banner 728x250
TNI  

Bersama Forkopimda Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono Hadiri Upacara Hari Lahirnya Pancasila

Bersama Forkopimda Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono Hadiri Upacara Hari Lahirnya Pancasila
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo — Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo
Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama jajaran forum kordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo menghadiri upacara bendera dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila tahun 2026, Senin (1/6).

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan peringatan hari lahir pancasila tahun 2026 sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

banner 325x300

Memperingati hari lahir Pancasila lebih dari sekadar seremoni tahunan hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 adalah Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.”Pancasila adalah “Jangkar Moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Dandim menambahkan, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat pembukaan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera perserikatan bangsa bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Indonesia raya bukanlah mimpi kosong namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu saya mengajak seluruh elemen bangsa terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).”Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,”ujarnya.

Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengungkapkan,
mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.”Selama darah Indonesia masih mengalir ditubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,”tuturnya.

Untuk diketahui adapun pasukan upacara dalam rangka hari Pancasila terdiri dari 1 SST Kodim 0820/Probolinggo, 1 SST Yon Zipur 10/Kostrad, 1 SST Anggota Polres Probolinggo Kota, 1 SSK ASN Kota Probolinggo, 1 SST Ormas/Kepemudaan Kota Probolinggo, 1 SST Sekolah Rakyat (SR), 1 SSK Pelajar Gabungan. (Bambang/Dwi/Pendim0820)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *