banner 728x250

Saleh Daulay Dorong Isu UMKM Lebih Menonjol dalam Pemberitaan Nasional

Saleh Daulay Dorong Isu UMKM Lebih Menonjol dalam Pemberitaan Nasional
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengajak lembaga kantor berita nasional (LKBN) memberi perhatian lebih besar kepada isu pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai pemberitaan mengenai sektor tersebut perlu mendapat ruang yang lebih menonjol, sehingga perkembangan, kebutuhan, serta kontribusi pelaku UMKM dapat diketahui masyarakat luas. Dorongan itu disampaikan Saleh saat kunjungan kerja ke Heritage Center, Jakarta, pada Kamis.

Menurut Saleh, peran lembaga pemberitaan tidak semestinya terbatas pada penyiaran berita umum. Media juga dapat mengambil bagian dalam upaya membangun dan mengangkat perekonomian masyarakat, lain dengan menyajikan informasi yang mendukung pengembangan usaha kecil. Pemberitaan yang memberi perhatian pada UMKM dapat membantu memperkenalkan pelaku usaha, produk, peluang, dan beragam tantangan yang mereka hadapi.

banner 325x300

Perhatian tersebut penting karena UMKM merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Informasi yang disampaikan secara luas dapat membuka pemahaman publik mengenai potensi sektor ini sekaligus mendorong dukungan terhadap produk dan usaha lokal. Dalam konteks itu, LKBN dinilai memiliki peluang untuk menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga memberi perhatian pada upaya penguatan ekonomi masyarakat.

Ajakan Saleh menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai isu yang layak dibahas secara berkelanjutan dalam pemberitaan nasional. Dengan peliputan yang lebih konsisten, informasi mengenai program, pelaku, dan perkembangan usaha dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Ruang pemberitaan yang memadai juga dapat membantu menjaga perhatian terhadap kebutuhan UMKM, tanpa mengabaikan fungsi utama media dalam menyampaikan berita secara faktual dan berimbang.

Melalui pernyataan tersebut, Saleh mendorong LKBN untuk memanfaatkan perannya dalam mendukung perhatian publik terhadap sektor usaha kecil dan menengah. Penguatan pemberitaan mengenai UMKM diharapkan dapat berjalan seiring dengan fungsi informasi media, serta turut mengangkat dinamika ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa pemberitaan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan peran UMKM dalam perekonomian, sekaligus mendorong masyarakat mengenali potensi usaha lokal.

Saleh Daulay menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menjaga gerak perekonomian. Sektor ini bukan hanya menghasilkan barang dan jasa, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga serta membuka kesempatan kerja di berbagai daerah. Karena itu, UMKM layak dipandang sebagai pendongkrak perekonomian sekaligus tulang punggung ekonomi masyarakat.

Peran tersebut membuat perhatian terhadap pelaku usaha kecil tidak seharusnya terbatas pada program bantuan sesaat. Dukungan perlu disertai langkah yang mampu mengangkat usaha dan potensi daerah agar dikenal lebih luas. Saleh berpandangan bahwa pelaku UMKM yang selama ini menopang perekonomian perlu memperoleh perhatian khusus dari negara, termasuk melalui upaya lembaga terkait untuk mengapresiasi dan memperkenalkan karya mereka.

Salah satu usul yang disampaikan ialah pemberian penghargaan kepada UMKM di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi. Penghargaan dapat menjadi bentuk pengakuan atas ketekunan, inovasi, serta kontribusi para pelaku usaha. Selain memberi dorongan kepada penerima, kegiatan semacam ini juga dapat mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan perkembangan usaha setempat.

Namun, manfaatnya tidak berhenti pada seremoni. Informasi mengenai produk, proses produksi, dan kisah pelaku usaha perlu disebarluaskan sehingga potensi mereka dapat menjangkau konsumen, mitra, dan pasar yang lebih beragam. Pemberitaan yang memberi ruang bagi UMKM dapat membantu masyarakat mengenali produk lokal, sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ekonomi tumbuh melalui kerja banyak pelaku di tingkat akar rumput.

