Probolinggo — Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Jawa Timur, menggencarkan sosialisasi keselamatan bagi pengguna jalan di kawasan wisata Gunung Bromo, khususnya di jalur menurun tajam Tengking, Minggu (12/10/2025).
Sosialisasi ini melibatkan petugas gabungan dari unsur Pemerintah Desa Ngadisari, petugas Pos Penjagaan Loket Pemkab Probolinggo Wartiko, serta anggota Koramil 0820/08 Sukapura, Sersan Satu Nur Hasan. Kegiatan dilakukan untuk memberikan himbauan dan edukasi kepada pengendara motor, terutama pengguna sepeda motor matic, agar berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
Dalam himbauannya, petugas mewajibkan seluruh pengendara motor matic yang telah melewati jalur menurun untuk berhenti sejenak di Pos Penjagaan Tengking guna mendinginkan rem kendaraan. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi rem blong yang kerap menjadi penyebab kecelakaan di jalur curam tersebut.
“Sudah terlalu sering terjadi kecelakaan di turunan Tengking akibat rem blong, khususnya motor matic. Karena itu kami mengimbau setiap pengendara untuk berhenti di pos pengecekan dan mendinginkan remnya,” ujar Sertu Nur Hasan, anggota Koramil 0820/08 Sukapura.
Menurutnya, kondisi medan di kawasan Tengking yang berliku dan menurun tajam sangat berisiko bagi kendaraan bertransmisi otomatis. Bahkan, pihaknya menyarankan agar motor matic tidak digunakan untuk naik ke kawasan Gunung Bromo, mengingat banyak kasus kecelakaan terjadi saat perjalanan turun.
Petugas gabungan juga memasang papan peringatan dan spanduk keselamatan di sejumlah titik rawan. Di antaranya bertuliskan “Motor Matic Wajib Berhenti di Pos Penjagaan” dan “Dinginkan Rem Anda Sebelum Melanjutkan Perjalanan”.
Langkah preventif ini mendapat dukungan penuh dari pihak Pemkab Probolinggo yang menilai bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi antarinstansi untuk menekan angka kecelakaan di kawasan wisata nasional tersebut.
Sementara itu, Wartiko, petugas pos penjagaan Pemkab Probolinggo, menyebut bahwa setiap harinya ia bersama petugas gabungan rutin mengawasi kendaraan yang melintas.
“Kami arahkan pengendara untuk berhenti beberapa menit. Biar remnya dingin, aman, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Upaya ini juga mendapat apresiasi dari para wisatawan. Salah satunya Farel, pengunjung asal Kabupaten Madiun, yang mengaku terbantu dengan adanya petugas di jalur tersebut.
“Saya sangat berterima kasih. Tadi hampir tidak tahu kalau jalannya curam sekali. Untung ada petugas yang mengingatkan untuk berhenti. Ini sangat membantu kami yang baru pertama kali ke Bromo,” kata Farel.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pengendara dapat lebih disiplin dan mematuhi aturan keselamatan yang diterapkan di kawasan wisata Gunung Bromo. Sosialisasi dan pengawasan di jalur Tengking akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, ketika jumlah wisatawan meningkat tajam.
Langkah kolaboratif antara Pemkab, Pemerintah Desa, dan TNI ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan pengunjung, sekaligus upaya menjaga citra wisata Gunung Bromo sebagai destinasi unggulan yang aman dan nyaman bagi semua. (Edi D/Bambang/**)






