banner 728x250

Kabupaten Probolinggo Siapkan Guru PAUD di Wilayah Terpencil, Kemendikdasmen Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional

Kabupaten Probolinggo Siapkan Guru PAUD di Wilayah Terpencil, Kemendikdasmen Sebut Layak Jadi Percontohan Nasional
banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di wilayah yang belum memiliki layanan PAUD atau taman kanak-kanak (TK) yang memadai. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) guru PAUD/TK-SD Satu Atap yang digelar bersama Program INOVASI, Kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia di sektor pendidikan, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 4–6 Juni 2026, di Harris Hotel & Conventions Gubeng Surabaya tersebut diikuti oleh 40 peserta. Mereka terdiri dari guru kelas awal sekolah multigrade, calon guru PAUD/TK, pengawas sekolah serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.

banner 325x300

Pelaksanaan bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen kebutuhan layanan pendidikan di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Hasil kajian menunjukkan masih terdapat daerah yang membutuhkan perluasan layanan PAUD/TK sehingga diperlukan strategi khusus untuk memastikan anak-anak usia dini memperoleh akses pendidikan yang setara.

Sebagai solusi, Pemkab Probolinggo bersama Program INOVASI mengembangkan model PAUD/TK-SD Satu Atap. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan anak usia dini.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen RI Saiful Bari serta Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini. Materi tersebut meliputi konsep dasar PAUD, karakteristik dan perkembangan anak usia dini, metode pembelajaran berbasis bermain, disiplin positif, pengembangan media pembelajaran kreatif, teknik penilaian perkembangan anak hingga praktik microteaching guna meningkatkan kompetensi calon guru PAUD.

Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi Sulistyo mengatakan penguatan layanan PAUD menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas dan mitra pembangunan menjadi kunci untuk memastikan lebih banyak anak mendapatkan kesempatan belajar yang berkualitas sejak usia dini.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, komunitas dan mitra pembangunan, kami berharap semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas sejak usia dini. Penguatan layanan PAUD menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran dasar dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan bahwa Pemkab Probolinggo memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk pemenuhan satu tahun pendidikan pra sekolah.

Menurut Hary, masa usia dini merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan dan masa depan anak. Karena itu, perluasan akses layanan PAUD menjadi salah satu prioritas pembangunan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami sadar betul bahwa masa usia dini merupakan golden age yang akan menentukan arah masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, kami berkolaborasi erat dengan Program INOVASI untuk menginisiasi penyelenggaraan PAUD/TK-SD Satu Atap dan memperluas cakupan layanan PAUD/TK di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Lebih lanjut Hary menjelaskan bahwa pengembangan layanan pendidikan tersebut dilakukan melalui pendekatan “Dari Multigrade ke Multilayanan”, sebuah konsep yang berangkat dari keberhasilan penerapan kelas rangkap di daerah terpencil.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aspek pendukung tumbuh kembang anak seperti peningkatan mutu pembelajaran dasar, penguatan manajemen sekolah, layanan kesehatan dan gizi, perlindungan anak serta peningkatan keterlibatan orang tua melalui program parenting.

Di sisi lain, Direktur Guru PAUD dan PNF Ditjen GTK Kemendikdasmen RI Saiful Bari memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan Pemkab Probolinggo bersama Program INOVASI dalam mendukung implementasi program wajib belajar satu tahun pra sekolah.

Menurutnya, model PAUD/TK-SD Satu Atap yang dikembangkan di Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk dijadikan contoh dalam penyusunan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

“Program yang telah dikembangkan di Kabupaten Probolinggo ini nantinya dapat menjadi best practice bagi kami di tingkat pusat dalam menyusun kebijakan dan regulasi terkait program wajib belajar satu tahun prasekolah,” ungkapnya.

Saiful menilai inovasi tersebut sangat relevan untuk menjangkau wilayah yang hingga kini belum memiliki layanan PAUD yang memadai. Ia berharap model serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lain yang menghadapi tantangan akses pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan bimtek ini, Pemkab Probolinggo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun dan memastikan seluruh anak di Kabupaten Probolinggo memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sejak masa prasekolah.

Pewarta: Bambang

banner 325x300