banner 728x250

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
banner 120x600
banner 468x60

Bandung | Bus yang membawa rombongan pemain dan ofisial Persib Bandung U-18 mengalami penyerangan di Rest Area Km 360 Tol Batang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi ketika rombongan dalam perjalanan dan berhenti di area istirahat. Sekelompok orang yang belum dikenal diduga mendatangi bus, kemudian melakukan perusakan dengan memecahkan sejumlah kaca kendaraan.

Selain kerusakan pada bus, insiden itu juga disertai penganiayaan terhadap salah satu ofisial Persib U-18. Korban dilaporkan mengalami tindakan kekerasan dalam kejadian tersebut. Penyerangan ini membuat situasi di sekitar bus menjadi ramai sebelum akhirnya ditangani oleh petugas kepolisian.

banner 325x300

Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama membenarkan adanya kejadian yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18. Ia menjelaskan bahwa bus mengalami kerusakan setelah kaca-kacanya dipecahkan oleh sekelompok orang. Polisi juga tengah mendalami rangkaian peristiwa, termasuk identitas para pelaku dan motif penyerangan.

Menurut keterangan kepolisian, penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari saksi serta memeriksa bukti-bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut. Langkah itu diperlukan untuk memastikan kronologi penyerangan dan mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Polisi berupaya mengungkap kejadian secara menyeluruh agar proses hukum dapat dilakukan berdasarkan bukti yang tersedia.

Dalam perkembangan penanganan kasus, polisi telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyerangan. Pria tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran yang bersangkutan dan menelusuri kemungkinan keterlibatan orang lain dalam aksi perusakan serta penganiayaan itu.

Hingga tahap ini, polisi belum menyampaikan secara rinci identitas seluruh pelaku maupun motif penyerangan. Penanganan perkara masih berlangsung, sementara informasi mengenai kondisi korban dan tingkat kerusakan bus menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Kepolisian memastikan proses pemeriksaan dilakukan untuk memberikan kejelasan atas insiden yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area Km 360 Tol Batang.

Peristiwa yang melibatkan rombongan Persib U-18 berlangsung pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Berdasarkan bahan sumber, rangkaian kejadian bermula setelah tim menyelesaikan kegiatan kompetisi pertandingan U-18 dan meninggalkan Hotel Monolog Solo. Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan jalur tol menuju wilayah Batang.

Rombongan Persib U-18 terdiri atas sekitar 30 orang, yang mencakup para pemain dan ofisial tim. Seluruh anggota rombongan menggunakan satu bus Bima Trans sebagai kendaraan perjalanan. Setelah berangkat dari Solo, bus tersebut membawa rombongan menuju tempat persinggahan di Rest Area Km 360 Tol Batang.

Sekitar pukul 21.27 WIB, pada Minggu, 11 Oktober 2026, rombongan baru tiba di area peristirahatan tersebut. Kedatangan itu menjadi bagian dari perjalanan tim setelah mengikuti agenda pertandingan U-18. Rest area kemudian menjadi lokasi ketika rombongan berada dalam perjalanan menuju tujuan berikutnya.

Urutan waktu tersebut menunjukkan bahwa insiden terjadi setelah rombongan menyelesaikan aktivitas kompetisi, meninggalkan hotel, dan menempuh perjalanan dari Solo ke Batang. Saat bus Bima Trans tiba di Rest Area Km 360, para pemain dan ofisial masih berada dalam satu rombongan. Informasi mengenai jumlah anggota, kendaraan, serta waktu kedatangan menjadi unsur penting untuk memahami kronologi awal peristiwa.

Dengan demikian, kedatangan pada pukul 21.27 WIB menandai fase awal kejadian di Batang. Sebelumnya, rombongan berada di Hotel Monolog Solo untuk menyelesaikan rangkaian kegiatan kompetisi. Setelah itu, sekitar 30 pemain dan ofisial bergerak bersama dalam satu bus menuju Rest Area Km 360 Tol Batang, tempat mereka tiba pada Minggu malam tersebut.

Kendaraan yang membawa rombongan Persib U-18 dalam perkara ini diketahui merupakan bus Bima Trans dengan nomor polisi Z 7539 GZ. Identitas tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan laporan karena membantu pihak kepolisian memastikan kendaraan yang digunakan rombongan, sekaligus mencocokkannya dengan keterangan para saksi dan pihak terkait.

Bus tersebut dikemudikan oleh Muhammad Ainur Ridha. Selain bertugas sebagai pengemudi, Ainur Ridha juga tercatat sebagai pihak yang melaporkan kejadian kepada kepolisian. Posisi tersebut membuat keterangannya menjadi salah satu rujukan awal untuk menjelaskan perjalanan rombongan, kondisi kendaraan, serta situasi yang dialami selama perjalanan.

Informasi mengenai bus dan pengemudinya turut melengkapi data tentang rombongan Persib U-18 yang berada di dalam kendaraan tersebut. Dengan mencatat nomor polisi, jenis layanan transportasi, serta identitas pengemudi, aparat dapat menyusun gambaran administratif secara lebih jelas tanpa hanya bergantung pada keterangan mengenai peristiwa yang dilaporkan.

Laporan yang disampaikan Muhammad Ainur Ridha menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan pendalaman dan mengambil langkah hukum sesuai prosedur. Statusnya sebagai pelapor tidak serta-merta menentukan kesimpulan perkara, tetapi memberikan informasi awal yang akan diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, dan pencocokan keterangan dari pihak-pihak lain.

Dengan demikian, bus Bima Trans bernomor polisi Z 7539 GZ, rombongan Persib U-18, dan Muhammad Ainur Ridha memiliki keterkaitan langsung dalam administrasi laporan tersebut. Rangkaian identitas ini membantu memperjelas siapa yang menggunakan kendaraan, siapa yang mengemudikannya, serta siapa yang secara resmi menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum.

Polisi melanjutkan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai dugaan perusakan dan penganiayaan terhadap rombongan Persib U-18 di Kabupaten Batang. Dalam perkembangan terbaru, petugas mengamankan seorang pria berinisial BPA di Jakarta. Pria tersebut berusia 33 tahun dan berdasarkan identitas yang tersedia tercatat sebagai warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.

BPA diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan insiden penyerangan bus yang membawa rombongan Persib U-18. Menurut keterangan kepolisian, ia diduga melempar batu ke arah bus ketika kendaraan tersebut melintas di lokasi kejadian. Lemparan itu menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang dilaporkan sebagai dugaan perusakan serta penganiayaan.

Petugas masih mendalami peran BPA dan rangkaian kejadian secara menyeluruh. Dugaan tersebut didukung oleh keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai informasi oleh penyidik. Selain itu, polisi memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk mencocokkan waktu, posisi, serta tindakan orang-orang yang berada di tempat kejadian.

Penggunaan keterangan saksi dan rekaman CCTV menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Kedua sumber informasi tersebut akan dianalisis bersama barang bukti serta keterangan pihak-pihak terkait untuk memperjelas kronologi penyerangan bus. Polisi juga masih memiliki tugas untuk memastikan sejauh mana keterlibatan BPA dalam peristiwa tersebut dan apakah terdapat pihak lain yang ikut berperan.

Status BPA dalam perkara ini masih sebagai terduga. Karena itu, penyidik tetap harus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti secara hati-hati sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Penanganan perkara tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan, dengan tetap menunggu proses pemeriksaan resmi terhadap terduga, saksi, dan bukti-bukti yang telah diperoleh dari lokasi kejadian.

Baca juga: Polres Gresik Amankan Pria Eksibisionis di Cerme, Sering Beraksi Sasar Pemotor Wanita

banner 325x300