Kabupaten Banjarnegara | Telaga Merdada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalami kekeringan ekstrem akibat kemarau panjang. Pipa paralon untuk penyiraman ladang pertanian di Telaga Merdada Dieng., Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026).
Data lain dalam laporan menunjukkan (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Petani juga mengoperasikan sekitar 100 mesin pompa diesel untuk menyedot air yang masih tersisa.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kondisi ini membuat permukaan air salah satu telaga terluas di kawasan Dataran Tinggi Dieng tersebut menyusut drastis hingga sebagian besar dasar telaga terlihat. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Di sepanjang tepian telaga, ratusan sambungan pipa paralon tampak terpasang dan membentang hingga beberapa kilometer. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Pipa-pipa tersebut digunakan petani untuk mengalirkan sisa air telaga ke lahan pertanian dan kebun kentang milik warga. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Mereka mengandalkan pasokan air tersebut untuk menjaga tanaman tetap tumbuh di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Menyusutnya air Telaga Merdada tidak hanya berdampak pada sektor pertanian.
Aktivitas wisata di kawasan tersebut ikut melandai karena air telaga yang menjadi salah satu daya tarik utama kini nyaris tidak terlihat. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Di tengah kondisi tersebut, petani harus berlomba memanfaatkan sisa air yang tersedia untuk menyelamatkan tanaman mereka. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi) Kekeringan ekstrem di Telaga Merdada pun memperlihatkan tekanan yang dihadapi masyarakat Dieng ketika sumber air semakin menipis di tengah kemarau panjang. (ZUMA Press Wire via Reuters Conn/Dasril Roszandi)







