banner 728x250

Pekerja Proyek Bendungan Bagong Meninggal Setelah Dump Truck Masuk Parit

Pekerja Proyek Bendungan Bagong Meninggal Setelah Dump Truck Masuk Parit
banner 120x600
banner 468x60

Trenggalek | Seorang pekerja proyek pembangunan Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, meninggal dunia setelah dump truck yang dikemudikannya mengalami kecelakaan pada Jumat sore, 9 Oktober 2026. Kendaraan tersebut masuk ke parit di area pembangunan bendungan, kemudian menabrak pohon kelapa. Peristiwa itu menyebabkan korban berada dalam kondisi serius di dalam kendaraan.

Korban diketahui berinisial AP dan berusia 61 tahun. Ia berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, serta tercatat sebagai pekerja pada proyek pembangunan Bendungan Bagong. Kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal, karena melibatkan dump truck yang dikemudikan korban tanpa kendaraan lain dalam peristiwa itu.

banner 325x300

Setelah dump truck masuk ke parit dan menabrak pohon kelapa, AP ditemukan dalam kondisi terjepit di dalam kabin kendaraan. Posisi tersebut membuat korban berada di ruang pengemudi ketika petugas melakukan penanganan di lokasi. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di area proyek tersebut.

Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan kerja di lingkungan pembangunan Bendungan Bagong. Insiden berlangsung pada Jumat sore dan melibatkan kendaraan operasional proyek yang sedang dikemudikan AP. Informasi mengenai korban, lokasi kejadian, serta kondisi kendaraan menjadi bagian utama dari laporan kecelakaan tunggal tersebut.

Rangkaian perjalanan korban pada hari kejadian dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban mulai menjalankan tugas sebagai pengemudi dump truck dalam kegiatan pengangkutan material untuk proyek Bendungan Bagong. Ia mengoperasikan kendaraan yang digunakan untuk membawa material galian dari area kerja menuju lokasi pembuangan material.

Dalam kegiatan tersebut, korban tidak bekerja sendiri. Sekitar 20 kendaraan lain juga menjalankan aktivitas serupa dengan rute yang sama. Material galian diangkut dari lokasi main dump menuju tempat pembuangan material yang berjarak kurang lebih 1,5 kilometer. Setiap kendaraan secara bergantian menempuh jalur tersebut untuk membawa material dari titik pengambilan ke lokasi pembuangan.

Sebelum kecelakaan, korban telah melakukan pengangkutan material sebanyak enam kali. Insiden terjadi ketika ia menjalankan perjalanan untuk kali ketujuh. Pada perjalanan itu, dump truck melaju melewati ruas jalan yang menurun dalam rute menuju tempat pembuangan material.

Saat melewati jalan menurun tersebut, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Dump truck kemudian masuk ke parit yang berada di sisi jalan dan menghantam sebuah pohon kelapa. Benturan tersebut menyebabkan korban terjepit di dalam kabin kendaraan.

Dengan demikian, kecelakaan berlangsung setelah korban menyelesaikan enam perjalanan pengangkutan dan memasuki perjalanan ketujuh. Rute yang dilalui merupakan jalur operasional lokasi main dump dan tempat pembuangan material. Peristiwa itu terjadi saat kendaraan berada di bagian jalan yang menurun, sebelum akhirnya keluar dari jalur, masuk ke parit, dan menabrak pohon kelapa. Posisi korban yang terjepit di kabin membuat proses penanganan terhadapnya harus dilakukan setelah kendaraan berhenti di lokasi kecelakaan.

Kecelakaan kerja terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di area pembangunan Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Dalam insiden tersebut, sebuah dump truck masuk ke parit di sekitar lokasi proyek dan menimpa seorang pekerja. Korban dilaporkan berada di dalam kabin kendaraan ketika kecelakaan berlangsung. Kondisi medan serta posisi kendaraan membuat proses pertolongan memerlukan penanganan khusus.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian itu, anggota Polsek Bendungan segera mendatangi lokasi bersama petugas medis dan tim Basarnas Pos SAR Trenggalek. Tim gabungan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi petugas maupun pekerja lain di sekitar area pembangunan.

Petugas kemudian memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi serta membatasi akses ke area kecelakaan. Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan dapat berlangsung tertib, sekaligus menjaga kondisi tempat kejadian untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Karena dump truck berada dalam posisi menimpa korban, petugas mendatangkan ekskavator guna membantu mengangkat kendaraan tersebut.

Iptu Katik dari Polres Trenggalek menerangkan bahwa alat berat digunakan untuk menolong korban yang terjepit di dalam kabin dump truck. Pengangkatan kendaraan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan petugas terkait dan memperhatikan keselamatan di sekitar lokasi. Adapun informasi mengenai dugaan gangguan rem pada kendaraan masih menjadi bagian dari penelusuran dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kecelakaan. Petugas masih melakukan pemeriksaan serta menghimpun keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Pemindahan tersebut dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Inafis Satreskrim Polres Trenggalek bersama tim medis rumah sakit. Pemeriksaan diperlukan sebagai bagian dari penanganan terhadap korban sekaligus untuk memastikan kondisi dan identitas jenazah setelah kecelakaan kerja di proyek Bendungan Bagong.

Di rumah sakit, tim Inafis Satreskrim Polres Trenggalek dan tim medis melakukan pemeriksaan jenazah sesuai prosedur. Pada saat yang sama, petugas juga menyelesaikan olah tempat kejadian perkara di lokasi dump truck masuk parit. Tahapan pemeriksaan jenazah dan olah tempat kejadian perkara tersebut dilakukan untuk melengkapi penanganan peristiwa yang menyebabkan pekerja proyek itu meninggal dunia.

Setelah pemeriksaan jenazah dan olah tempat kejadian perkara selesai, hasilnya disampaikan kepada pihak keluarga. Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Keterangan tersebut menjadi dasar dalam proses penyerahan jenazah kepada keluarga setelah seluruh tahapan pemeriksaan di rumah sakit dan penanganan perkara di lokasi kejadian dilakukan.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka. Keluarga membawa jenazah korban menuju rumah duka yang berada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Proses pemulangan dilakukan setelah pihak keluarga menerima penjelasan mengenai hasil pemeriksaan sementara serta menyelesaikan tahapan yang diperlukan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

banner 325x300