PONOROGO // Investigasi88.com – Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, menjadi lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo. Meski belum resmi dibuka, semangat dan antusiasme warga sudah mulai terasa di desa yang berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Ponorogo tersebut.
Warga setempat menyambut positif hadirnya program yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan serta mengatasi ketertinggalan desa, khususnya dari segi infrastruktur yang dimiliki. Antusiasme itu tampak nyata selama pelaksanaan Pra TMMD yang sudah mulai dilaksanakan.
Setiap hari, bersama prajurit TNI yang diterjunkan di lokasi, warga secara sukarela bergotong royong dan bahu-membahu mengerjakan berbagai sasaran fisik.
“Warga di sini luar biasa, meski mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, namun mereka masih bisa membagi waktu secara bergantian untuk terlibat langsung di berbagai titik sasaran,” kata Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Farauk Saputra saat mendampingi Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau Pra TMMD yang dilaksanakan, Jumat (26/6/2026) sore.
Pamen TNI AD itu mengungkapkan, sasaran dalam TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor meliputi pavingisasi jalan di Dukuh Ngipik dan Dukuh Gupit, pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, pembangunan talud di Dukuh Gupit, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Sumani warga Dukuh Gupit.
Selain sasaran fisik, TMMD tersebut juga menyasar pembangunan nonfisik melalui berbagai penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini turut menghadirkan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) melalui pembangunan sumur bor sebanyak lima titik dan renovasi empat unit RTLH.
Sementara itu, Danrem Untoro berharap agar Pra TMMD yang dilaksanakan dapat dimaksimalkan. Menurutnya, tahapan awal tersebut penting untuk mempercepat proses pengerjaan sehingga seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang optimal.
“Pelaksanaan TMMD hanya berlangsung selama 30 hari. Oleh karena itu, Pra TMMD sangat diperlukan agar seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Apalagi jika harus mengahadapi sulitnya kondisi medan seperti di Desa Bulu Lor ini, tentunya Pra TMMD sangat diperlukan,” jelasnya di sela-sela peninjauan.
“Maka dengan adanya Pra TMMD, diharapkan setiap pekerjaan juga dapat dilakukan dengan tidak terburu-buru atau asal jadi, tetapi benar-benar memperhatikan kualitas,” lanjutnya.
Saat meninjau lokasi sasaran pembangunan jembatan, Danrem menyambut baik pemilihan sasaran tersebut. Jembatan yang sebelumnya terbuat dari sesek bambu akan dibangun menjadi jembatan beton dengan panjang 11 meter dan lebar 3,2 meter.
Jembatan yang akan dibangun tersebut juga dirancang mampu dilalui kendaraan dengan muatan hingga 10 ton, sehingga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar mobilitas warga.
Kolonel Untoro pun menyampaikan rasa optimisnya terhadap hadirnya program TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor. Ia menilai, berbagai pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga dalam jangka panjang.
- Ketua Komisi III DPR RI: Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Motivasi Polri Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
- Kodim 1002/HST Gelar Korp Raport Masuk Satuan, Dandim Tekankan Adaptasi dan Disiplin
- Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 Resmi Ditutup, TNI-ATM Perkuat Kesiapsiagaan Dan Kerja Sama Kemanusiaan














Respon (4)