CILACAP – Kondisi Jembatan Cinyawang yang berada di ruas jalan nasional Batas Provinsi Jawa Barat–Patimuan–Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan kerusakan berupa penurunan permukaan jalan (amblas) di area sambungan oprit jembatan.
Padahal, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, jembatan tersebut baru selesai dibangun menggunakan anggaran Tahun 2023 di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pantauan di lokasi pada Jumat (30/5/2026) menunjukkan adanya kerusakan yang cukup mencolok pada titik koordinat X: 7°36’06.2″ dan Y: 108°46’26.2″ atau tepat di KM 95+775. Permukaan aspal pada sambungan oprit jembatan terlihat mengalami penurunan sehingga membentuk cekungan yang memanjang melintasi badan jalan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Beberapa pengguna jalan mengaku harus mengurangi kecepatan secara mendadak ketika melewati titik kerusakan tersebut untuk menghindari benturan yang dapat mengganggu kendali kendaraan.
Kekhawatiran semakin meningkat mengingat ruas Batas Provinsi Jawa Barat–Patimuan–Sidareja merupakan jalur strategis yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik antar-provinsi dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.
Apabila tidak segera ditangani, kerusakan tersebut dikhawatirkan semakin meluas dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada malam hari ketika jarak pandang terbatas maupun saat hujan yang dapat menutupi kondisi permukaan jalan.
Sejumlah warga setempat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab terjadinya amblas pada bagian jembatan yang usianya belum genap tiga tahun tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya langkah perbaikan permanen agar kerusakan tidak terus berkembang dan membahayakan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–D.I. Yogyakarta terkait penyebab kerusakan yang terjadi.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai kondisi Jembatan Cinyawang, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan. Sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik, ruang hak jawab dan klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak yang berkepentingan.
Masyarakat berharap investigasi serta perbaikan dapat segera dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan menghindari potensi timbulnya korban akibat kondisi jalan yang dinilai membahayakan tersebut. (Edi D/PRIMA/**)














Respon (2)