banner 728x250

Aksi Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Polisi Dorong Massa hingga Tugu

Aksi Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Polisi Dorong Massa hingga Tugu
banner 120x600
banner 468x60

Yogyakarta | Demonstrasi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta pada Rabu (28/10/2026) berakhir ricuh di sekitar Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebelum situasi memanas, aksi berlangsung di sejumlah titik di kawasan Malioboro dan diikuti berbagai elemen masyarakat serta mahasiswa. Para peserta menyampaikan tuntutan melalui orasi dan kegiatan penyampaian pendapat di ruang publik. Sejak siang, konsentrasi massa tersebar di beberapa lokasi, sehingga aktivitas demonstrasi tidak hanya terpusat di satu tempat. Perkembangan aksi kemudian mengarah ke gedung parlemen daerah, yang menjadi lokasi berkumpulnya sebagian peserta.

Beberapa titik yang menjadi lokasi kegiatan lain Gedung DPRD DIY, kantor gubernur DIY, dan kawasan Titik Nol Kilometer. Di tiap lokasi, peserta menyuarakan aspirasi masing-masing dalam rangka memperingati momentum Sumpah Pemuda. Kehadiran kelompok masyarakat dan mahasiswa membuat aksi berlangsung dengan komposisi peserta yang beragam. Pada tahap awal, demonstrasi dilaporkan berjalan kondusif. Massa menyampaikan tuntutan, sementara kegiatan berlangsung di beberapa kawasan yang berdekatan dengan pusat kota. Sejumlah peserta kemudian membubarkan diri setelah menyelesaikan kegiatan di lokasi awal. Sebagian lainnya memilih kembali ke kampus, menandai berakhirnya keterlibatan mereka dalam aksi pada siang itu.

banner 325x300

Namun, tidak seluruh peserta meninggalkan kawasan demonstrasi. Sebagian massa bergerak ke arah utara, menuju Gedung DPRD DIY. Perpindahan itu membuat konsentrasi peserta kembali terbentuk di sekitar gedung tersebut, setelah aksi sebelumnya berlangsung di beberapa titik Malioboro. Pada mulanya, pergerakan massa itu merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang digelar pada hari yang sama. Situasi di sekitar DPRD kemudian berkembang berbeda dari kondisi awal yang relatif tertib. Aksi yang semula berlangsung damai akhirnya berujung ricuh, dengan insiden yang melibatkan massa dan aparat kepolisian di kawasan gedung parlemen. Peristiwa tersebut menjadi titik perubahan utama dalam rangkaian demonstrasi Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, setelah peserta sebelumnya menyampaikan aspirasi dan sebagian telah membubarkan diri.

Situasi di sekitar gedung DPRD DIY berubah pada petang hari. Sekitar pukul 18.00 WIB, massa mulai merangsek ke kawasan tersebut dan kericuhan pecah. Perkembangan itu menandai meningkatnya ketegangan setelah aksi berlangsung di Yogyakarta pada peringatan Sumpah Pemuda. Konsentrasi massa kemudian terlihat terbagi di sisi selatan dan utara gedung. Di tengah suasana yang semakin ramai, terjadi pelemparan batu, petasan, dan kembang api. Peristiwa itu membuat keadaan di sekitar gedung menjadi tidak kondusif dan memerlukan perhatian petugas yang berjaga di lokasi.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menjelaskan kronologi pemicu kericuhan pada Kamis (29/10/2026) dini hari. Menurut Ihsan, situasi bermula setelah sekelompok orang yang tidak dikenal datang ke kawasan tersebut. Ia menyebut kelompok itu melakukan provokasi dengan menyalakan petasan dan kembang api. Benda-benda tersebut, menurut keterangannya, juga dilemparkan ke arah petugas parkir yang berada di Jalan Perwakilan. Aksi itu kemudian memicu keributan kelompok tersebut dan petugas parkir. Penjelasan kepolisian tersebut memberi gambaran mengenai rangkaian kejadian yang mendahului membesarnya ketegangan pada petang itu.

Di sekitar DPRD DIY, lemparan batu dan benda-benda piroteknik menambah risiko bagi orang-orang yang berada di lokasi. Massa yang terkonsentrasi di dua sisi gedung membuat situasi berkembang di lebih dari satu titik. Petasan dan kembang api tidak hanya disebut sebagai bagian dari provokasi awal, tetapi juga muncul dalam rangkaian kericuhan yang terjadi di kawasan itu. Informasi mengenai insiden di Jalan Perwakilan serta pemecahan konsentrasi massa menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana keadaan berubah setelah pukul 18.00 WIB. Hingga keterangan disampaikan, uraian Ihsan berfokus pada kedatangan kelompok yang tidak dikenal dan bentrokan dengan petugas parkir sebagai pemicu keributan. Peristiwa ini berlangsung di tengah aksi yang sebelumnya telah menarik massa ke sekitar gedung DPRD DIY, sebelum ketegangan meningkat dan terjadi berbagai aksi pelemparan.Personel Polda DIY yang berada di sekitar gedung berupaya mengamankan lokasi ketika aksi dalam rangka Sumpah Pemuda di Yogyakarta memanas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kericuhan berkembang lebih luas dan menjaga situasi di sekitar tempat aksi. Polisi juga berusaha membubarkan massa, menurut keterangan Ihsan. Upaya itu berlangsung di tengah ketegangan petugas dan peserta aksi. Informasi yang disampaikan menggambarkan bahwa pengamanan dilakukan di sekitar gedung, sementara situasi di lapangan belum terkendali. Aparat berusaha mengamankan lokasi dan membatasi potensi meluasnya kericuhan tanpa menyebutkan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang diambil.

Ihsan menyatakan bahwa massa melakukan perlawanan saat polisi berupaya membubarkan mereka. Dalam keadaan tersebut, personel kepolisian kemudian mundur ke dalam gedung. Keterangan ini menjelaskan salah satu bagian dari situasi yang terjadi selama upaya pengamanan, tetapi tidak memuat rincian tentang bentuk perlawanan ataupun urutan kejadian secara lebih lengkap. Karena itu, informasi yang tersedia hanya menunjukkan bahwa upaya pembubaran tidak berjalan tanpa hambatan dan polisi memilih mundur ke dalam gedung setelah menghadapi perlawanan. Tidak ada keterangan tambahan yang dapat memastikan bagaimana situasi berubah setelah personel berada di dalam gedung atau bagaimana posisi massa pada saat itu.

Ihsan juga menyampaikan bahwa sejumlah anggota polisi menjadi korban ketika mengamankan aksi. Keterangan tersebut menegaskan adanya anggota yang terdampak dalam rangkaian pengamanan, tanpa menyertakan jumlah, kondisi, maupun rincian penanganan mereka. Informasi mengenai korban tidak dapat diperluas melampaui pernyataan itu. Dalam melaporkan peristiwa ini, penting untuk membedakan keterangan yang telah disampaikan dari hal-hal yang belum diketahui. Dengan demikian, yang dapat dipastikan dari penjelasan Ihsan adalah personel Polda DIY berupaya mengamankan lokasi dan membubarkan massa, menghadapi perlawanan hingga mundur ke dalam gedung, serta terdapat sejumlah anggota polisi yang menjadi korban saat pengamanan. Rincian lain belum tersedia dalam keterangan tersebut.

Sekitar pukul 22.00 WIB, aparat menyatakan situasi di kawasan Malioboro telah kembali terkendali. Namun, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya berakhir. Polisi berupaya menggeser massa agar menjauh dari pusat keramaian, mendorong mereka ke arah Tetek atau Stasiun Tugu Yogyakarta. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari upaya petugas untuk mengendalikan keadaan setelah aksi massa berlangsung dan gangguan terjadi di sejumlah titik. Keterangan mengenai situasi malam itu disampaikan Ihsan, sementara pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa massa masih bertahan dan belum membubarkan diri.

Situasi kembali berubah ketika pelemparan masih berlangsung. Massa yang sebelumnya bergerak menjauh dari Malioboro kembali didorong oleh polisi, kali ini ke arah Mangkubumi. Menurut Ihsan, posisi terakhir massa yang ia sebut berada di sekitar Tugu Yogyakarta. Pergeseran lokasi itu menunjukkan bahwa upaya pengendalian berlangsung dengan mendorong massa menjauh dari kawasan yang sebelumnya menjadi pusat perhatian. Meski polisi telah menyatakan situasi di Malioboro terkendali, dinamika di sekitar Tugu masih terus berkembang. Massa berpindah mengikuti desakan petugas, sedangkan aparat berusaha menghalau mereka dari satu kawasan ke kawasan lain.

Hingga pukul 00.29 WIB, massa di sekitar Tugu Yogyakarta belum membubarkan diri. Mereka masih melempar batu dan menembakkan kembang api, sehingga situasi tetap tegang setelah lewat tengah malam. Petugas berseragam antihuru-hara tampak menggunakan tameng saat berupaya membubarkan massa. Di tengah upaya tersebut, polisi juga menembakkan gas air mata. Pantauan lapangan pada waktu itu memperlihatkan konfrontasi belum mereda, meskipun aparat telah berulang kali mendorong massa menjauh.

Baca juga: Panggilan Polisi kepada Siswa Usai Aksi Konvoi Viral | Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital | Peringatan Aksi Massa Jakarta: Rute dan Persiapan Lalu Lintas

banner 325x300