banner 728x250

Dua UMKM Binaan Peruri Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Dua UMKM Binaan Peruri Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026
banner 120x600
banner 468x60

Tangerang | Peruri memfasilitasi keikutsertaan dua UMKM binaannya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai bagian dari upaya membuka akses yang lebih luas bagi usaha lokal ke pasar internasional. Kehadiran mereka di ajang perdagangan tersebut memberi ruang untuk memperkenalkan produk kepada calon pembeli dan mitra usaha dari berbagai negara. Partisipasi ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memahami dinamika perdagangan lintas negara secara langsung, mulai dari membangun komunikasi bisnis hingga mengenali kebutuhan pasar yang dituju.

Perusahaan menyatakan bahwa fasilitasi tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar lebih siap menjangkau pasar ekspor. Kesiapan itu penting karena pengembangan usaha untuk pasar internasional memerlukan kemampuan yang terus ditingkatkan, termasuk dalam mengenalkan produk dan menjalin hubungan profesional dengan calon mitra. Melalui keterlibatan di TEI 2026, UMKM binaan dapat memanfaatkan forum pameran untuk bertemu pelaku usaha lain, menyampaikan penawaran, serta menjajaki kecocokan produk dengan kebutuhan calon pembeli. Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga sarana untuk memperluas wawasan dan pengalaman bisnis.

banner 325x300

Selain peningkatan kapasitas, Peruri menargetkan perluasan jejaring antarpelaku usaha atau business-to-business (B2B), sekaligus membuka peluang terjadinya kontrak dagang internasional. Pertemuan dengan calon mitra dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan, meskipun realisasinya tetap bergantung pada kesesuaian kebutuhan, proses pembahasan, dan kesepakatan para pihak. TEI 2026 mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” dan dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Melalui partisipasi dua UMKM tersebut, Peruri menghubungkan usaha binaan dengan ekosistem perdagangan yang lebih luas. Kesempatan ini diharapkan mendukung pelaku usaha dalam menjajaki pasar baru dan mengembangkan hubungan bisnis lintas negara secara bertahap.

Dua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil inkubasi Peruri Digital Entrepreneur Academy memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka di Trade Expo Indonesia 2026. Keduanya lolos proses kurasi untuk mengikuti pameran, yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara. Partisipasi ini membuka ruang bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas sekaligus memberi pengalaman langsung kepada para pelaku UMKM dalam menjajaki pasar internasional.

D’Craft Indonesia menghadirkan produk kriya premium yang dibuat dengan bahan dasar kayu. Usaha ini mengangkat material alami menjadi produk dengan nilai tambah, sembari mengedepankan pendekatan yang ramah lingkungan. Melalui keikutsertaan dalam pameran, D’Craft Indonesia dapat menampilkan kualitas dan karakter produknya secara langsung kepada pengunjung, termasuk pembeli mancanegara yang tengah mencari produk kriya dengan identitas dan keunikan tersendiri.

Sementara itu, Dakey House memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah kelapa sebagai media tanam berkualitas. Produk tersebut menunjukkan bagaimana bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi komoditas bernilai guna. Kehadiran Dakey House di pameran memberi kesempatan untuk menjelaskan produk dan potensinya secara langsung kepada calon pembeli dari luar negeri, sekaligus memperluas pemahaman pasar mengenai pemanfaatan limbah kelapa.

Kesempatan bertemu pembeli secara langsung menjadi salah satu nilai penting dari partisipasi kedua UMKM tersebut. Selain memperkenalkan produk, para pelaku usaha dapat memperoleh gambaran mengenai minat pasar dan peluang pengembangan jaringan. Pameran juga menyediakan konteks bagi mereka untuk menunjukkan keunggulan produk, menjawab pertanyaan calon mitra, serta menjajaki kemungkinan kerja sama yang sesuai dengan kapasitas usaha masing-masing.

