banner 728x250

Nono, Bocah Jenius Asal Kupang yang Tolak Mobil Demi Mimpi Jadi Inovator

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG – Kisah inspiratif datang dari Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang akrab disapa Nono, bocah asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mencuri perhatian berkat prestasinya di bidang matematika.

Nono bukan berasal dari keluarga berada. Ayahnya diketahui bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan sang ibu berprofesi sebagai guru honorer. Namun, keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkah Nono untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat internasional.

banner 325x300

Pada 2023, Nono berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih prestasi dalam International Abacus Competition, kompetisi matematika dan sempoa yang diikuti ribuan peserta dari berbagai negara.

Prestasi tersebut membuat Nono mendapat kesempatan berkunjung ke kantor pusat Astra. Sekolah tempat Nono menempuh pendidikan diketahui merupakan salah satu sekolah yang berada dalam binaan Astra.

Dalam kunjungan tersebut, muncul sebuah momen yang menarik perhatian. Nono disebut mendapat tawaran untuk memilih sebuah mobil sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.

Namun, jawaban Nono justru di luar dugaan.

Alih-alih memilih mobil, Nono dikisahkan menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang inovator dan menciptakan teknologi sendiri. Ia juga terinspirasi oleh sosok Elon Musk yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus tokoh di bidang teknologi dan inovasi.

Nono memiliki cita-cita untuk suatu saat dapat menciptakan kendaraan, termasuk kereta dan pesawat berkecepatan tinggi. Lebih dari sekadar mengejar kesuksesan pribadi, ia ingin kemampuan yang dimilikinya kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Termasuk membantu teman-temannya di sekolah.

Pilihan tersebut menjadi gambaran bahwa sejak usia dini, Nono telah memiliki cara pandang yang berbeda mengenai masa depan. Baginya, keberhasilan bukan hanya soal memiliki sesuatu yang mahal, tetapi juga bagaimana ilmu dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Meski tidak memilih hadiah berupa mobil, Nono tetap memperoleh bentuk apresiasi lain. Ia disebut mendapatkan dukungan berupa asuransi pendidikan untuk menunjang keberlangsungan pendidikannya.

Kisah Nono menjadi pengingat bahwa keterbatasan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Dengan kesempatan, pendidikan, dan dukungan yang tepat, anak-anak Indonesia dari berbagai daerah memiliki peluang untuk mengukir prestasi hingga tingkat internasional.

Perjalanan Nono juga menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi serta cita-cita mereka sejak dini.

Sumber: berbagai informasi yang beredar mengenai perjalanan prestasi Nono.

banner 325x300