Kota Padang | Jakarta, VIVA – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, memicu banjir di sejumlah kawasan pada Sabtu (10/10/26). Data tersebut dihimpun hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.
Masyarakat vang berada di sekitar sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan kondisi tanah labil diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air," kata dia.
Selain itu, sekitar 120 unit rumah terendam banjir," demikian dikutip dari akun Instagram @pusdalopskotspadang, Minggu (11/10/26). Sebanyak 20 jiwa dievakuasi dari Lapau Munggu dan lima jiwa dari Guo, yang keduanya berada di Kelurahan Kuranji. Kemudian, lima jiwa dievakuasi dari Kampung Apa dan 30 jiwa dari Perumahan Abi, Koto Panjang Ikua Koto.
Dampaknya, ratusan warga terdampak, puluhan rumah rusak dan terendam, hingga akses jalan masyarakat terputus. Sejumlah kelurahan yang terdampak meliputi Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, serta Gurun Laweh. Dampak banjir juga menyebabkan kerusakan rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 498 jiwa terdampak banjir dan 120 unit rumah terendam. Banjir menerjang tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak di sejumlah wilayah. Khusus di Kecamatan Kuranji, BPBD melaporkan empat rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak berat. Tak hanya itu, akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat banjir. Total 238 jiwa telah dievakuasi dari sejumlah lokasi di Kota Padang. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah setelah banjir melanda sejumlah wilayah. Warga yang tinggal di sekitar sungai, kawasan rawan banjir, dan wilayah dengan kondisi tanah labil diminta terus memantau situasi di lingkungan masing-masing. Di tengah kondisi tersebut, tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Evakuasi dilakukan di lima titik. Jumlah warga yang dievakuasi paling banyak berasal dari Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, yakni mencapai 178 jiwa. Potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.







