banner 728x250

HUT ke-81 RI, BPP dan KTNA Wonomerto Angkat Filosofi Tumpeng Merah Putih

HUT ke-81 RI, BPP dan KTNA Wonomerto Angkat Filosofi Tumpeng Merah Putih
banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo, 17 Agustus 2026 — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar perayaan bernuansa kebangsaan. Salah satu simbol yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Tumpeng Merah Putih.

Koordinator BPP Wonomerto, Febti Suryani, mengatakan Tumpeng Merah Putih tidak hanya menjadi hidangan dalam perayaan kemerdekaan, tetapi juga memiliki filosofi kebangsaan. Warna merah dimaknai sebagai keberanian, sementara putih melambangkan kesucian. Keduanya menjadi simbol semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan keberanian, kejujuran dan keikhlasan.

banner 325x300

Menurut Febti, tumpeng tersebut dikelilingi 18 lembar daun pisang yang juga memiliki makna tersendiri. Daun pisang tersebut menggambarkan harapan agar perjuangan masyarakat terus menghasilkan manfaat bagi bangsa dan daerah, sebagaimana tanaman pisang yang mampu berbuah tanpa mengenal batas musim.

Bagian akar pada tanaman pisang dimaknai sebagai simbol keteguhan hati dalam memegang cita-cita bangsa. Sementara daun menggambarkan mata dan lisan yang diharapkan mampu menghadirkan kesejukan dalam setiap komunikasi, pertemuan dan diskusi untuk mencari solusi bagi kemajuan masyarakat.

Di atas Tumpeng Merah Putih terdapat ornamen burung rajawali yang dimaknai sebagai lambang kekuatan dan semangat bangsa Indonesia. Filosofi tersebut sekaligus menjadi refleksi perjalanan Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81 dengan berbagai program pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Febti juga menyinggung sejumlah program pemerintah, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka ruang keterlibatan masyarakat, termasuk petani dan peternak sebagai bagian dari rantai penyediaan kebutuhan.

Sementara itu, telur puyuh yang mengelilingi tumpeng dimaknai sebagai simbol persatuan. Rangkaian telur tersebut diibaratkan seperti untaian yang tidak terputus, menggambarkan masyarakat Indonesia yang tetap bersatu meskipun memiliki perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang.

Momentum HUT ke-81 RI tersebut juga dimanfaatkan BPP Wonomerto bersama PPL dan pengurus KTNA untuk memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Febti mengajak para penyuluh, kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi serta bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Marilah kita saling berjabat tangan dan bahu-membahu membangun negeri, khususnya membangun Wonomerto yang gemilang melalui kemajuan pertanian. Pertanian jaya, petani sejahtera,” ujar Febti Suryani.

Pewarta: Tim Jurnalis
Narasumber: Febti Suryani, Koordinator BPP Wonomerto

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *