Kota Depok Buka Suara | Pemerintah Kota Depok menindaklanjuti dugaan pemotongan honor dokter di RSUD ASA yang dilakukan oknum rumah sakit tersebut. Berdasarkan evaluasi internal, ditemukan ketidaksesuaian dalam perhitungan komponen kinerja. Kita hormati proses yang berjalan dan akan menindaklanjuti hasilnya sesuai ketentuan," ujar Hendy saat dihubungi Kamis (8/10/2026).
Keterangan yang tercatat menyebut Kepala Subbagian Tata Usaha RSUD ASA Hendy Astriono mengatakan manajemen saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap jasa pelayanan dokter. Mengenai besaran selisih dan jumlah dokter yang terdampak, masih dilakukan verifikasi agar data yang disampaikan akurat," jelas Hendy. Hendy mengatakan pembayaran jasa pelayanan dokter di RSUD ASA mengacu pada ketentuan dan indikator kinerja yang berlaku. Manajemen, kata dia, terus melakukan evaluasi agar pemberian jasa pelayanan lebih transparan dan memiliki dasar yang dapat dipahami seluruh pihak. Sejumlah hal yan menjadi masukan sedang ditindaklanjuti, prinsipnya perbaikan sudah berjalan dan proses evaluasi masih berlanjut," terang Hendy.
Data lain dalam laporan menunjukkan Apalagi, paling namanya gaji di lingkungan RSUD barang kali para dokter, kalau dibandingkan dia kerja di rumah sakit swasta yang mahalkan, gajinya lebih besar.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Hingga kini, Supian belum mendapatkan laporan hasil dari pemeriksaan Inspektorat Daerah terhadap manajemen RSUD ASA. Saya belum dapat laporan detail," singkap Supian. Terkait dugaan tersebut (pemotongan honor), saat ini masih dalam proses evaluasi dan pendalaman. Manajemen kemudian melakukan klarifikasi bersama para dokter dan menindaklanjuti perbaikan terkait hal tersebut. Namun, dia menilai pemotongan honor dokter tidak dapat dibenarkan.
Pemerintah Kota Depok telah meminta Inspektorat Daerah Kota Depok melakukan pemeriksaan terhadap manajemen RSUD ASA. Wali Kota Depok, Supian Suri belum mengetahui hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Kota Depok soal dugaan pemotongan honor dokter RSUD ASA. Saya sudah minta tolong Inspektorat untuk menindaklanjuti," ujar Supian usai menghadiri pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Depok, Mimggu (11/10/2026). Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Sehat Afiat (RSUD ASA) Kota Depok menjadi sorotan setelah muncul kabar dugaan pemotongan honor dokter. Surat pemanggilan Inspektorat Daerah Kota Depok terhadap Direktur Utama RSUD ASA juga beredar di media sosial. Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Supriatni mengaku belum mengetahui secara lengkap persoalan dugaan pemotongan honor dokter di RSUD ASA. Pemotongan honor dokter di RSUD ASA tidak dibenarkan,karena itukan ibarat emang jatah dia," ucap Supriatni. Supriatni menyayangkan adanya dugaan pemotongan honor dokter di RSUD ASA. Menurut dia, penghasilan dokter di RSUD relatif standar jika dibandingkan dengan rumah sakit swasta. Kalau di RSUD kan gajinya standar," ungkap Supriatni. Supriatni mengaku belum mengetahui secara pasti alasan di balik dugaan pemotongan honor tersebut. Dia berencana memanggil jajaran RSUD ASA untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap. Nanti akan kami panggil jajaran direktur sama kita. Apabila benar di potong dan Inspektorat sudah memanggil, maka nanti akan share ke komisi D untuk dijadwalkan memanggil direktur ASA," tutur Supriatni.
Baca juga: Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat | 4 Hari Air Bersih Mati di Titi Manirah, Pelanggan Soroti Kinerja PDAM Tirta Keumuning Langsa | Langkah Baru Pemkab Batang dalam Penilaian Kinerja ASN