Peruri menyebut keikutsertaan D’Craft Indonesia dan Dakey House sebagai cerminan pembinaan yang berkelanjutan. Pendampingan melalui Peruri Digital Entrepreneur Academy diarahkan untuk membantu UMKM mengembangkan produk lokal dengan nilai tambah dan kesiapan bersaing secara global. Lolosnya kedua usaha dalam kurasi pameran menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan hasil pembinaan dengan peluang pasar yang lebih luas. Dengan demikian, partisipasi di Trade Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bagian dari proses penguatan kapasitas dan pengenalan komoditas lokal kepada pasar mancanegara.

Pembukaan resmi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 berlangsung pada 14 Oktober 2026. Agenda tersebut menandai dimulainya pameran perdagangan yang mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pasar internasional. Pada hari pembukaan, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Sejumlah delegasi turut mendampingi mereka dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran para pejabat dan delegasi menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap pameran yang menampilkan produk serta inovasi dari berbagai sektor usaha nasional. TEI menyediakan ruang bagi perusahaan untuk memperkenalkan penawaran mereka kepada calon mitra dan pembeli dari luar negeri, sekaligus membuka kesempatan menjajaki hubungan perdagangan baru.

Dalam kunjungan tersebut, para pejabat meninjau area pameran dan melihat beragam inovasi produk dalam negeri yang dirancang untuk berorientasi ekspor. Peninjauan ini memberi gambaran mengenai kapasitas pelaku usaha Indonesia dalam mengembangkan produk yang dapat menjangkau konsumen lintas negara. Produk yang ditampilkan mencerminkan upaya perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah, menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan pasar, serta memperluas jaringan distribusi. Interaksi di area pameran juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan keunggulan produknya secara langsung kepada delegasi dan pengunjung. Melalui pertemuan seperti ini, pelaku usaha dapat membangun komunikasi awal, mengenali minat calon mitra, dan memetakan peluang kerja sama yang berpotensi berkembang setelah pameran berakhir.

Kunjungan tersebut sekaligus terkait dengan dukungan pemerintah terhadap perluasan jangkauan pasar internasional bagi produk nasional. Pameran perdagangan dapat membantu mempertemukan produsen dengan pembeli, memperkuat promosi, dan mendorong terbentuknya koneksi bisnis lintas negara. Upaya itu relevan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar di luar negeri, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang tengah menjajaki peluang ekspor. Keterlibatan pelaku usaha nasional juga berperan dalam memperluas kontribusi kegiatan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi. Dengan membuka akses terhadap pasar baru, perusahaan berkesempatan mengembangkan usahanya, sementara produk Indonesia memperoleh ruang untuk dikenal lebih luas. Kehadiran pejabat pemerintah di TEI 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung tujuan tersebut.

Peruri berharap dua UMKM binaannya dapat memanfaatkan bekal pelatihan tata kelola usaha dan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk menjajaki peluang ekspor. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendampingan diharapkan membantu pelaku usaha menata proses bisnis secara lebih terukur, meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan calon pembeli, serta menggunakan teknologi untuk mendukung promosi dan pengelolaan usaha. Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus memahami dinamika pasar internasional secara langsung.

Perusahaan menyatakan pendampingan bagi mitra binaan akan terus diberikan, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas, tetapi juga dengan membantu membuka akses pasar. Salah satu upaya penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Peruri Digital Entrepreneur Academy, yang membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan dan kemampuan untuk mengembangkan usaha di era digital. Peruri juga berharap proses pembinaan dapat menghubungkan mitra dengan peluang yang relevan, sehingga kesiapan yang dibangun melalui pelatihan dapat diterapkan saat mereka berinteraksi dengan calon mitra dan pembeli.

Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menyampaikan bahwa partisipasi di TEI dapat menjadi kesempatan bagi UMKM untuk menjajaki kemitraan, menyerap standar mutu internasional, dan membuka jalan menuju kontrak jangka panjang dengan mitra global. Harapan tersebut menempatkan pameran sebagai tahap penjajakan, bukan sebagai penanda bahwa kerja sama atau kontrak telah tercapai.

Baca juga: Peluang Kerja di Job Fair Jakarta Pusat 2026 | Peluang dan Tantangan UMKM dalam Mengadopsi Kecerdasan Buatan | Peluang Mobil Listrik Xiaomi Masuk ke Indonesia

banner 325x300