banner 728x250

Perselisihan Keluarga Berujung Maut, Residivis Bacok Dua Kerabat di Sampang

Perselisihan Keluarga Berujung Maut, Residivis Bacok Dua Kerabat di Sampang
banner 120x600
banner 468x60

Sampang – Aksi kekerasan yang diduga dipicu konflik keluarga terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang pria berinisial LR (38) diduga membacok paman dan adik kandungnya sendiri menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan kedua korban mengalami luka serius.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalem, Kabupaten Sampang.

banner 325x300

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial J (47) yang merupakan paman pelaku mengalami luka berat di bagian leher bawah telinga serta luka robek pada perut. Korban segera dilarikan ke RSUD Mohammad Zyn Sampang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, korban lainnya, SA (23) yang merupakan adik kandung pelaku, mengalami luka bacok pada bagian pergelangan tangan.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, penyidik menduga aksi penganiayaan dipicu oleh perselisihan yang telah berlangsung cukup lama di lingkungan keluarga.

“Motif sementara karena adanya dendam dan perselisihan keluarga yang sudah berlangsung sebelumnya. Saat ini kasus masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Eko.

Polisi juga mengungkapkan bahwa LR merupakan seorang residivis kasus pencurian yang baru menghirup udara bebas sekitar 10 hari sebelum kejadian tersebut.

Usai menerima laporan, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku beserta barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan.

Saat ini, LR telah diamankan di Mapolres Sampang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap, motif, serta kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam perkara tersebut.

Sementara itu, kedua korban masih menjalani perawatan medis akibat luka yang diderita.

Kasus ini kembali menjadi perhatian masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik keluarga melalui jalur dialog maupun mekanisme hukum, sehingga tidak berujung pada tindak kekerasan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

(Edi D/**)

banner 325x300

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *