banner 728x250

Antisipasi Banjir, Dinsos Probolinggo Gelar Simulasi Dapur Umum dan Tagana Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo | Investigasi88.com

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan simulasi Dapur Umum (DU) dan program Tagana Teman Masyarakat (TTM). Kegiatan <a href="https://investigasi88.com/konfirmasi-tak-dijawab-dugaan-intimidasi-dalam-kasus-voice-note-pppk-langsa-disorot/”>tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Dringu, Rabu (29/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir.

banner 325x300

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur Ketua Pokja III dan Pokja IV PKK Kabupaten Probolinggo, Ketua Pokja III dan IV PKK Kecamatan Dringu, Ketua Pokja III dan IV PKK Desa Kedungdalem serta Desa Dringu, perwakilan RT/RW, Fatayat NU, Muslimat NU, Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Probolinggo, SDM PKH Kecamatan Dringu, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna Kecamatan Dringu hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi, langkah antisipasi, hingga penanganan awal saat terjadi bencana. Materi disampaikan langsung oleh personel Tagana Kabupaten Probolinggo yang dilanjutkan dengan praktik simulasi operasional dapur umum sebagai bagian dari penanganan kebutuhan logistik pangan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pada sesi simulasi, anggota Tagana memperagakan proses pendirian dan pengoperasian dapur umum, mulai dari pengolahan bahan makanan hingga penyajian makanan siap santap. Hasil masakan kemudian dibagikan kepada seluruh peserta sebagai bagian dari skenario penanganan kedaruratan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo, Bekti Dinarwati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat sekaligus menguatkan koordinasi antarrelawan dan unsur sosial ketika menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, Kecamatan Dringu dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat kerawanan banjir, sehingga masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi potensi bencana.

“Melalui simulasi ini kami ingin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi maupun menghadapi potensi bencana. Harapannya, masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai sehingga mampu mengambil langkah yang tepat saat bencana terjadi,” ujar Bekti.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap upaya pengurangan risiko bencana sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, relawan dan masyarakat dalam penanganan kebencanaan.

Sementara itu, Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo, Siti Mariam, menjelaskan simulasi dapur umum merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2012 tentang Taruna Siaga Bencana (Tagana), khususnya dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat melalui layanan dapur umum.

Menurutnya, latihan secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel Tagana maupun unsur masyarakat memiliki kesiapan ketika harus diterjunkan saat terjadi bencana.

“Simulasi ini bertujuan mengasah kekompakan dan kerja sama tim sehingga ketika terjadi bencana, Tagana bersama seluruh unsur masyarakat sudah siap membuka dapur umum untuk menyediakan makanan pada masa awal kedaruratan sekaligus membantu penanganan bencana,” kata Siti Mariam.

Ia menambahkan, melalui program Tagana Teman Masyarakat (TTM), peserta juga dibekali kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat agar mampu melindungi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar sebelum bantuan datang.

“Ilmu yang diperoleh hari ini diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, ketika terjadi bencana, masyarakat tidak panik dan mampu meminimalkan korban maupun kerugian yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat budaya siaga bencana berbasis masyarakat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, organisasi sosial, dan warga guna mempercepat penanganan saat kondisi darurat terjadi.

Pewarta: Bambang
Editor: Redaksi

banner 325x300

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *