banner 728x250

Tekan Angka Stunting, DKP Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Beras Fortifikasi

Desa
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan beras fortifikasi bagi balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) di Balai Desa Bago Kecamatan Besuk, Rabu (13/5/2026). Program ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting di wilayah rawan pangan.

Bantuan beras fortifikasi tersebut diberikan kepada 134 penerima dengan total bantuan mencapai 3.120 kilogram. Rinciannya, sebanyak 112 balita menerima masing-masing 20 kilogram atau total 2.240 kilogram, 16 ibu hamil menerima masing-masing 40 kilogram dengan total 640 kilogram dan 6 ibu menyusui menerima masing-masing 40 kilogram atau total 240 kilogram.

banner 325x300

Penerima bantuan berasal dari empat desa di Kecamatan Besuk meliputi Desa Bago sebanyak 31 penerima, Desa Matekan sebanyak 28 penerima, Desa Jambangan sebanyak 38 penerima dan Desa Kecik sebanyak 37 penerima.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Plt Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami, Sekretaris Kecamatan Besuk Sutomo serta Kepala Desa Bago Nawawi.

Plt Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan bantuan beras fortifikasi ini merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data dari puskesmas serta hasil pemetaan wilayah rawan pangan di Kecamatan Besuk.

“Data yang kami miliki menunjukkan Kecamatan Besuk, khususnya empat desa ini, termasuk wilayah yang rawan pangan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Karena itu kami menyalurkan bantuan beras fortifikasi yang mengandung vitamin dan mineral untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi dan menekan risiko stunting,” katanya.

Arif menjelaskan beras fortifikasi dipilih karena telah diperkaya kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat.

“Kami berharap beras ini benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai peruntukannya dan tidak dijual. Harapannya kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia di bawah dua tahun dapat terpenuhi sehingga angka stunting bisa menurun, khususnya di Kecamatan Besuk,” jelasnya.

Lebih lanjut Arif menegaskan program bantuan beras fortifikasi ini tidak berhenti pada tahap penyaluran saja. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi dan pemantauan berkala selama tiga bulan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap perbaikan gizi masyarakat. Pemantauan tersebut akan melibatkan tim pendamping desa serta kader kesehatan di masing-masing wilayah penerima bantuan.

“Setiap bulan akan dilakukan penilaian dan pemantauan oleh tim pendamping desa serta kader. Ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Melalui program bantuan beras fortifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap angka stunting di wilayah rawan pangan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo.(Bambang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *