Banda Aceh – Suara tegas bergema dari salah satu putra aceh, Teuku Indra. Menanggapi insiden penurunan bendera merah putih di lingkungan masjid raya baiturrahman, saat peringatan hari damai aceh. Iya menegaskan dengan lantang, ini bukan kegagalan TNI-Polri mempertahankan kibaran merah putih!.
Menurut putra aceh, yang juga ketua relawan prabowo-gibran provinsi aceh pada pilpres lalu. Bahwa kejadian tersebut, adalah hasil provokasi oknum penyusup yang tidak bertanggung jawab.
Di tengah situasi pelik, pimpinan TNI-Polri telah mengambil sikap bijak dan berjiwa besar. Memilih prioritas keselamatan jiwa masyarakat dibandingkan tindakan keras yang berisiko memicu bentrokan luas, posisi terjepit itu. Dipahami sepenuhnya sebagai pilihan sulit, namun paling mulia karena mengutamakan nyawa rakyat di atas segalanya.
“Karakter masyarakat aceh, tak bisa dipaksakan dengan kekerasan. Pendekatan humanis dan sabar yang diambil aparat negara, adalah kemenangan akal sehat. TNI-Polri, telah bekerja maksimal. Berkoordinasi matang dengan pemerintah, tokoh adat dan agama. Demi menjaga kedamaian,” ujarnya penuh apresiasi.
Dengan semangat membara, Teuku Indra menegaskan. Keteguhan hati warga tanah rencong, walau satu bendera sempat diturunkan. Namun, tidak akan pernah mampu memadamkan api cinta kami terhadap tanah air. Aceh adalah indonesia, itu harga mati. Sejarah perjuangan para indatu, tak akan pernah kita ingkari! ucapnya dengan lantang.
“Jika segelintir oknum telah menurunkan satu bendera di halaman masjid ini, maka kami seluruh rakyat aceh lainnya. Akan mengibarkan jutaan bendera merah putih, di setiap jengkal tanah kami!” serunya.
Insiden ini, tak mampu meruntuhkan fondasi persatuan. Aceh tetap kokoh berdiri dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia, bersatu dalam damai dan menjunjung tinggi nilai luhur persaudaraan bangsa.
(Pasukan Ghoib/Sumber : Tgk Indra)







