Banggai – Tepatnya Rabu 29 Juli, bantahan pemdes pangkalasean baru di salah satu media online, yang menjelaskan bahwa semen dan atap seng hanya di pinjamkan, diduga kuat pembohongan public semata serta menghindari proses hukum, sehingga diminta pula agar media yang membuat berita tandingan, untuk membaca secara utuh terkait pemberitaan yang ada agar tidak menghilangkan fakta sesungguhnya yang mana kades mengakui bahwa anaknya menjual semen tersebut saat di konfirmasi, sehingga diminta pula tunjukan bukti atap seng dan semen nya kalau masi ada.
Lebih jelasnya ini berita pada hari Senin 27 Juli 2026, kepada awak media ini beberapa sumber yang enggan di publik namanya mengungkapkan, yang mana diduga banyak bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran bahakan di per jual belikan, oleh oknum anak kepala Desa Pangkalasean Baru, Kecamatan Balantak, kabupaten Banggai, oleh sebab itu diminta agar instansi terkait serta aparat penegak hukum (APH) turun meninjau bantuan yang ada, dengan dugaan jumlah atap seng 90 lembar serta Semen 80 sak, yang dijual dengan harga Rp . 50.000 /sak.
Adapun hasil investigasi awak media ini, dengan mengkonfirmasi kepala Desa Pangkalasean Baru dengan tanggapan, iya benar anak saya telah menjual bantuan, berupa semen dan atap seng, bahkan ada pula yang di gunakan di kebun untuk membangun pondok nya, dan untuk bantuan tersebut adalah bantuan pelimpahan dari kecamatan, “ucap kades saat ditemui di rumahnya.
Oleh sebab warga meminta agar instasi terkait, serta aparat penegak hukum segera (APH) mengambil tindakan tegas, proses dan apa bila terbukti penjarakan, ingat siapa pun dia dan bantuan apa pun yang di berikan oleh pemerintah tidak bisa di jual, sehingga apa yang dilakukan anak kades pangkalasean baru adalah pelanggaran hukum, dan wajib diproses,” ucapnya.
Dalam hal ini warga berharap adanya keterbukaan publik untuk setiap bantuan mulai dari pendataan hingga penyerahan bantuan dari pemerintah untuk masyarakat dan melakukan pengawasan yang ketat, sehingga tidak terjadi, penjualan bantuan di desa oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga asas manfaat dapat dirasakan oleh penerima yang sesungguhnya,” tegasnya.
Karena saat ini diduga kuat bantuan yang tersalur hanya untuk kerabat kades pangkalasean baru bahakan anak kades, sehingga terkesan bantuan yang tersalur mubazir, dan tidak tepat sasaran, mencerminkan bobroknya birokrasi kita yang mengedepankan kepentingan pribadi.
Dengan ada nya persoalan tersebut di minta agar kepala desa ( Kades) pangkalasean baru harus di periksa terkait beberapa bantuan pemerintah yang diduga terjadinya penyalah gunaan kewenangan.
Lp.Tim Redaksi.
📚 Artikel Terkait:
- Rehab Jembatan TMMD Ke-129 Capai 55 Persen, Satgas TMMD Percepat Konektivitas dan Akses Masyarakat Kampung Sesor
- <a href=”https://investigasi88.com/diskan-probolinggo-perkuat-pembinaan-warga-binaan-rutan-kraksaan-lewat-budidaya-perikanan/”>Diskan Probolinggo Perkuat Pembinaan Warga Binaan Rutan Kraksaan Lewat Budidaya Perikanan
- Polisi Pantau Lahan Jagung 4.000 Meter Persegi di Kedopok, Dukung Program Ketahanan Pangan













Respon (5)