banner 728x250

Komisi III Dorong Pembenahan Polri dan Penguatan Pendekatan Humanis di Bawah Kapolri Suyudi

Komisi III Dorong Pembenahan Polri dan Penguatan Pendekatan Humanis di Bawah Kapolri Suyudi
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Jajaran Komisi III DPR yang dipimpin Habiburokhman bersilaturahmi dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di kediaman Kapolri, Jakarta, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi lembaga legislatif dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Komisi III DPR yang memiliki hubungan kerja dengan Polri.

Silaturahmi ini juga mencerminkan upaya memperkuat sinergi Komisi III DPR dan Polri sebagai mitra kerja. Komunikasi yang terjalin secara langsung diharapkan dapat mendukung hubungan kelembagaan yang konstruktif, terbuka, dan berkelanjutan. Dalam pertemuan itu, turut hadir Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Nazaruddin Dek Gam.

banner 325x300

Kehadiran unsur pimpinan dan jajaran terkait dalam silaturahmi tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan yang baik dalam menjalankan tugas masing-masing lembaga. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Nuansa tersebut mencerminkan kedekatan serta penghormatan antarpihak, sekaligus menciptakan ruang komunikasi yang lebih cair di Komisi III DPR dan Kapolri Suyudi Ario Seto.

Setelah rangkaian silaturahmi, pertemuan ditutup dengan makan siang bersama. Momen tersebut melengkapi suasana kebersamaan yang terbangun sepanjang pertemuan. Bagi Komisi III DPR dan Polri, komunikasi semacam ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan kelembagaan, sehingga hubungan kerja dapat terus berlangsung dengan semangat saling menghormati dan mendukung pelaksanaan tanggung jawab masing-masing.

Komisi III DPR menyatakan dukungan terhadap langkah Kapolri Suyudi untuk mempercepat pembenahan internal Polri. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan jajaran Komisi III dan Kapolri sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja, profesionalisme, serta kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Komisi III memandang pembenahan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dalam aspek pelayanan, pengawasan, maupun perilaku setiap personel di lapangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menjelaskan bahwa masyarakat masih menyampaikan sejumlah keluhan mengenai adanya oknum pejabat Polri yang menunjukkan sikap arogan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh diabaikan karena perilaku aparat berpengaruh langsung terhadap penilaian masyarakat terhadap institusi secara keseluruhan. Karena itu, Komisi III meminta agar keluhan mengenai sikap arogan segera diperbaiki melalui evaluasi, penguatan pengawasan, dan penegakan disiplin yang konsisten.

Habiburokhman menekankan bahwa perbaikan internal bukan semata-mata berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran, melainkan juga pembentukan budaya kerja yang terbuka, responsif, dan menghormati masyarakat. Setiap anggota Polri diharapkan mampu menjalankan kewenangan secara proporsional serta mengedepankan komunikasi yang baik ketika memberikan pelayanan maupun menangani persoalan hukum.

Dalam pertemuan itu, Kapolri Suyudi menyampaikan komitmen untuk memaksimalkan konsep polisi sahabat masyarakat. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendekatkan kepolisian dengan warga, membangun rasa aman, dan menciptakan hubungan yang lebih dialogis. Komisi III menilai komitmen itu perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan tindakan nyata, sehingga dapat dirasakan secara konsisten di berbagai wilayah.

Kunjungan Komisi III tersebut juga merupakan tradisi rutin yang dilakukan setiap kali terjadi pergantian Kapolri. Selain membahas agenda pembenahan institusi dan tantangan keamanan, pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Kapolri turut memperkenalkan keluarganya kepada anggota Komisi III. Momen tersebut melengkapi dialog kelembagaan sekaligus memperkuat komunikasi parlemen dan kepolisian dalam mengawal agenda reformasi Polri.

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi berharap kepemimpinan Suyudi di tubuh Polri mampu memperkuat pendekatan yang lebih humanis dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan warga secara nyata. Kehadiran polisi di tengah masyarakat perlu dirasakan melalui sikap terbuka, responsif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Harapan tersebut dapat dikaitkan dengan pengalaman Suyudi ketika memimpin Polda Banten, termasuk melalui program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran. Program semacam ini menunjukkan bahwa kepolisian dapat mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan ekonomi. Inisiatif tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di wilayah tertentu, melainkan dikembangkan dalam skala yang lebih luas dengan menyesuaikan kebutuhan setiap daerah.

Komisi III mendorong agar Polri terus melahirkan inovasi pelayanan yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Polisi dapat memperkuat pendampingan bagi kelompok rentan, membantu membuka akses terhadap informasi dan kesempatan kerja, serta membangun ruang dialog yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluhan. Pola pelayanan seperti ini akan menciptakan hubungan yang lebih dekat secara emosional polisi dan warga, tanpa mengurangi ketegasan dalam menjalankan kewenangan hukum.

Polri diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan atau tindak pidana. Pelayanan yang bermanfaat, mudah diakses, dan dilakukan dengan empati dapat memperkuat kepercayaan publik. Di bawah kepemimpinan Suyudi, pembenahan kelembagaan dan peningkatan kualitas interaksi dengan warga menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa kepolisian mampu menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara lebih utuh.

Apresiasi terhadap sisi humanis Suyudi disampaikan Aboe sebagai catatan penting dalam melihat arah kepemimpinan Polri ke depan. Sikap tersebut tampak dalam momen pelantikan ketika Suyudi bersimpuh di hadapan ibundanya. Peristiwa itu tidak hanya menunjukkan penghormatan seorang anak kepada orang tua, tetapi juga mencerminkan kerendahan hati, kedekatan emosional, dan kesadaran bahwa setiap amanah besar memiliki dukungan moral dari keluarga.

Nilai yang terlihat dalam momen tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan Suyudi sebagai Kapolri. Keteladanan, pesan moral, serta penghormatan terhadap keluarga dapat menjadi landasan dalam mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawab secara bijaksana. Dukungan keluarga juga penting untuk menjaga keteguhan, keseimbangan, dan kepekaan seorang pemimpin ketika menghadapi tantangan dalam memimpin institusi yang memiliki peran strategis bagi negara.

Di sisi lain, hubungan kelembagaan yang solid Komisi III DPR dan Polri merupakan unsur penting untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan terbaik. Komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang berkelanjutan dapat membantu menyelaraskan kebijakan, mengidentifikasi persoalan, dan mendorong penyelesaian berbagai tantangan secara terukur. Kemitraan tersebut perlu dibangun di atas rasa saling menghormati, kepentingan publik, dan komitmen terhadap prinsip negara hukum.

Komisi III menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra kerja yang memberikan dukungan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan secara bertanggung jawab. Dukungan tidak berarti mengurangi sikap kritis, melainkan memastikan setiap langkah kepolisian tetap transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat. Dengan sinergi yang konstruktif, keteladanan kepemimpinan dan pengawasan kelembagaan diharapkan saling memperkuat, sehingga Polri semakin profesional, humanis, responsif, serta mampu membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

banner 325x300