banner 728x250

Asap Kiriman Diperkirakan Menyelimuti Sejumlah Wilayah Sultra, Warga Diminta Waspada

Asap Kiriman Diperkirakan Menyelimuti Sejumlah Wilayah Sultra, Warga Diminta Waspada
banner 120x600
banner 468x60

KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya paparan asap kiriman yang diperkirakan memengaruhi sejumlah wilayah di provinsi tersebut selama tiga hari ke depan. Warga juga diminta membatasi kegiatan di ruang terbuka apabila kondisi udara terlihat memburuk.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Heri Purnomo, mengatakan pengamatan cuaca menunjukkan asap tipis telah menyelimuti langit Sultra dalam sepekan terakhir. Fenomena tersebut diperkirakan masih berlanjut dan dapat memengaruhi jarak pandang, terutama pada pagi hari. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG serta memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan perjalanan.

banner 325x300

Pada 3 Oktober 2026, wilayah Kendari dan sekitarnya mengalami asap yang cukup tebal pada pagi hari. Kondisi itu menyebabkan jarak pandang turun hingga kurang dari lima kilometer. Penurunan jarak pandang berpotensi mengganggu aktivitas transportasi dan meningkatkan risiko bagi pengendara, khususnya di jalan yang padat maupun jalur antarkawasan.

Penggunaan masker menjadi langkah perlindungan sederhana untuk mengurangi paparan partikel di udara selama warga berada di luar ruangan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, disarankan lebih berhati-hati. Mereka sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruang dan segera mencari tempat dengan sirkulasi udara yang lebih baik ketika asap semakin pekat.

BMKG meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi tersebut. Pembaruan mengenai cuaca, jarak pandang, dan potensi perkembangan asap dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Dengan kewaspadaan dan penyesuaian aktivitas, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak paparan asap selama periode yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari mendatang.

Hasil observasi BMKG menunjukkan bahwa jarak pandang horizontal di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara selama sepekan terakhir umumnya berada pada kisaran delapan hingga sembilan kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang dipantau dalam melihat dampak keberadaan asap di atmosfer. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan jarak pandang dari waktu ke waktu, terutama ketika asap berada di sekitar wilayah permukiman dan berpotensi memengaruhi kondisi udara.

Selain jarak pandang, BMKG memantau konsentrasi PM2.5 di Kota Kendari. Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori sedang sejak dini hari hingga sore. Kondisi ini kemudian menunjukkan perbaikan pada sore menuju malam. Perubahan tersebut menjadi bagian dari dinamika harian yang diamati BMKG untuk mengetahui perkembangan kualitas udara dan pengaruh asap di wilayah Kota Kendari.

Heri menyampaikan bahwa pola jarak pandang dan kualitas udara tersebut diperkirakan masih berulang dalam beberapa hari mendatang. Dengan demikian, kondisi udara yang berada dalam kategori sedang pada periode tertentu masih mungkin kembali terjadi, sebelum membaik pada sore menuju malam. Pemantauan terhadap jarak pandang horizontal dan konsentrasi PM2.5 tetap dilakukan untuk mengikuti perubahan kondisi di sejumlah wilayah Sultra. Masyarakat diminta memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan asap dan kualitas udara yang disampaikan oleh pihak berwenang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi asap yang berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai asap kiriman dari luar daerah. Berdasarkan hasil pemantauan, paparan asap tersebut terutama dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Papua Selatan serta Maluku. Analisis ini menunjukkan bahwa kondisi atmosfer memungkinkan material asap bergerak menuju wilayah Sultra, sehingga masyarakat diminta memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan jarak pandang.

Dasar analisis BMKG mencakup pola angin yang bergerak dari arah timur hingga timur laut serta pemantauan citra satelit Himawari-9. Arah pergerakan angin tersebut dinilai mendukung masuknya asap dari kawasan timur Indonesia ke Sultra. Di dalam wilayah Sultra sendiri, BMKG juga mendeteksi 105 titik panas. Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bombana. Namun, keberadaan titik panas lokal itu perlu dibedakan dari sumber asap yang sedang dibahas, karena BMKG terutama mengaitkan potensi asap dengan kebakaran hutan dan lahan di luar Sultra.

Dalam prakiraan tiga hari ke depan, potensi asap kategori sedang diperkirakan terjadi di Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara. Potensi serupa juga mencakup Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, serta Wakatobi. Warga di daerah tersebut disarankan memantau pembaruan BMKG, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap menebal, dan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri apabila asap kiriman mulai terasa pekat di lingkungan tempat tinggal. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ialah memperbanyak minum air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara menurun. Warga juga disarankan menutup jendela dan pintu rumah agar asap dari luar tidak mudah masuk. Jika memungkinkan, ruangan perlu dijaga tetap bersih dan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam rumah sebaiknya dikurangi.

Kelompok rentan memerlukan perhatian lebih selama kondisi tersebut berlangsung. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah. Mereka sebaiknya keluar hanya untuk keperluan penting dan menggunakan perlindungan yang sesuai apabila harus berada di area terbuka. Masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau keluhan kesehatan lain yang memburuk.

Kewaspadaan tambahan juga diperlukan oleh pengguna jalan. Asap yang menyelimuti wilayah dapat menurunkan jarak pandang, sehingga pengendara perlu mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, dan menghindari manuver mendadak. Kondisi serupa berpotensi mengganggu keselamatan transportasi laut maupun penerbangan. Operator dan penumpang perlu memperhatikan informasi resmi terkait jarak pandang, arah angin, serta kemungkinan penundaan atau penyesuaian perjalanan.

Masyarakat dapat mengikuti pembaruan cuaca dan kondisi atmosfer melalui kanal resmi Info BMKG Sultra, akun Instagram @bmkgmaritimkendari, serta aplikasi Info BMKG. Informasi juga tersedia melalui layanan WhatsApp BMKG Sultra di nomor 0811-4005-929. Pemantauan berkala terhadap kanal tersebut penting agar warga dapat menyesuaikan kegiatan, perjalanan, dan langkah perlindungan berdasarkan perkembangan terbaru di wilayah masing-masing.

banner 325x300