Jakarta | Seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka pada dahi setelah dipukul menggunakan helm proyek. Peristiwa tersebut terjadi dalam kericuhan yang berlangsung seusai operasi cabut pentil (OCP) di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Luka itu membuat petugas harus mendapatkan penanganan medis setelah kejadian.
Pemukulan terjadi ketika petugas tersebut berupaya menolong rekannya yang terjatuh. Dalam situasi itu, ia menjadi sasaran pukulan menggunakan helm proyek hingga mengalami luka pada bagian dahi. Upaya membantu rekan tersebut kemudian menyebabkan petugas itu turut menjadi korban dalam kericuhan seusai pelaksanaan operasi cabut pentil.
Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkanain, menyampaikan bahwa korban harus mendapat enam jahitan untuk menangani luka pada dahinya. Keterangan tersebut menjelaskan tingkat penanganan medis yang diperlukan setelah petugas terluka dalam peristiwa itu. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian kejadian seusai OCP di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, ketika petugas menjalankan tugas dan berupaya menolong rekannya yang terjatuh.
Informasi mengenai kejadian tersebut berfokus pada kondisi petugas yang terluka serta tindakan yang menyebabkan cedera itu. Petugas dipukul dengan helm proyek saat hendak memberikan pertolongan kepada rekan yang terjatuh, kemudian membutuhkan enam jahitan pada dahi. Pernyataan Diki Zulkanain menjadi keterangan mengenai penanganan yang diterima korban setelah kericuhan seusai operasi cabut pentil tersebut.
Petugas Satpol PP Kebayoran Baru yang mengalami pemukulan dalam kericuhan OCP mendapat penanganan medis setelah kejadian tersebut. Dalam penanganan itu, luka yang dialaminya ditangani dengan enam jahitan. Informasi tersebut menjadi bagian dari keterangan mengenai kondisi petugas seusai insiden berlangsung.
Selain menerima tindakan untuk menangani luka, petugas juga menjalani pemeriksaan menggunakan CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi medisnya setelah mengalami pemukulan. Hasil CT scan tidak menemukan masalah medis. Dengan demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak terdapat temuan medis sebagaimana dikhawatirkan setelah kejadian.
Pemeriksaan CT scan menjadi tahapan penting dalam penanganan korban karena memberikan informasi mengenai kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dalam kasus ini, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya masalah medis. Keterangan tersebut disampaikan bersama informasi bahwa petugas telah mendapatkan enam jahitan pada luka yang dialaminya.
Penanganan medis dilakukan setelah petugas menjadi korban dalam kericuhan OCP. Pemukulan yang dialaminya menyebabkan luka sehingga diperlukan tindakan jahit. Jumlah jahitan yang diberikan tercatat sebanyak enam. Setelah itu, pemeriksaan CT scan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi korban secara medis.
Informasi mengenai hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa CT scan tidak menemukan masalah medis pada petugas. Namun, keterangan yang tersedia hanya menjelaskan tindakan enam jahitan dan hasil pemeriksaan CT scan. Tidak ada informasi tambahan mengenai perkembangan kondisi petugas setelah menjalani penanganan tersebut. Karena itu, kondisi korban disampaikan berdasarkan fakta medis yang telah tersedia setelah insiden.
Satpol PP Jakarta Selatan memberikan waktu istirahat kepada petugas yang terluka dalam kericuhan OCP. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan setelah petugas itu mengalami luka yang memerlukan enam jahitan. Masa istirahat diberikan agar yang bersangkutan memiliki kesempatan untuk berfokus pada perawatan dan pemulihan sebelum kembali menjalankan tugas di lapangan.
Diki Zulkanain menjelaskan bahwa petugas tersebut mengajukan cuti selama sekitar lima hari. Pengajuan itu berkaitan dengan kebutuhan untuk beristirahat setelah mengalami cedera saat bertugas. Pemberian waktu cuti juga menjadi bentuk perhatian dari institusi terhadap kondisi petugas yang terdampak dalam peristiwa tersebut, tanpa mengabaikan prosedur kepegawaian yang berlaku di lingkungan Satpol PP.
Berdasarkan keterangan Diki, petugas itu direncanakan kembali bekerja pada Senin pekan berikutnya. Rencana tersebut menunjukkan adanya pengaturan sementara terhadap jadwal tugas selama masa istirahat. Namun, keterangan mengenai jadwal kembali bertugas tidak dapat diartikan sebagai kepastian mengenai kondisi kesehatan petugas pada masa mendatang. Pelaksanaan rencana tersebut tetap berkaitan dengan proses pemulihan dan keadaan yang bersangkutan.
Selama masa cuti, petugas tersebut tidak dijadwalkan menjalankan aktivitas kedinasan seperti biasa. Waktu tersebut dapat digunakan untuk mengikuti kebutuhan perawatan serta memastikan luka memperoleh penanganan yang sesuai. Satpol PP Jakarta Selatan memilih memberikan ruang pemulihan terlebih dahulu sebelum petugas kembali menjalankan tanggung jawabnya, sementara perkembangan kondisi kesehatan selanjutnya tetap menjadi hal yang perlu dipantau.
Dua orang yang diduga melakukan pemukulan terhadap petugas Satpol PP telah diamankan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, salah satu dari keduanya diduga memukul petugas menggunakan helm proyek. Sementara itu, orang lainnya disebut melakukan pemukulan terhadap petugas di sekitar lampu merah CSW. Keduanya diamankan setelah insiden yang menyebabkan seorang petugas mengalami luka dan harus mendapat enam jahitan.
Diki menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika petugas mendengar teriakan seorang ibu yang meminta pertolongan. Ibu itu diduga menjadi korban pencurian sepeda motor. Mendengar teriakan tersebut, petugas kemudian turun untuk melihat situasi dan memberikan bantuan di lokasi.
Sesampainya di tempat kejadian, petugas mendapati sejumlah pekerja proyek. Mereka disebut tidak menerima tindakan penertiban berupa operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang digunakan. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan dan berujung pada dugaan pemukulan terhadap petugas. Keterangan mengenai rangkaian kejadian itu disampaikan untuk menjelaskan kondisi yang terjadi sebelum bentrokan berlangsung.
Insiden tersebut berlangsung dalam rangka penertiban parkir liar melalui Operasi Cabut Pentil (OCP) di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penertiban itu dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, petugas berhadapan dengan situasi yang memanas setelah mendapati adanya penolakan dari pekerja proyek terhadap tindakan penertiban kendaraan. Dua orang yang diduga terlibat dalam pemukulan kini telah diamankan terkait peristiwa tersebut.






