dan Solid di lahan mineral yang disiapkan serta sekaligus menguji pengaruhnya. Jika nanti hasilnya baik dan biaya tidak mahal maka bisa disosialisasikan kepada masyarakat yang tentunya dapat mengurangi ketergantungan pupuk dari pembakaran pohon,”terang lulusan P4N 69 Lemhannas itu.
Selain kegiatan di Kecamatan, Satgas TNI juga melalui Kolonel Laut (KH) Chumaidi melaksanakan koordinasi dengan PT Gunas terkait dengan pemanfaatan Tankos dan Solid untuk kepentingan percobaan pupuk alternatif
Senada disampaikan Sapta, S. Matius Akon sampaikan bahwa Tankos dan Solid yang merupakan limbah produksi terdapat di pabrik yang ada di Kayan Hilir.
“Saya setuju untuk mencoba aplikasi ini, dan bisa kita siapkan beberapa lahan untuk dijadikan lahan percobaan,”ujar Camat yang akrab di panggil Pak Akon itu
“Kita akan bantu fasilitasi sesuai kemampuan kita,”imbuhnya.
Terkait dengan rekomendasi Satgas TNI Penyuluh Pertanian Kayan Hilir Yuliana menyampaikan, Tankos dan Solid umum digunakan untuk penyubur lahan sawit dan sayuran.
“Namun kami memang belum menggunakan untuk tanaman padi. Oleh karenanya kami siap membantu , sehingga nanti kalau telah teruji bisa digunakan masyarakat,” ujar Yuliana.
Selain personel Satgas TNI Kolonel Kes Robi Mandolin dan Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir, dalam acara pertemuan itu juga hadir perangkat Kecamatan Kayan Hilir.