Dengan menonjolkan potensi daerah, lembaga terkait dapat membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang promosi yang lebih luas. Penghargaan dan penyebaran informasi juga dapat berjalan beriringan dengan dukungan lain, seperti penguatan kapasitas usaha dan akses pasar. Pendekatan ini menempatkan UMKM bukan sekadar objek kebijakan, melainkan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Perhatian yang konsisten terhadap mereka diharapkan memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha, memperluas pengenalan terhadap produk lokal, serta mendorong kontribusi sektor tersebut bagi perekonomian masyarakat.Selain mendorong isu UMKM mendapat ruang lebih besar dalam pemberitaan nasional, Saleh Daulay menekankan pentingnya menjaga aset dan seluruh hal yang dimiliki lembaga kantor berita tersebut. Menurutnya, aset itu bukan sekadar perlengkapan operasional atau fasilitas kerja, melainkan bagian dari kekayaan yang memiliki nilai bagi negara. Keberadaannya diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas jurnalistik dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Karena itu, pengelolaan aset perlu dilakukan secara tertib, bertanggung jawab, serta berorientasi pada keberlanjutan. Manajemen diharapkan memastikan setiap aset terawat dan dimanfaatkan sesuai tujuan, sehingga nilai dan kegunaannya tetap terjaga dalam jangka panjang.

Saleh juga meminta pemerintah memberi perhatian terhadap kebutuhan anggaran lembaga tersebut. Dukungan pembiayaan dinilai penting agar kualitas kerja dapat terus ditingkatkan dan berbagai program yang direncanakan bisa dijalankan secara memadai. Anggaran yang sesuai kebutuhan dapat membantu penguatan kapasitas, pemeliharaan sarana, serta penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan penyebaran informasi. Dalam pandangannya, perhatian pemerintah tidak hanya berkaitan dengan besaran dana, tetapi juga dengan dukungan yang memungkinkan lembaga menjalankan mandatnya secara efektif. Dengan perencanaan yang baik dan penggunaan anggaran yang akuntabel, sumber daya yang tersedia diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dukungan tersebut, menurut Saleh, juga dapat membuka peluang bagi program-program lembaga untuk menjangkau masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Jangkauan yang lebih luas penting agar informasi dan kegiatan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. Hal ini membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan kondisi geografis, kebutuhan lokal, dan sarana komunikasi yang tersedia. Ketika aset terpelihara dan pembiayaan memadai, pelaksanaan program dapat berlangsung lebih konsisten serta menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit terlayani. Saleh memandang perhatian terhadap aset dan anggaran sebagai bagian dari upaya memperkuat peran lembaga secara nasional. Dengan demikian, dukungan pemerintah dan pengelolaan yang bertanggung jawab dapat berjalan beriringan untuk menjaga kepentingan negara sekaligus memperluas akses publik terhadap informasi dan program yang bermanfaat.

Peninjauan terhadap operasional dan infrastruktur lembaga menjadi bagian penting dari kunjungan Komisi VII DPR RI. Melalui agenda tersebut, para wakil rakyat dapat melihat secara langsung kondisi kerja, kebutuhan fasilitas, serta dukungan yang diperlukan agar tugas lembaga dapat berjalan dengan baik. Kunjungan lapangan juga membuka ruang bagi anggota dewan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, selain informasi yang disampaikan melalui rapat atau laporan tertulis.

Saleh Daulay berharap keberadaan lembaga penyiaran dan pemberitaan nasional mampu memberikan dampak yang semakin nyata bagi masyarakat. Menurutnya, peran lembaga tidak semata-mata menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu memperluas perhatian publik terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Isu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya, perlu memperoleh ruang pemberitaan yang lebih menonjol agar tantangan, potensi, serta kontribusi para pelaku usaha lokal dapat dikenal lebih luas.

Pemberitaan yang memberi tempat bagi UMKM dinilai dapat membantu mempertemukan informasi mengenai kegiatan ekonomi masyarakat dengan perhatian pemangku kepentingan. Dengan begitu, kisah dan kebutuhan pelaku usaha tidak hanya menjadi isu sesaat, melainkan dapat masuk dalam percakapan publik secara berkelanjutan. Harapan tersebut sejalan dengan dorongan agar lembaga menjalankan fungsi informasinya secara relevan dan menjangkau beragam kelompok masyarakat.

Saleh juga mengharapkan kehadiran lembaga tersebut membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 di Indonesia | Kapolri Hadiri Pembukaan Pameran Nasirun “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia | Kolaborasi TelkomGroup dan Badan Gizi Nasional dalam Pemanfaatan Gedung Menara Multimedia

banner 325x300