banner 728x250

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Probolinggo-Malang Resmi Bangun Kerja Sama Perdagangan Strategis

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Probolinggo-Malang Resmi Bangun Kerja Sama Perdagangan Strategis
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi memperkuat kerja sama sektor perdagangan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait distribusi komoditas bawang merah dan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kamis (4/6/2026).

Penandatanganan PKS berlangsung di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto dan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.

banner 325x300

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis kedua daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, memperkuat pengendalian inflasi daerah serta memperluas akses pemasaran produk UMKM unggulan dari Kabupaten Probolinggo dan Kota Malang.

Turut hadir mendampingi penandatanganan PKS, Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bhakti bersama jajaran kepala bidang. Dari pihak Kota Malang hadir Sekretaris Diskopindag Retno Indriyah beserta para kepala bidang, Kepala UPT Pasar dan Kepala UPT Metrologi Legal.

Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh posisi Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Jawa Timur. Sementara Kota Malang memiliki kebutuhan pasar yang cukup besar serta potensi pengembangan produk UMKM yang terus tumbuh.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan kolaborasi antar daerah merupakan strategi efektif untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Kota Malang membutuhkan pasokan bawang merah yang stabil, sedangkan Kabupaten Probolinggo memiliki kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat konektivitas perdagangan antar wilayah. Kota Malang membutuhkan pasokan bawang merah yang stabil, sementara Kabupaten Probolinggo memiliki kapasitas produksi yang besar. Sinergi ini tentu akan memberikan keuntungan bagi kedua daerah,” ujar Eko.

Eko menegaskan, upaya pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui operasi pasar, tetapi harus dibangun melalui sinergi berkelanjutan antara daerah produsen dan daerah konsumen.

“Ketika daerah saling mendukung, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Harga kebutuhan pokok lebih terkendali, sementara peluang usaha bagi petani dan pelaku UMKM semakin terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut sebagai bentuk penguatan sinergi antar daerah dalam bidang perdagangan dan ekonomi kerakyatan.

Menurut Sugeng, kerja sama ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM lokal.

“Kami menyambut baik terlaksananya Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kota Malang terkait distribusi komoditas bawang merah dan produk UMKM. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar daerah, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memperluas akses pemasaran produk UMKM lokal,” katanya.

Sugeng menjelaskan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil bawang merah yang dapat mendukung kebutuhan pasar Kota Malang. Melalui kerja sama ini, sistem distribusi diharapkan menjadi lebih efektif, efisien dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua daerah.

“Melalui PKS ini diharapkan tercipta distribusi yang lebih efektif, efisien dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi daerah dan peningkatan kesejahteraan pelaku usaha,” jelasnya.

Pemkab Probolinggo berharap implementasi kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang kuat, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, petani bawang merah dan pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo maupun Kota Malang.

Pewarta: Bambang
Editor: Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *