banner 728x250

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Meninggal, Diduga Akibat Serangan Jantung

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Meninggal, Diduga Akibat Serangan Jantung
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Kabar duka datang dari lingkungan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Muhammad Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober. Kepergian tersebut menjadi informasi utama yang mendapat perhatian karena Lisman dikenal sebagai salah satu unsur pimpinan fraksi di lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Lisman diduga meninggal akibat serangan jantung. Namun, penyebab tersebut masih disampaikan sebagai dugaan dan belum dapat disebut sebagai kepastian tanpa keterangan resmi dari pihak keluarga, tenaga medis, atau instansi yang berwenang. Karena itu, informasi mengenai kondisi kesehatan maupun rangkaian peristiwa sebelum wafatnya perlu disikapi secara hati-hati.

banner 325x300

Wafatnya Lisman Puja Kesuma menjadi kehilangan bagi Fraksi Gerindra serta DPRD DIY. Sebagai ketua fraksi, ia memiliki peran dalam mengoordinasikan sikap politik dan kerja legislasi para anggota Gerindra di parlemen daerah. Kabar ini sekaligus menandai berakhirnya kiprah Lisman dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.

Hingga informasi mengenai kepergiannya disampaikan, perhatian publik tertuju pada kabar wafat tersebut dan dugaan serangan jantung yang disebut sebagai penyebabnya. Detail lebih lanjut mengenai waktu, lokasi, serta proses pemakaman belum menjadi bagian dari informasi utama yang tersedia. Pembaruan dari keluarga atau pihak DPRD DIY diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih lengkap terkait peristiwa ini.

Kabar meninggalnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY itu pun menyebar di tengah masyarakat dan lingkungan politik Yogyakarta. Meski demikian, setiap informasi lanjutan tetap perlu menunggu pernyataan resmi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru. Untuk sementara, inti peristiwa yang diberitakan adalah wafatnya Muhammad Lisman Puja Kesuma pada Sabtu, 3 Oktober, dengan penyebab yang diduga berkaitan dengan serangan jantung.

Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Budi Waljiman, membenarkan kabar mengenai meninggalnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, Lisman Puja Kesuma. Budi menyampaikan bahwa dirinya baru menerima informasi tersebut pada Sabtu sore. Kabar itu datang secara mendadak dan membuatnya terkejut, mengingat berita mengenai kondisi Lisman sebelumnya belum ia dengar secara langsung.

Budi mengatakan, informasi awal yang diterimanya menyebut Lisman mengalami serangan jantung ketika berada di salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, pada saat memberikan keterangan, ia menyampaikan kabar tersebut berdasarkan informasi awal yang diterima, sehingga detail mengenai kronologi dan kondisi terakhir Lisman masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak keluarga maupun pihak terkait.

Menurut Budi, informasi mengenai wafatnya Lisman diperolehnya sekitar pukul 16.00 WIB. Ia mengaku terkejut ketika mendengar kabar tersebut karena berita itu diterima dalam waktu yang relatif singkat dan tidak terduga. Sebagai sesama anggota DPRD DIY, Budi menyampaikan bahwa kepergian Lisman menjadi kabar duka bagi lingkungan parlemen daerah, khususnya bagi Fraksi Gerindra dan rekan-rekan yang selama ini bekerja bersamanya.

Keterangan Budi menjadi konfirmasi awal dari unsur pimpinan DPRD DIY mengenai kabar duka tersebut. Sementara itu, informasi lebih lengkap tentang waktu meninggal, riwayat penanganan medis, serta rencana pemakaman Lisman diharapkan dapat disampaikan oleh keluarga. Kabar mengenai dugaan serangan jantung itu juga masih merujuk pada informasi yang diterima Budi pada Sabtu sore, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika komunikasi dan kepastian resmi dari keluarga belum seluruhnya diperoleh.

