banner 728x250

Bahlil Ungkap Upaya Indonesia Mencari Sumber Minyak Mentah Alternatif

Bahlil Ungkap Upaya Indonesia Mencari Sumber Minyak Mentah Alternatif
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia tengah berupaya mencari sumber minyak mentah alternatif dari sejumlah negara. Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi langsung dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara di kawasan Afrika yang memiliki potensi produksi minyak bumi.

Dalam keterangannya di Djakarta Theatre, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026, Bahlil menceritakan pengalamannya ketika melobi salah satu negara di Afrika. Ia menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan tidak semata-mata berfokus pada kepentingan perdagangan, tetapi juga pada kedekatan sosial dan rasa persaudaraan. Menurut Bahlil, kesamaan warna kulit menjadi salah satu cara untuk mencairkan suasana saat membangun komunikasi dengan mitra dari negara tersebut.

banner 325x300

Pendekatan itu, sebagaimana diceritakan Bahlil, digunakan untuk membuka pembicaraan mengenai peluang pengiriman minyak mentah ke Indonesia. Ia berusaha membangun rasa saling percaya sebelum membahas kebutuhan pasokan, mekanisme kerja sama, serta kemungkinan hubungan energi yang lebih erat. Cara tersebut menunjukkan bahwa diplomasi energi dapat memanfaatkan hubungan personal, selain mengandalkan perhitungan ekonomi dan kepentingan strategis.

Bahlil kemudian membandingkan pendekatan tersebut dengan kemungkinan gaya lobi yang digunakan seseorang berkulit putih ketika berbicara dengan negara-negara Afrika. Perbandingan itu disampaikan dalam nada kelakar, sebagai bagian dari cerita mengenai cara membangun kedekatan dalam perundingan, bukan sebagai dasar resmi kebijakan impor. Di balik candaan tersebut, ia menekankan pentingnya kemampuan membaca konteks sosial dan membangun komunikasi yang sesuai dengan lawan bicara.

Upaya menjajaki sumber minyak mentah dari Afrika menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperluas pilihan pemasok. Diversifikasi tersebut dinilai penting agar ketahanan energi nasional tidak terlalu bergantung pada negara atau jalur pasokan tertentu. Pemerintah masih perlu menilai aspek harga, kualitas minyak, kapasitas pengiriman, stabilitas politik, serta kepastian kontrak sebelum kerja sama dapat direalisasikan.

Pemerintah perlu bersikap aktif dalam mencari pemasok minyak mentah dari berbagai negara karena situasi geopolitik global semakin sulit diprediksi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menilai ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dapat memengaruhi stabilitas jalur perdagangan serta distribusi energi internasional. Perubahan kebijakan, konflik terbuka, atau peningkatan tekanan diplomatik di kawasan tersebut berpotensi menghambat kelancaran pengiriman minyak mentah ke sejumlah negara.

Menurut Bahlil, perkembangan situasi juga tidak dapat dipisahkan dari dinamika di wilayah lain, termasuk Haiti dan Arab Saudi. Berbagai persoalan keamanan dan politik dapat meningkatkan risiko terhadap pelabuhan, jalur pelayaran, maupun fasilitas produksi yang menjadi bagian penting dari rantai pasok energi. Tidak ada pihak yang dapat memastikan ke arah mana perkembangan tersebut akan bergerak. Karena itu, Indonesia perlu menyiapkan sejumlah pilihan pemasok dan tidak bergantung pada satu kawasan atau jalur distribusi tertentu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena sumber impor minyak Indonesia sebelumnya memiliki porsi besar dari kawasan Arab Saudi. Apabila terjadi gangguan pada produksi, pengiriman, atau akses logistik dari kawasan itu, pasokan domestik dapat ikut terdampak. Gangguan tidak selalu berarti penghentian total; kenaikan biaya angkutan, keterlambatan kapal, dan perubahan rute juga dapat menekan harga serta mengurangi kepastian pasokan bagi kilang dalam negeri.

Upaya mencari sumber minyak mentah alternatif dipandang sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Diversifikasi pemasok memungkinkan Indonesia mengurangi risiko apabila salah satu sumber mengalami gangguan, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan strategi pengadaan berdasarkan kondisi pasar dan keamanan global. Langkah tersebut perlu didukung pemantauan geopolitik, evaluasi infrastruktur penerimaan, serta perencanaan stok yang memadai agar arus energi tetap terjaga.

