KRAKSAAN – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) yang semestinya menjadi momentum kebanggaan masyarakat justru memunculkan sorotan. Pasalnya, kondisi Alun-Alun Kraksaan mengalami kerusakan di sejumlah titik usai rangkaian kegiatan perayaan selesai digelar.
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan rumput hijau yang selama ini menjadi daya tarik ruang terbuka publik tersebut kini berubah menjadi area berlumpur, gersang, dan rusak akibat tingginya aktivitas selama acara berlangsung.
Kerusakan itu diduga dipicu oleh padatnya pengunjung yang memadati area alun-alun, ditambah berdirinya berbagai instalasi kegiatan tanpa adanya perlindungan khusus pada permukaan rumput.
Kondisi tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan. Ketua LSM Libas88 Nusantara, Muhyiddin, menilai panitia penyelenggara tidak melakukan langkah antisipatif untuk mencegah kerusakan fasilitas publik sejak awal.
Menurutnya, alun-alun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) seharusnya mendapat perlindungan ekstra ketika digunakan untuk kegiatan berskala besar.
“Ini jelas bentuk kelalaian. Alun-alun bukan tanah kosong, melainkan ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi ekologis dan estetika bagi masyarakat. Seharusnya ada mitigasi sejak awal, seperti pemasangan flooring atau pelindung khusus agar rumput tidak rusak,” kata Muhyiddin, Senin (27/4/2026).
Ia juga menyoroti besarnya anggaran penyelenggaraan Harjakapro yang dinilai harus sebanding dengan tanggung jawab terhadap fasilitas umum yang digunakan.
Muhyiddin mempertanyakan apakah dalam kerja sama antara pemerintah daerah dengan event organizer (EO) terdapat klausul yang mengatur tanggung jawab pemulihan apabila terjadi kerusakan aset daerah.
“Kalau anggaran kegiatan bisa mencapai ratusan juta rupiah, masa tidak ada alokasi untuk pemulihan fasilitas? Harus ada jaminan bahwa kondisi alun-alun dikembalikan seperti semula. Ini aset milik masyarakat,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, masyarakat untuk sementara waktu dinilai tidak bisa menikmati fungsi maksimal Alun-Alun Kraksaan sebagai ruang publik. Proses pemulihan rumput diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama hingga kondisi kembali normal.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan sejumlah area harus ditutup sementara guna proses perawatan dan rehabilitasi.
Muhyiddin mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penggunaan alun-alun sebagai lokasi kegiatan berskala besar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pemkab harus berani melakukan evaluasi total. Jangan sampai acara yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru meninggalkan kerusakan fasilitas yang dibangun dari uang rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan ruang publik merupakan cerminan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kalau pengelolaan ruang terbuka hijau saja tidak maksimal, publik tentu akan mempertanyakan pengelolaan aset daerah lainnya,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara Harjakapro maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo belum memberikan keterangan resmi terkait langkah perbaikan maupun pihak yang akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
(Tim investigasi gabungan media online Nusantara/*)
Pembahasan ruang terbuka
Topik ini memiliki berbagai aspek yang perlu dikaji secara mendalam.
Sumber tambahan dapat dilihat di referensi terpercaya.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan ini menunjukkan tren yang cukup signifikan.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri dan berkaitan dengan berbagai faktor lain yang saling terhubung.
Dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan ini menunjukkan tren yang cukup signifikan.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Analisis lebih dalam menunjukkan adanya pola yang terus berulang dalam situasi ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan ini menunjukkan tren yang cukup signifikan.
Fenomena ini tidak berdiri sendiri dan berkaitan dengan berbagai faktor lain yang saling terhubung.
Kesimpulannya, ruang terbuka menjadi isu penting yang perlu terus diperhatikan.