Sebelum meninggal dunia, Lisman Puja Kesuma diketahui sedang menjalani pengobatan di Jakarta. Perawatan tersebut berkaitan dengan penyakit sinus yang sebelumnya dideritanya. Informasi mengenai kondisi kesehatan Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY itu disampaikan setelah kabar duka beredar, sementara pihak keluarga dan jajaran partai masih berkoordinasi mengenai sejumlah hal setelah kepergiannya.

Jajaran Partai Gerindra di Daerah Istimewa Yogyakarta masih membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah menerima kabar meninggalnya Lisman. Pembahasan itu tidak hanya berkaitan dengan penyampaian penghormatan terakhir, tetapi juga menyangkut rencana pemulangan dan pemakaman jenazah. Sejumlah pihak masih menunggu kepastian dari keluarga sebelum menyampaikan keputusan secara resmi kepada publik.

Pada saat informasi tersebut diterima, lokasi pemakaman Lisman belum dipastikan. Salah satu opsi yang dibicarakan adalah menerbangkan jenazah ke daerah asalnya di Sumatra agar dapat dimakamkan di sana. Pilihan lainnya ialah melaksanakan pemakaman di Jakarta, kota tempat Lisman menjalani pengobatan sebelum meninggal dunia.

Perbedaan pilihan lokasi tersebut membuat rencana pemakaman masih dalam tahap pembahasan. Informasi yang beredar mengenai kemungkinan jenazah dibawa ke Sumatra ataupun dimakamkan di Jakarta belum menjadi keputusan final. Karena itu, masyarakat diminta menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga atau jajaran Gerindra DIY agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait prosesi pemakaman Lisman Puja Kesuma.

Koordinasi keluarga, pengurus partai, dan pihak terkait diperlukan untuk menentukan proses selanjutnya, termasuk pengurusan administrasi serta transportasi apabila jenazah dipulangkan ke luar daerah. Selama keputusan belum ditetapkan, kedua kemungkinan tersebut masih terbuka. Kepastian mengenai tempat dan waktu pemakaman akan disampaikan setelah seluruh pihak mencapai kesepakatan.

Dalam penilaian Budi Waljiman, Lisman Puja Kesuma merupakan sosok politikus muda yang memiliki kepedulian kuat terhadap sesama. Penilaian tersebut menempatkan Lisman bukan hanya sebagai figur dalam lingkungan politik, tetapi juga sebagai pribadi yang memperhatikan keadaan dan kebutuhan orang-orang di sekitarnya. Kepedulian itu menjadi salah satu karakter yang dikenang Budi ketika menggambarkan almarhum.

Lisman disebut lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Januari 1992. Informasi tersebut menegaskan bahwa ia merupakan generasi muda yang telah menjalani perjalanan dalam dunia politik pada usia yang relatif muda. Bagi Budi, usia dan latar kelahiran tersebut menjadi bagian dari gambaran mengenai sosok Lisman yang memiliki perhatian terhadap sesama serta kesungguhan dalam menjalankan nilai-nilai yang diyakininya.

Selain kepeduliannya, Budi juga menilai Lisman sebagai pribadi yang konsisten. Konsistensi itu terlihat dari komitmennya terhadap arah perjuangan Partai Gerindra. Ia dipandang mampu memegang teguh komitmen tersebut dan tetap berpegang pada arah perjuangan partai. Penilaian ini menunjukkan adanya kesungguhan Lisman dalam menjalankan tanggung jawab politik sesuai dengan nilai dan tujuan yang menjadi landasan Partai Gerindra.

Budi menggambarkan almarhum sebagai politikus muda yang peduli, konsisten, dan berkomitmen. Ketiga hal tersebut menjadi penilaian utama terhadap pribadi Lisman Puja Kesuma. Kepedulian kepada sesama memperlihatkan sisi kemanusiaannya, sedangkan konsistensi dan komitmennya mencerminkan keteguhan dalam mendukung arah perjuangan Partai Gerindra. Gambaran Budi itu mempertahankan sosok Lisman sebagai pribadi yang memiliki kepedulian sekaligus keteguhan dalam memegang komitmen.

banner 325x300