banner 728x250

Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Dekat Jembatan Way Sekampung

Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Dekat Jembatan Way Sekampung
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, di sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka setelah sebuah truk Fuso bermuatan pasir diduga mengalami kegagalan sistem pengereman. Truk itu kemudian menabrak empat kendaraan yang berada di depannya.

Insiden tersebut menyebabkan dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Keduanya menjadi korban paling parah dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan berat dan sejumlah kendaraan lain di ruas jalan tersebut. Selain dua korban meninggal, seorang remaja juga dilaporkan mengalami luka parah akibat peristiwa itu.

banner 325x300

Kecelakaan lima kendaraan ini bermula ketika truk Fuso bermuatan pasir diduga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan akibat gangguan pada sistem pengereman. Dalam kondisi tersebut, truk menabrak empat kendaraan di depannya secara beruntun. Benturan itu menimbulkan dampak serius bagi para pengguna jalan yang terlibat, termasuk dua pelajar SMP yang meninggal di lokasi kejadian.

Peristiwa di dekat Jembatan Way Sekampung tersebut menjadi kecelakaan dengan dampak berat karena melibatkan kendaraan bermuatan pasir dan beberapa kendaraan sekaligus. Dua korban pelajar dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedangkan seorang remaja lainnya harus mendapat penanganan karena mengalami luka parah. Rangkaian kejadian ini menunjukkan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh dugaan kegagalan pengereman pada kendaraan berat ketika melaju di jalan raya.

Kecelakaan beruntun di dekat Jembatan Way Sekampung bermula ketika truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Kendaraan berat tersebut diketahui melintasi ruas jalan yang menurun sebelum akhirnya mengalami masalah dan kehilangan kendali. Berdasarkan keterangan awal yang tersedia, truk itu diduga mengalami rem blong saat melewati bagian jalan tersebut.

Kondisi jalan yang menurun membuat laju truk semakin sulit dikendalikan setelah sistem pengereman diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pengemudi kemudian tidak mampu mengendalikan arah maupun kecepatan kendaraan. Truk yang terus bergerak itu selanjutnya menghantam kendaraan-kendaraan yang berada di depannya, sehingga terjadi kecelakaan beruntun di sekitar akses menuju Jembatan Way Sekampung.

Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo menyatakan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026, ketika petugas masih menghimpun keterangan dan melakukan penanganan di lokasi. Informasi mengenai dugaan rem blong menjadi bagian dari kronologi awal, sementara penyebab pasti kecelakaan tetap menunggu pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan kondisi kendaraan, keterangan para pihak, serta hasil olah tempat kejadian perkara.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan bermula dari pergerakan truk Fuso di jalur menurun, kemudian berlanjut setelah kendaraan kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Petugas kepolisian selanjutnya melakukan pendataan terhadap kendaraan yang terlibat, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan bukti untuk menyusun kronologi secara menyeluruh. Keterangan resmi mengenai detail benturan dan posisi setiap kendaraan diharapkan dapat memperjelas urutan peristiwa.

Kecelakaan beruntun di dekat Jembatan Way Sekampung melibatkan sebuah truk dan sejumlah kendaraan lain. Berdasarkan informasi yang tersedia, truk tersebut menabrak dua mobil minibus, yakni Toyota Innova dengan nomor polisi BE 1810 UW dan Mitsubishi Pajero bernomor polisi BE 1459 UC. Kedua mobil itu menjadi bagian dari rangkaian kendaraan yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain dua minibus, kendaraan lain yang tertabrak adalah sepeda motor Yamaha Mio dan Honda PCX dengan nomor polisi BE 2938 UAJ. Yamaha Mio diketahui membawa tiga pelajar ketika kecelakaan terjadi. Setelah terkena benturan, sepeda motor tersebut terseret hingga puluhan meter. Peristiwa itu menyebabkan dua pelajar meninggal dunia, sementara detail kondisi pelajar lainnya perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Rangkaian benturan tersebut berlangsung ketika truk menghantam kendaraan-kendaraan yang berada di jalurnya. Posisi dan urutan pasti setiap kendaraan dalam kecelakaan masih menjadi bagian dari penanganan serta pemeriksaan petugas. Informasi awal yang disebutkan dalam sumber mengarah pada dugaan rem blong sebagai penyebab, tetapi hal itu belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, kendaraan yang tercatat terlibat mencakup truk, Toyota Innova BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, Yamaha Mio, serta Honda PCX BE 2938 UAJ. Penyebutan seluruh kendaraan tersebut penting untuk menggambarkan skala tabrakan tanpa mengubah fakta yang telah disampaikan. Keterangan lanjutan dari kepolisian dan pemeriksaan teknis kendaraan diharapkan dapat menjelaskan kronologi secara lebih menyeluruh, termasuk kondisi rem truk dan pergerakan masing-masing kendaraan sebelum benturan.

Dalam kecelakaan beruntun di dekat Jembatan Way Sekampung, dua penumpang sepeda motor Yamaha Mio dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut. Korban pertama adalah Maher Zain, berusia 13 tahun, yang tercatat sebagai warga Pekon Bandung Baru. Korban kedua ialah Rayhan Bintang, berusia 14 tahun, warga Kalirejo.

Identitas Maher Zain dan Rayhan Bintang disebutkan dalam sumber sebagai dua penumpang Yamaha Mio yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa itu. Keduanya tidak sempat diselamatkan dan meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami luka berat. Informasi tersebut menjadi bagian penting dari keterangan mengenai jumlah dan kondisi korban dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di sekitar jembatan tersebut.

Sementara itu, pengendara sepeda motor berinisial M Rayhan, 14 tahun, mengalami luka parah. M Rayhan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu bersama korban lainnya untuk mendapatkan penanganan. Dengan demikian, sumber mencatat dua penumpang Yamaha Mio, yakni Maher Zain dan Rayhan Bintang, meninggal dunia di lokasi, sedangkan pengendaranya, M Rayhan, berada dalam kondisi luka parah dan dibawa ke rumah sakit. Keterangan mengenai para korban tersebut mencakup identitas, usia, domisili, serta kondisi yang tercantum dalam laporan kecelakaan.

Baca juga: Maut di Kembangan: Kecelakaan Beruntun yang Merenggut Nyawa Keluarga | Kecelakaan Beruntun di Jalan Jamin Ginting | Kecelakaan Beruntun di Sibolangit: Dampak dan Penyelidikan Lanjutan

banner 325x300