Bahlil mengungkapkan bahwa Indonesia pernah memperoleh 23 persen kebutuhan minyak mentahnya dari kawasan Selat Hormuz. Angka tersebut menunjukkan besarnya keterkaitan pasokan energi nasional dengan jalur strategis yang berada di tengah dinamika geopolitik. Ketika kondisi di kawasan itu terganggu, kelancaran pasokan minyak mentah Indonesia turut menghadapi tekanan. Situasi tersebut membuat pemerintah perlu memperhatikan kembali ketahanan sumber pasokan dan tidak hanya bergantung pada satu jalur atau kawasan.

Persoalan menjadi semakin kompleks karena Arab Saudi juga terdampak oleh kondisi geopolitik yang berlangsung. Keadaan ini dapat memengaruhi perhitungan pemerintah dalam menjaga ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan nasional. Bahlil menilai perkembangan tersebut menuntut pencarian sumber pasokan alternatif. Upaya itu bukan semata-mata respons terhadap gangguan sesaat, melainkan bagian dari pekerjaan untuk memastikan kebutuhan energi tetap dapat dipenuhi ketika situasi eksternal berubah.

Dalam penjelasannya, Bahlil menggambarkan intensitas pekerjaan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mencari pasokan minyak. Menteri harus melakukan lobi ke berbagai tempat untuk menjajaki kemungkinan sumber alternatif. Proses tersebut membutuhkan komunikasi dan diplomasi yang aktif, terutama ketika kondisi geopolitik membuat pilihan pasokan menjadi lebih terbatas. Setiap perkembangan di kawasan penghasil dan jalur distribusi perlu diperhatikan agar Indonesia memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan pasokannya.

Bahlil bahkan menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa tidur terlalu panjang. Ungkapan itu menggambarkan besarnya perhatian dan tekanan yang harus dihadapi dalam mengamankan pasokan minyak mentah. Pencarian sumber alternatif berlangsung sebagai pekerjaan yang mendesak dan berkelanjutan, bukan kegiatan yang dapat ditunda. Di tengah gangguan pasokan dan dampak geopolitik terhadap sejumlah pihak, pemerintah perlu terus membuka komunikasi untuk menemukan pilihan yang dapat membantu menjaga kesinambungan kebutuhan minyak Indonesia.

Peluang Indonesia memperoleh minyak mentah dari Arab Saudi terbuka setelah negara tersebut memberikan potongan harga untuk pasar Asia pada periode November 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa asal minyak bukan persoalan utama bagi pemerintah. Pertimbangan yang lebih penting ialah efisiensi bagi kepentingan negara serta kepatuhan terhadap ketentuan dan aturan yang berlaku. Dengan dasar itu, minyak dari Arab Saudi dapat menjadi salah satu pilihan dalam upaya Indonesia mencari sumber pasokan alternatif.

Arab Saudi secara tak terduga menurunkan harga minyak mentah yang dijual ke Asia, ketika harga untuk pasar Eropa Barat Laut dan Mediterania justru dinaikkan. Berdasarkan dokumen penetapan harga bertanggal 5 Oktober 2026, Saudi Aramco menetapkan harga jual resmi minyak untuk Asia sebesar US$5 per barel di bawah rata-rata harga minyak Oman dan Dubai. Tingkat tersebut turun US$3 per barel dibandingkan harga pada bulan sebelumnya, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi pembeli di kawasan Asia.

Potongan harga itu disebut sebagai diskon terbesar sejak Juni 2020 berdasarkan data yang dikutip dalam sumber. Selain menurunkan harga jual resmi secara umum, Saudi Aramco juga memangkas harga dengan besaran yang lebih besar untuk minyak Arab Medium dan Arab Heavy yang dipasarkan ke Asia. Perubahan tersebut membuat minyak mentah Arab Saudi lebih kompetitif bagi negara-negara importir di kawasan, termasuk Indonesia. Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan menilai setiap pilihan berdasarkan manfaat, efisiensi, dan kesesuaiannya dengan aturan, tanpa menjadikan negara asal minyak sebagai satu-satunya penentu pertimbangan.

banner 325x300