Banggai – Tepatnya pada Sabtu 09 Mei 2026 , berdasarkan hasil investigasi awak media ini mendapati informasi akurat, terkait bukti vidio salah satu oknum yang diduga pemilik cafe, masuk pekarangan bawa sajam dan periksa kamar sambil di vidio di sher di group cafe yang di ketuai oleh insial (ON) ingin menunjukan bahwa dirinya hebat berbuat hal tersebut, “ungkap sumber namu enggan di publik nama nya oleh media ini.
Bermula dari pertemuan seluruh pengelolah cafe terlapor telah di larang oleh teman – teman pengelolah lainya untuk mendatangi rumah pelapor, itu sekitar jam 10 malam, namun oknum terlapor tersebut tidak mengindahkan larangan mereka, bahkan yang terjadi persoalan pada jam tiga subuh dini hari dan vidio tersebut di sher ke group mereka guna terlapor meyakinkan bahwa dirinya hebat, sehingga diminta agar aparat penegak hukum ( APH) periksa admin nya terkait bukti vidio tersebut,”harapnya.
Sehingga guna ketentraman dan kenyamanan kita bersama agar kiranya apara penegak hukum yaitu Polsek Toili segera bertindak jangan hanya berdiam diri menerima laporan polisi dari korban, terkesan ada konspirasi bersama pelaku terlapor, intinya bukti kongkrit vidio tersebut ada di group lama para pengelolah cafe di Desa Pandan Wangi dan Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai.
Oleh sebab itu diminta agar kasus ini segera di ungkap janga hanya proses proses tapi tampa kejelasan hukum yang pasti, karena ini menyangkut keselamatan warga negara, jangan di abaikan, masak di negara hukum premanisme bebas bergerak leluasa tampa tersentuh hukum.
Terkesan pemerintah dan APH di kabupaten Banggai mendukung maksiat dan premanisme,buktinya laporan warga yang terancam keselamatannya di abaikan tampa proses yang jelas, ” tegasnya.
Diminta agar aparat penegak hukum (APH) jangan takut pada preman, yang di duga miliki beking, tegakan supremasi hukum walaupun langit akan runtuh, tampa intervensi dari para aktor yang mengambil keuntungan dan memperkaya diri sendiri,” ucapnya.
Kanitreskrim Polsek Toili Saat di konfirmasi melalui chat was, ap dengan nomor 08xxxxxxxx, mengatakan sabar , sebentar anggota kesitu, “tulisnya.
Dalam hal ini bukan tidak sabar tapi mau sampai kapan keluarga pelapor hidup dalam ketakutan dengan teror orang mabuk, ingat jangan aparat penegak hukum abaikan keselamatan hanya karena kepentingan, para perusak moral, yang berbau maksiat, diminta segera mungkin di proses laporan polisi terkait oknum pemilik cafe tersebut,”tutupnya.
sampai berita ini tayang oknum terlapor masih berkeliaran dan bahakan seluruh cafe di minta lengkapi legalitas, buktinya ada chet group nya, sampai saat ini belum ada yang datang seperti yang di sebutkan kanitreskrim polsek Toili.
Lp. Tim Redaksi.














Respon (7)