banner 728x250

Shinta berharap aktivitas warga di Jalan Hayam Wuruk bisa meningkat setelah proyek MRT tuntas

Shinta berharap aktivitas warga di Jalan Hayam Wuruk bisa meningkat setelah proyek MRT tuntas
banner 120x600
banner 468x60

Kota Tua | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerapan ganjil enap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Kota Tua sedang dikaji ulang. Shinta berharap aktivitas warga di Jalan Hayam Wuruk bisa meningkat setelah proyek MRT tuntas. Karena kalau misal dicabutnya sekarang memang macet juga sih," ujar Erlangga di Jalan Gajah Mada, Minggu (11/10/2026).

Keterangan yang tercatat menyebut Jalan sekitar sini bisa lebih ramai lagi," kata dia. Dia mengatakan banyak tempat kuliner yang menarik di kawasan Glodok. Biar jalannya juga udah rapi kalau MRT udah beres," kata Shinta. Pramono mengatakan penerapan tersebut akan segera diputuskan.

banner 325x300

Data lain dalam laporan menunjukkan Dia mengatakan penerapan tersebut akan segera diputuskan di samping pengerjaan MRT yang ditargetkan rampung 2027. Karena memang pekerjaan di permukaan untuk MRT mudah-mudahan sampai dengan 2027 itu sudah bisa terselesaikan.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Warga berharap penerapan ganjil genap tak dicabut sebelum proyek MRT selesai. Salah seorang warga sekitar Jalan Gajah Mada, Erlangga, berharap ganjil genap tetap berlaku selama proyek MRT berjalan. Dia khawatir kemacetan di tengah pengerjaan proyek bertambah jika tak ada ganjil genap. Setelah MRT beres dulu lah ya. Biar sekalian mungkin nanti jalannya dirapihin juga.

Erlangga mengaku mendukung evaluasi ganjil genap di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk hingga Kota Tua. Dia meyakini jumlah pengunjung ke Kota Tua dan kawasan sekitar Glodok akan meningkat setelah ada MRT. Dari sini juga kan bisa ke Kotu, iya Kota Tua," katanya. Di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua," ujar Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10). Dia berharap aktivitas warga di kawasan itu lebih ramai setelah MRT tuntas. Bagus sih kalau mau dikaji ulang. Atau misal ada rencana dicabutlah ya bahasanya. Erlangga menilai Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk punya potensi tempat wisata kuliner. Sini kan banyak kuliner, terus bangunannya kan masih banyak yang zaman dulu. Bisalah jadi destinasi wisata klasik. Kalau kuliner kan apalagi di Glodok banyak tuh, yang China gitu," ujarnya. Warga sekitar Jalan Hayam Wuruk, Shinta, juga berharap penerapan ganjil genap tak dicabut sebelum proyek MRT tuntas. Dia meyakini jalan tersebut lebih rapi jika proyek MRT sudah selesai. Mungkin kalau mau dicabut tunggu MRT beres aja ya. Kayak banyaklah yang bisa didatangi di sini. Yang pertama untuk ganjil genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan. Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil genap tersebut," tambahnya. Setelah itu, ganjil-genap akan diputuskan. Sehingga dengan demikian apakah kebijakan ganjil genap itu masih perlu dilakukan atau nggak segera saya putuskan," tutupnya.

Baca juga: Sudah Ditertibkan atau Sekadar Formalitas? Aktivitas Diduga Prostitusi Embong Miring Kembali Terpantau | Awasi Aktivitas Gunung Anak Krakatau: Status Siaga dan Larangan Dekat | Aktivitas Sesar Surabaya-Madura Menjadi Viral

banner 325x300