banner 728x250

Insiden Ledakan Gudang Munisi TNI AD di Madiun, Satu Personel Gugur, Enam Korban Dirawat

banner 120x600
banner 468x60

Madiun – Ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gudmur) 2 Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) Saradan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit TNI Angkatan Darat meninggal dunia, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka.

Markas Besar TNI Angkatan Darat membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Dari total korban, empat personel dilaporkan mengalami luka berat, sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan.

banner 325x300

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.

“Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan,” ujar Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan, dalam kejadian tersebut satu personel dinyatakan gugur, sedangkan empat lainnya mengalami luka berat dan dua personel mengalami luka ringan.

Usai insiden, satuan di lokasi segera melakukan proses evakuasi terhadap seluruh korban menuju rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis secepatnya. Selain itu, laporan kejadian juga langsung disampaikan secara berjenjang sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan TNI AD.

Menurut Donny, TNI Angkatan Darat telah mengambil langkah penanganan awal dengan memberikan pendampingan kepada para korban beserta keluarganya serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit guna memastikan pelayanan medis berjalan optimal.

Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, TNI AD telah membentuk tim investigasi dari unsur Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad). Tim tersebut ditugaskan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap kronologi maupun faktor yang memicu terjadinya ledakan.

“Tim investigasi sudah dibentuk dan pada sore hari ini juga telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pendalaman,” kata Donny.

Ia menegaskan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan agar seluruh fakta yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

“TNI Angkatan Darat berkomitmen menangani peristiwa ini secara serius, transparan, sekaligus memastikan penanganan terhadap korban maupun proses investigasi berjalan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan di Gudang Pusat Munisi 2 Puspalad Saradan masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi TNI Angkatan Darat. Pihak TNI AD menyatakan akan menyampaikan perkembangan hasil investigasi kepada publik setelah proses pendalaman selesai dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

(Edi D/Red/**)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *