Probolinggo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus memperkuat kualitas layanan dan kinerja internal. Komitmen itu kembali ditegaskan Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, dalam rapat internal yang berlangsung pada Senin (24/11/2025) bersama seluruh pegawai dan pejabat struktural.
Dalam arahannya, Galih menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kerja bukan sekadar tuntutan institusi, tetapi juga kewajiban moral bagi setiap pegawai pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja dengan profesionalitas tinggi, menjunjung integritas, serta menjaga pendekatan humanis dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada warga binaan maupun masyarakat.
“Saya tekankan pentingnya integritas, responsivitas dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas. Itu semua adalah fondasi utama agar pelayanan di Rutan Kraksaan benar-benar prima dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun warga binaan,” ujar Galih dalam rapat tersebut.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan prima bukan hanya slogan, melainkan harus tercermin dalam setiap tindakan pegawai, mulai dari penerapan SOP, mekanisme layanan, hingga cara berkomunikasi kepada warga binaan dan pihak eksternal.
Evaluasi, Pembagian Tugas, dan Penguatan Teknis
Dalam kesempatan yang sama, Kasubsie Pengelolaan Rutan Kraksaan, Fathorrasi, memberikan pemaparan teknis terkait standar operasional prosedur (SOP), pembagian tugas, hingga evaluasi kinerja pada masing-masing seksi. Ia menegaskan bahwa konsistensi terhadap SOP merupakan kunci menjaga kualitas pelayanan serta mencegah kesalahan administratif maupun teknis.
“Kinerja hebat dengan pelayanan prima harus melekat dalam setiap pelaksanaan tugas. Setiap layanan harus cepat, tepat, profesional dan tetap berpegang pada prosedur,” tegasnya.
Fathorrasi juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, ketelitian administrasi, serta komunikasi antarseksi agar pelaksanaan tugas berjalan tanpa hambatan.
Momentum Penguatan Budaya Kerja
Rapat penguatan ini disebut menjadi momentum penting bagi Rutan Kraksaan untuk meneguhkan kembali budaya kerja positif di lingkungan pemasyarakatan. Mulai dari akuntabilitas, disiplin, komitmen pelayanan, hingga sinergi antarsubbag dan subseksi, seluruh aspek ditekankan sebagai pilar utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Galih Setiyo Nugroho berharap agar seluruh pegawai dapat membawa semangat pembenahan dan penguatan ini ke dalam praktik kerja sehari-hari. Dengan sinergi yang kuat, Rutan Kraksaan optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang lebih transparan, tertib, efektif, dan bermanfaat bagi warga binaan serta masyarakat luas.
Rutan Kraksaan juga menegaskan bahwa komitmen peningkatan kualitas layanan akan terus dijalankan secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin, pengawasan internal, serta pengembangan kompetensi pegawai.
(Bambang)






