banner 728x250

Gebrak Pasar Dimulai di Bekasi, Wali Kota dan ASN Belanja Langsung di Pasar Rakyat

Gebrak Pasar Dimulai di Bekasi, Wali Kota dan ASN Belanja Langsung di Pasar Rakyat
banner 120x600
banner 468x60

KOTA BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan gerakan Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat atau Gebrak Pasar di Pasar Baru Bekasi, Jumat, 2 Oktober 2026. Peluncuran ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali aktivitas belanja secara langsung di pasar tradisional sekaligus memperkuat hubungan aparatur pemerintah, masyarakat, dan para pedagang.

Gebrak Pasar dirancang sebagai agenda bulanan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi mendorong masyarakat agar memilih pasar rakyat sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran pembeli secara rutin diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih aktif bagi pedagang kecil maupun pelaku usaha di lingkungan pasar.

banner 325x300

Pelaksanaan perdana dimulai pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan sekaligus sarana membangun suasana kebersamaan sebelum peserta berbelanja langsung di area pasar.

Setelah senam bersama, Wali Kota dan para ASN mengikuti kegiatan belanja di Pasar Baru Bekasi. Keterlibatan langsung pejabat daerah dan aparatur pemerintah diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk memanfaatkan pasar rakyat. Selain mendukung pedagang, langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pusat perdagangan tradisional di tengah persaingan dengan berbagai pilihan tempat belanja modern.

Program ini tidak hanya menempatkan pasar sebagai lokasi transaksi, tetapi juga sebagai ruang interaksi warga dan penggerak ekonomi lokal. Dengan pelaksanaan yang terjadwal setiap bulan, Gebrak Pasar diharapkan mampu membangun kebiasaan belanja yang konsisten, memperluas manfaat ekonomi bagi pedagang, serta menjaga agar kegiatan perdagangan di pasar tradisional tetap tumbuh dan berkembang.

Usai mengikuti senam bersama, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melanjutkan kegiatan dengan menyusuri area Pasar Baru Bekasi. Ia hadir didampingi istrinya, Wiwiek Hargono, dan berinteraksi langsung dengan para pedagang maupun warga yang sedang berbelanja. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus memahami kondisi pasar secara lebih nyata.

Dalam kesempatan itu, Tri membeli sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia di pasar. Ia memilih berbelanja secara langsung, bukan sekadar melakukan peninjauan dari luar area perdagangan. Aktivitas tersebut memungkinkan dirinya merasakan proses transaksi sebagaimana yang dialami masyarakat setiap hari, mulai dari melihat barang, menanyakan harga, hingga melakukan pembayaran kepada pedagang. Kehadiran Wali Kota juga membuat suasana pasar berlangsung lebih hidup, sementara para pedagang dapat menyampaikan kondisi usaha mereka secara langsung.

Tri menjelaskan bahwa kegiatan berbelanja sengaja dilakukan untuk melihat situasi jual beli dan memantau perkembangan harga bahan pangan di tingkat pasar rakyat. Menurutnya, pemantauan langsung penting agar pemerintah memperoleh gambaran yang sesuai dengan kondisi lapangan, khususnya terkait daya beli masyarakat serta harga kebutuhan sehari-hari. Ia menilai harga berbagai barang di Pasar Baru Bekasi relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah tempat lain. Temuan tersebut menjadi informasi penting dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses masyarakat. Melalui kunjungan semacam ini, pemerintah juga dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pedagang sekaligus mendorong keberlanjutan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.

Program Gebrak Pasar tidak berhenti pada pelaksanaan perdana di Bekasi. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi pada minggu pertama setiap bulan. Melalui agenda ini, para ASN akan diajak berbelanja secara langsung di pasar rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan pusat perdagangan tradisional sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan Gebrak Pasar akan dilakukan secara bergilir di berbagai pasar rakyat yang berada di wilayah Kota Bekasi. Pergiliran lokasi dimaksudkan agar manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh lebih banyak pedagang dan pelaku usaha. Setiap pasar memiliki karakteristik, komoditas, serta potensi ekonomi yang berbeda, sehingga kehadiran ASN di sejumlah lokasi diharapkan mampu memperluas dampak program dan memperkenalkan pasar-pasar rakyat kepada masyarakat.

Pemilihan minggu pertama setiap bulan juga memiliki pertimbangan praktis. Waktu tersebut bertepatan dengan masa penerimaan gaji aparatur daerah. Dengan demikian, ASN diharapkan dapat memanfaatkan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui pasar rakyat. Pola belanja ini sekaligus menjadi upaya membangun kebiasaan yang konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial yang berlangsung sesekali.

Tri berharap kebiasaan ASN berbelanja di pasar rakyat pada pekan pertama setelah menerima gaji dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas. Keteladanan tersebut dinilai penting untuk mendorong perubahan perilaku belanja secara bertahap. Ketika semakin banyak warga memilih pasar rakyat, perputaran uang akan berlangsung langsung di tengah masyarakat, sehingga pedagang, petani, pemasok, dan pelaku usaha kecil memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Keberlanjutan Gebrak Pasar juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menjaga keberadaan pasar rakyat sebagai bagian penting dari perekonomian daerah. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan ini membuka ruang interaksi pemerintah, pedagang, dan warga. Evaluasi terhadap setiap pelaksanaan diharapkan dapat membantu memperbaiki pengaturan kegiatan, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memastikan pasar rakyat terus berkembang secara tertib dan berdaya saing.

Bagi Wiwiek Hargono, kegiatan belanja langsung di pasar rakyat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya menghidupkan aktivitas pasar, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki kesan tersendiri. Kehadirannya dalam kegiatan bersama Wali Kota dan aparatur sipil negara (ASN) membuat momen itu terasa dekat dengan kehidupan keluarga. Belanja di pasar menjadi pengalaman yang sederhana, tetapi menyimpan makna personal bagi Wiwiek.

Suasana tersebut mengingatkan Wiwiek pada rutinitas keluarga di masa lalu. Ia mengenang masa ketika Tri Adhianto masih berstatus sebagai ASN biasa. Pada masa itu, aktivitas keluarga berlangsung dalam keseharian yang sederhana, termasuk kebiasaan berbelanja secara langsung di pasar. Kenangan tersebut kembali terasa ketika Wiwiek mengikuti kegiatan belanja bersama di pasar rakyat.

Karena itu, kegiatan ini meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga Wiwiek. Momen belanja langsung tidak hanya mempertemukan mereka dengan aktivitas pasar, tetapi juga membawa kembali ingatan terhadap rutinitas yang pernah dijalani bersama. Bagi Wiwiek, pengalaman tersebut menjadi pengingat akan perjalanan keluarga dari masa ketika Tri Adhianto masih menjadi ASN biasa hingga kini. Kesan personal itu melengkapi makna kegiatan belanja di pasar rakyat, yang berlangsung dekat dengan keseharian dan kenangan keluarga.

banner 325x300